Astra
AstraSATU Indonesia
Baterai Mobil Hybrid: Fungsi, Cara Kerja, dan Perawatannya ornament catur dharma

Temukan fungsi dan cara kerja baterai mobil hybrid, serta tips merawatnya agar awet dan tetap efisien di berbagai kondisi berkendara.

Baterai Mobil Hybrid: Fungsi, Cara Kerja, dan Perawatannya

Ekosistem EV

6 mins read

0

Bagikan:

Sebagai komponen inti kendaraan ramah lingkungan, baterai mobil hybrid memegang peranan penting dalam menentukan efisiensi dan performa mobil. 

Berbeda dengan baterai aki biasa, baterai pada sistem hybrid dirancang untuk menyimpan energi besar yang bisa digunakan untuk menggerakkan motor listrik sendiri maupun bersamaan dengan mesin bensin.

Lantas, apa fungsi utama baterai hybrid dan bagaimana cara merawatnya agar tetap awet? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

BACA JUGA: Mobil Hybrid: Solusi Hemat Bahan Bakar dan Ramah Lingkungan

Apa Itu Baterai Mobil Hybrid?


Baterai mobil hybrid berfungsi sebagai unit penyimpanan energi berkapasitas tinggi yang menjadi sumber tenaga utama bagi motor listrik penggerak roda. 

Teknologi baterai yang umum digunakan adalah Lithium-ion dan Nickel-Metal Hydride (Ni-MH). Perbedaan utama kedua jenis baterai ini terletak pada karakteristiknya. 

Lithium-ion memiliki kepadatan energi lebih tinggi, sehingga mampu menyimpan energi lebih banyak dalam ukuran yang lebih compact

Sementara itu, Nickel-Metal Hydride menawarkan performa stabil meski berada di suhu rendah, cocok untuk kondisi penggunaan yang menuntut kestabilan.

Kedua jenis baterai tersebut telah banyak digunakan pada produk Toyota seperti Hybrid Vehicle (HV), Plug-in Hybrid Vehicle (PHEV), dan Fuel Cell Vehicle (FCV). 

Berapa Lama Usia Baterai pada Mobil Hybrid?


Salah satu kekhawatiran utama saat beralih menggunakan mobil hybrid adalah daya tahan baterainya. Perlu diketahui, meski usia baterai berbeda-beda, secara umum baterai mobil hybrid dirancang memiliki daya tahan yang sangat panjang.

Kisaran usia baterai mobil hybrid berada dalam jangkauan 100.000 km sampai 200.000 km. Jika dikonversi ke dalam waktu pemakaian sehari-hari, jarak tersebut setara dengan 10 tahun hingga 15 tahun pemakaian.

Tentu saja, durasi ini juga sangat bergantung pada bagaimana gaya mengemudi seseorang. Jadi, kamu tidak perlu khawatir, karena baterai mobil hybrid sudah dirancang agar tahan lama dan tidak mudah rusak.

Apa Peran Utama dari Baterai dalam Mobil Hybrid


Selain awet dan tahan lama, baterai mobil hybrid ini juga berperan penting dalam operasionalnya. Berikut adalah beberapa fungsi utamanya.

1. Menyimpan Energi Listrik 


Baterai berperan sebagai penampung energi listrik yang dihasilkan dari putaran mesin bensin maupun proses regenerative braking. Energi ini disimpan sementara untuk digunakan saat motor listrik membutuhkan daya tambahan.

Selain itu, baterai memungkinkan mobil hybrid bekerja secara efisien tanpa terus-menerus mengandalkan mesin bensin, sehingga mengurangi beban pada mesin dan memperpanjang umur komponen kendaraan.

2. Mendukung Akselerasi dan Kecepatan Rendah


Saat mobil melaju pelan, misalnya di kemacetan, baterai menyediakan tenaga penuh untuk motor listrik sehingga mesin bensin bisa mati-nyala otomatis. 

Selain itu, saat akselerasi mendadak, baterai memberikan dorongan tambahan agar tarikan mobil lebih responsif. Perpaduan tenaga baterai dan mesin bensin membuat mobil nyaman dikendarai tanpa mengorbanka performa.

3. Mengurangi Konsumsi Bahan Bakar


Dengan adanya cadangan energi dari baterai, mesin bensin tidak harus bekerja terus-menerus. Ini membuat mobil hybrid jauh lebih hemat bahan bakar dibanding mobil konvensional.

Pemakaian energi baterai yang optimal juga membantu menekan frekuensi pengisian bahan bakar, membuat biaya operasional lebih efisien dalam jangka panjang.

4. Menurunkan Emisi Gas Buang 


Karena motor listrik bisa digunakan untuk sebagian besar perjalanan, mobil hybrid sering beroperasi dalam EV Mode. Hal ini secara signifikan mengurangi gas buang yang dihasilkan, sehingga lebih ramah lingkungan.

Dengan mengurangi emisi, baterai hybrid membantu pemilik kendaraan berkontribusi terhadap kualitas udara yang lebih baik dan mendukung gaya hidup berkelanjutan tanpa mengorbankan kenyamanan.

5. Mendukung Regenerative Braking


Saat pengereman, energi kinetik mobil biasanya terbuang sia-sia. Baterai menangkap energi ini dan mengubahnya menjadi listrik untuk digunakan kembali, sehingga sistem hybrid menjadi lebih efisien.

Sistem ini tidak hanya menghemat energi, tetapi juga membantu memperpanjang umur komponen rem karena pengereman sebagian dibantu motor listrik. 

Bagaimana Cara Merawat Baterai pada Mobil Hybrid?


Agar baterai mobil hybrid tetap awet dan tidak mengalami penurunan performa, kamu bisa mengikuti beberapa tips praktis berikut.

1. Cek Kondisi Baterai Secara Berkala


Lakukan servis rutin di bengkel resmi untuk memeriksa kesehatan baterai. Teknologi diagnosa komputer di bengkel resmi mampu membaca kondisi baterai secara akurat, termasuk kapasitas penyimpanan dan tegangan sel.

Pemeriksaan rutin ini juga membantu mendeteksi potensi masalah sejak dini, sehingga perbaikan atau penggantian baterai dapat dilakukan sebelum terjadi kerusakan yang lebih parah.

2. Perhatikan Sistem Pendingin Baterai


Baterai hybrid bekerja lebih baik jika suhunya stabil. Ganti cairan pendingin sesuai jadwal, biasanya setiap 40.000 km, dan pastikan ventilasi udara selalu bersih dari debu atau kotoran.

Saluran udara yang bersih memungkinkan aliran pendingin bekerja efektif, mencegah baterai panas berlebih yang bisa menurunkan performa dan memperpendek umur baterai. 

3. Panaskan Mesin Secara Berkala


Meskipun mobil hybrid sering menggunakan motor listrik, mesin bensin tetap perlu dipanaskan dan digunakan secara rutin. Hidupkan mobil setidaknya seminggu sekali selama 15-20 menit agar sistem kelistrikan aktif dan daya baterai tetap stabil.

Penggunaan rutin juga mencegah oli dan komponen mesin mengendap atau kaku. Dengan begitu, umur mesin lebih panjang dan performa baterai hybrid bekerja lebih efisien.

4. Jaga Kebersihan Kabin


Beberapa sistem pendingin baterai pada mobil hybrid menggunakan aliran udara yang berasal dari kabin untuk menstabilkan suhu baterai. 

Oleh karena itu, pastikan kabin tetap bersih agar udara dapat mengalir lancar, mencegah baterai overheat, dan menjaga motor listrik bekerja optimal. Kebersihan kabin juga membuat pengalaman berkendara lebih nyaman.

5. Hindari Aksesoris Kelistrikan Berlebihan


Pemasangan perangkat elektronik tambahan yang tidak standar dapat membebani sistem kelistrikan mobil. Hal ini berpotensi mengganggu manajemen daya baterai utama dan mengurangi efisiensi motor listrik.

Aksesoris yang berlebihan juga bisa menyebabkan fluktuasi tegangan yang merusak komponen sensitif, termasuk modul baterai dan inverter, sehingga performa mobil hybrid menurun lebih cepat.

6. Hindari Menerjang Banjir 


Meski baterai dan komponen hybrid sudah kedap air, tetap hindari melewati genangan tinggi. Air bisa merusak kabel tegangan tinggi dan sistem kelistrikan, bahkan memicu korsleting atau kerusakan serius pada motor listrik.

Jika terpaksa melewati genangan, pastikan ketinggian air tidak melebihi setengah tinggi ban. Lebih aman memilih jalur alternatif daripada mengambil risiko yang bisa merusak baterai dan komponen elektronik.

7. Hindari Overcharging pada PHEV 


Untuk mobil Plug-in Hybrid (PHEV) yang bisa diisi daya manual, jangan biarkan baterai tetap penuh 100% terlalu lama, terutama saat diparkir di tempat panas, karena overcharging dapat mempercepat degradasi sel baterai. 

Kondisi baterai yang terus-menerus penuh juga meningkatkan risiko panas berlebih, sehingga umur pakai menurun dan performa motor listrik berkurang.

BACA JUGA: Klasifikasi Jenis Mobil Hybrid dalam Industri Otomotif

Jadikan Setiap Perjalanan Lebih Ramah Lingkungan dan Efisien Bersama Mobil Hybrid


Itulah ulasan lengkap tentang baterai mobil hybrid. Dengan perawatan yang tepat, kamu tidak hanya menjaga nilai investasi kendaraan, tetapi juga memastikan setiap perjalanan tetap nyaman, efisien, dan hemat energi.

Untuk mendukung mobilitas berkelanjutan seperti ini, Astra sebagai pelopor inovasi otomotif di tanah air terus berkomitmen menyediakan ekosistem kendaraan yang variatif melalui merek-mereknya, termasuk Toyota, Daihatsu, dan Isuzu.

Ingin tahu lebih jauh tentang langkah nyata Astra di bidang otomotif untuk mendukung mobilitas masa depan? Informasi lengkapnya bisa kamu akses melalui  Astra Sustainability Report.