Astra
AstraSATU Indonesia
Bahan Bakar Mobil Hybrid: Cara Kerja dan Efisiensinya ornament catur dharma

Apa bahan bakar mobil hybrid? Pahami cara kerja dan faktor yang membuat konsumsi BBM-nya lebih hemat dari mobil konvensional.

Bahan Bakar Mobil Hybrid: Cara Kerja dan Efisiensinya

Ekosistem EV

4 mins read

0

Bagikan:

Mobil hybrid semakin banyak diminati karena dinilai lebih hemat dan ramah lingkungan. Berbeda dengan mobil biasa, bahan bakar mobil hybrid tidak hanya berasal dari bensin, tetapi juga bekerja bersama motor listrik.

Dengan teknologi hybrid, emisi gas buang yang dihasilkan menjadi lebih rendah dibandingkan mobil konvensional. Hal ini membuatnya jadi pilihan yang lebih efisien sekaligus mendukung penggunaan energi yang lebih bersih.

Artikel ini akan mengupas lebih dalam bagaimana mekanisme mesin hybrid dan mengapa efisiensinya menjadi standar baru dalam industri otomotif modern.

BACA JUGA: Mobil Hybrid: Solusi Hemat Bahan Bakar dan Ramah Lingkungan

Apa Bahan Bakar Mobil Hybrid?


Sebagian besar bahan bakar mobil hybrid merupakan kombinasi bensin dan energi listrik yang digunakan secara bersamaan untuk menggerakkan kendaraan.

Berikut adalah cara kerja kombinasi tersebut pada berbagai jenis sistem hybrid:

  • Mild Hybrid: Mobil tetap mengandalkan mesin bensin sebagai sumber tenaga utama. Motor listrik hanya berfungsi sebagai pendukung, misalnya membantu saat akselerasi awal dan menjaga efisiensi bahan bakar.
  • Full Hybrid: Mobil dapat berjalan menggunakan motor listrik saja pada kecepatan rendah. Baterai akan terisi secara otomatis melalui sistem regenerative braking saat mobil melakukan pengereman.
  • Plug-in Hybrid (PHEV): Mobil dapat berjalan dengan tenaga listrik untuk jarak tertentu karena baterainya lebih besar dan bisa diisi ulang dari sumber listrik eksternal. Mesin bensin akan digunakan ketika daya baterai menipis atau saat membutuhkan tenaga lebih.

Cara Kerja Penggunaan Bahan Bakar pada Mobil Hybrid


Untuk memahami bagaimana bahan bakar mobil hybrid bisa sangat efisien, penting bagi pemula untuk mengetahui bagaimana sistem ini bekerja secara cerdas di berbagai kondisi berkendara.

1. Saat Kecepatan Rendah atau Mulai Berjalan


Pada fase awal atau saat mobil mulai melaju perlahan, sistem biasanya hanya akan mengandalkan motor listrik sepenuhnya. Karena mesin bensin belum aktif, konsumsi bahan bakar menjadi nol di fase ini. 

2. Saat Akselerasi atau Medan Tanjakan


Saat membutuhkan tenaga lebih, seperti menyalip atau melewati tanjakan, mesin bensin akan otomatis menyala. Mesin bensin dan motor listrik kemudian bekerja bersama untuk menghasilkan tenaga yang lebih besar. 

3. Saat Cruising atau Kecepatan Konstan


Saat mobil melaju dengan kecepatan stabil, sistem akan memilih sumber tenaga yang paling efisien. Mobil bisa menggunakan mesin bensin saja atau kombinasi dengan motor listrik, tergantung kondisi baterai dan kecepatan. 

4. Saat Deselerasi atau Pengereman


Keunggulan utama bahan bakar mobil hybrid adalah kemampuannya mendaur ulang energi. Saat kamu mengerem atau melepas pedal gas, sistem regenerative braking akan aktif. Energi yang biasanya terbuang jadi bisa diubah menjadi listrik untuk mengisi ulang baterai.

BACA JUGA: Klasifikasi Jenis Mobil Hybrid dalam Industri Otomotif

Menghitung Tingkat Efisiensi Bahan Bakar Mobil Hybrid


Mobil hybrid lebih efisien karena dapat menyesuaikan penggunaan bensin dan listrik sesuai kebutuhan. Hal ini membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih optimal dalam berbagai kondisi berkendara.

Berdasarkan hasil pengujian, mobil hybrid rata-rata mampu mencatatkan konsumsi antara 15 hingga 25 kilometer per liter bensin. Jika dibandingkan, mobil konvensional dengan mesin 1,5 liter umumnya hanya mencapai sekitar 10-12 km per liter.

Artinya, mobil hybrid bisa menempuh jarak lebih jauh dengan jumlah bahan bakar yang sama, terutama untuk penggunaan harian di perkotaan yang padat dengan kondisi stop-and-go.

Faktor yang Berpengaruh pada Efisiensi Bahan Bakar Mobil Hybrid


Meski sudah dibekali teknologi canggih, efisiensi bahan bakar mobil hybrid tetap dipengaruhi oleh beberapa faktor. Berikut di antaranya.

1. Jenis Mobil


Setiap jenis mobil hybrid memiliki sistem yang berbeda, seperti mild hybrid, full hybrid, dan plug-in hybrid (PHEV). Perbedaan ini menentukan seberapa besar peran motor listrik dalam membantu mesin bensin. Semakin besar peran motor listrik, semakin hemat pula konsumsi bahan bakarnya.

2. Jenis Bahan Bakar


Penggunaan bensin sesuai rekomendasi pabrikan penting untuk menjaga pembakaran tetap optimal. BBM berkualitas tinggi juga menghasilkan pembakaran lebih bersih dan efisien, sehingga emisi lebih rendah dan konsumsi bahan bakar lebih hemat.

3. Kebiasaan Berkendara


Gaya berkendara juga memengaruhi konsumsi BBM.  Akselerasi dan pengereman yang halus memungkinkan mobil lebih sering menggunakan motor listrik. Sebaliknya, gaya berkendara agresif akan membuat mesin bensin lebih sering aktif dan meningkatkan konsumsi BBM. 

4. Kapasitas dan Kondisi Baterai


Baterai yang sehat dan memiliki kapasitas optimal memungkinkan mobil berjalan lebih lama dalam mode listrik. Jika kondisi baterai menurun, mesin bensin akan lebih sering digunakan, sehingga efisiensi bahan bakar ikut berkurang. 

5. Kondisi Medan dan Lalu Lintas


Kepadatan atau kondisi jalan yang sering berhenti-jalan justru bisa menguntungkan mobil hybrid. Saat melambat atau mengerem, baterai akan terisi ulang, sehingga motor listrik bisa digunakan lebih sering dan BBM jadi lebih hemat.

BACA JUGA: Cara Kerja Mobil Hybrid dan Efisiensi Bahan Bakarnya!

Menuju Mobilitas yang Lebih Hemat dan Ramah Lingkungan dengan Teknologi Hybrid


Itulah penjelasan mengenai mekanisme bahan bakar mobil hybrid dan cara kerjanya dalam meningkatkan efisiensi, sehingga penggunaannya lebih hemat tanpa mengorbankan kenyamanan dalam penggunaan sehari-hari.

Keunggulan teknologi ini tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga menjadi bagian dari visi besar dalam menciptakan transportasi yang lebih hijau. 

Sebagai bentuk komitmennya, Astra juga telah menghadirkan 22 model kendaraan listrik (xEV), termasuk Battery Electric Vehicle (BEV) dan Hybrid Electric Vehicle (HEV), untuk mendukung ekosistem mobilitas yang lebih beragam.

Ingin mengetahui lebih lanjut inovasi Astra di sektor otomotif dan efisiensi energi? Kamu bisa melihat berbagai langkah nyatanya melalui Astra Sustainability Report.