






Pelajari jenis mobil hybrid mulai dari full hybrid, mild hybrid, hingga plug-in hybrid lengkap dengan cara kerja dan keunggulannya.
Ekosistem EV
6 menit membaca
0
Bagikan:
Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi kendaraan ramah lingkungan semakin berkembang. Salah satu teknologi yang semakin populer adalah mobil hybrid. Jadi, tidak heran jika semakin banyak orang yang mulai mencari tahu tentang jenis mobil hybrid hingga cara kerjanya.
Pada dasarnya, jenis mobil ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar sekaligus mengurangi emisi karbon. Teknologi ini menggabungkan mesin pembakaran internal dengan motor listrik, sehingga kendaraan dapat bekerja lebih efisien dalam berbagai kondisi berkendara.
Buat kamu yang ingin memahami lebih dalam tentang jenis mobil hybrid, dapatkan penjelasannya dalam artikel di bawah ini!
BACA JUGA: Mobil Hybrid: Solusi Hemat Bahan Bakar dan Ramah Lingkungan
Mobil hybrid merujuk pada kendaraan yang mengandalkan dua atau lebih sumber tenaga, seperti kombinasi antara mesin bensin atau diesel dan motor listrik. Tujuan utamanya adalah untuk membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih efisien serta menekan emisi gas buang.
Kombinasi penggunaan dua sumber energi tersebut diklaim dapat menghasilkan efisiensi lebih tinggi dari mesin konvensional.
Saat ini, Indonesia memiliki banyak pilihan jenis mobil hybrid. Hal ini tentu sejalan dengan program nasional, di mana pemerintah menargetkan pengurangan emisi gas rumah kaca hingga 31,89% melalui usaha sendiri dan 43,2% melalui bantuan internasional di tahun 2030.
Sebelum masuk ke pembahasan tentang jenis mobil hybrid, kamu perlu tahu dulu apa saja perbedaan mobil hybrid dan mobil listrik. Pasalnya, mobil hybrid memiliki sejumlah perbedaan dengan mobil listrik.
Jadi, mobil listrik menggunakan sumber energi yang berasal dari aliran listrik sepenuhnya. Aliran listrik ini dihasilkan dari baterai mobil listrik tersebut. Biasanya, jenis mobil ini dibekali dengan kapasitas baterai yang cukup besar, sehingga dapat menempuh jarak ratusan kilometer dalam sekali pengisian.
Oleh karena itulah, mobil listrik diklaim lebih bebas emisi apabila dibandingkan dengan mobil hybrid. Namun, semakin tinggi kecepatan mobil, maka akan semakin tinggi juga konsumsi sumber tenaga.
Dengan kata lain, jika kamu memacu kendaraan listrik dengan kecepatan tinggi, maka mobil akan kehabisan baterai lebih cepat. Inilah yang membuat mobil hybrid lebih unggul karena penggunaan mesin bensin dan motor listrik secara bergantian.
Sistem ini memungkinkan kamu untuk menggunakan mesin bensin saat baterai habis. Dengan begitu, mobil bisa tetap melaju.
Secara umum, ada tiga jenis mobil hybrid yang sering digunakan. Berikut ini adalah penjelasannya.
Sistem full hybrid terbagi menjadi beberapa jenis, yakni parallel hybrid, series hybrid, dan parallel serial hybrid. Pada sistem paralel, sumber tenaga didapatkan dari tiga kombinasi antara mesin bensin, motor listrik, atau bisa juga dari keduanya.
Jadi, kedua sumber tenaga tersebut akan secara aktif bekerja terus-menerus dan tidak bisa dipisahkan. Pada kecepatan rendah, umumnya mesin bensin bisa melakukan pengisian daya baterai saat menggerakkan roda kendaraan.
Cara kerja mobil hybrid dengan kedua sistem ini, yaitu:
Jenis mobil hybrid selanjutnya adalah mild hybrid yang biasanya menggunakan baterai tambahan, tapi dengan kapasitas lebih kecil. Sistem ini berfungsi untuk meringankan kerja mesin pada angkatan awal karena beban kerja yang lebih berat.
Sistem ini tidak menggunakan motor listrik yang terpisah, tapi memanfaatkan optimalisasi komponen starter generator berupa starter motor dan alternator yang terhubung dengan mesin utama.
Sederhananya, sistem ini membantu meringankan kinerja mesin bensin dengan cara memberi suntikan tenaga pada saat awal akselerasi dari diam untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar.
Mekanisme jenis mobil hybrid yang satu ini tidak jauh berbeda dengan sistem full hybrid. Namun, sistem ini menawarkan daya jelajah penggunaan motor listrik yang lebih jauh karena menggunakan kapasitas baterai lebih besar.
Pada mobil hybrid jenis ini, kamu bisa melakukan pengisian ulang daya baterai dengan cara mengecas di rumah atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) menggunakan plug-in tersebut.
BACA JUGA: Tren Mobil Hybrid di Indonesia: Hemat dan Ramah Lingkungan
Selain memahami jenis mobil hybrid, penting juga untuk memahami komponen utama yang membuat kendaraan roda empat ini dapat beroperasi dengan baik. Berikut adalah beberapa komponen utama yang umumnya ada pada mobil hybrid.
1. Baterai: Pada mobil hybrid, baterai berperan sebagai penyimpan tenaga dalam bentuk baterai traksi utama yang menyimpan tenaga dari motor listrik atau baterai tambahan bertegangan rendah yang digunakan untuk menghidupkan mobil sebelum baterai traksi diaktifkan.
2. Mesin Pembakaran Internal: Bagian mobil yang menggunakan bahan bakar, seperti bensin, serta menghasilkan tenaga dengan membakar campuran udara dan bahan bakar.
3. Motor Traksi Listrik: Menggunakan tenaga dari baterai traksi untuk menggerakkan roda kendaraan. Motor ini berperan untuk menggantikan mesin pembakaran internal dalam menggerakkan kendaraan pada kondisi tertentu, seperti berkendara dengan kecepatan rendah.
4. Generator Listrik: Berfungsi menghasilkan listrik dari gerakan roda kendaraan saat pengereman.
Selain ramah lingkungan dan lebih efisien, mobil hybrid diminati karena menawarkan banyak keunggulan lain, di antaranya:
Salah satu keunggulan mobil hybrid yang utama adalah efisiensi konsumsi bahan bakarnya. Dengan penggunaan motor listrik, maka mobil hybrid dapat mengurangi ketergantungan pada mesin bensin, khususnya saat kecepatan rendah atau dalam kondisi macet.
Cara kerja seperti inilah yang membuat penggunaan bahan bakar bensin menjadi lebih irit dibandingkan dengan mobil konvensional.
Sebagian besar tenaga mobil hybrid berasal dari motor listrik, sehingga emisi yang dihasilkan juga lebih rendah. Oleh karena itu, penggunaan mobil hybrid turut serta berperan dalam mengurangi polusi udara dan pengurangan emisi karbon.
Meski harga awal mobil hybrid relatif lebih tinggi, efisiensi bahan bakar dan pengurangan pemakaian mesin bensin dalam penggunaannya dapat mengurangi biaya operasional jangka panjang.
Oleh karena itu, penggunaan mobil hybrid terhitung lebih hemat untuk pemakaian lama. Selain itu, sistem pengereman regeneratif yang digunakan juga dapat memperpanjang umur komponen rem.
Motor listrik yang digunakan pada mobil hybrid bekerja tanpa suara dan memberi akselerasi yang mulus. Perpindahan antara mesin bensin dan motor listrik pun terjadi secara otomatis dan nyaris tidak terasa. Hal inilah yang dapat menciptakan pengalaman berkendara yang lebih tenang dan nyaman.
Untuk jenis mobil hybrid (non-plug-in hybrid), pengisian daya baterai terjadi secara otomatis selama mobil digunakan, khususnya saat pengereman atau saat mesin bensin aktif.
Jadi, kamu tidak perlu repot mengisi baterai mobil di stasiun pengisian daya khusus atau SPKLU seperti pada mobil listrik murni atau PHEV.
BACA JUGA: Mobil Ramah Lingkungan: Inovasi Transportasi yang Lebih Bersih
Memahami jenis mobil hybrid dapat membantu kamu mengenal bagaimana teknologi otomotif berkembang menuju sistem transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Mulai dari mild hybrid, full hybrid, hingga plug-in hybrid, setiap jenisnya memiliki karakteristik dan cara kerja yang berbeda.
Teknologi ini memungkinkan kendaraan menggunakan energi secara lebih optimal sekaligus mengurangi emisi karbon. Dengan semakin berkembangnya kendaraan elektrifikasi, mobil hybrid menjadi langkah penting menuju masa depan mobilitas yang lebih berkelanjutan.
Kamu juga bisa lihat inovasi Astra di bidang otomotif, efisiensi energi, dan strategi keberlanjutan melalui Astra Sustainability Report. Di sana, kamu akan menemukan berbagai upaya untuk mendukung mobilitas masa depan yang lebih berkelanjutan.