Astra
AstraSATU Indonesia
Usaha Desa: Mendorong Ekonomi melalui Potensi Lokal

Usaha desa yang terkelola baik mengoptimalkan potensi lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi komunitas berkelanjutan. Ini ulasannya.

Usaha Desa: Mendorong Ekonomi melalui Potensi Lokal

Program Kontribusi Sosial

6 menit membaca

0

Bagikan:

Setiap desa memiliki potensi yang berbeda. Jika dikelola dengan tepat, potensi ini tentu dapat menjadi sumber penghasilan masyarakat sekaligus berkembang sebagai penggerak ekonomi secara lebih luas. Inilah yang membuat usaha desa memiliki peran penting dalam membangun kemandirian ekonomi di tingkat lokal.

Salah satu bentuk usaha yang dikenal dalam pembangunan ekonomi desa adalah Badan Usaha Milik Desa atau BUM Desa. Melalui kelembagaan ini, pemerintah desa dan masyarakat dapat mengelola potensi serta aset desa untuk menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial. Namun, pengembangan usaha desa tidak selalu terbatas pada BUM Desa.

Lantas, bagaimana usaha desa dapat dikembangkan agar memberikan dampak yang lebih luas? Simak pembahasannya berikut.

BACA JUGA: Produk Lokal dan Cara Desa Kembangkan Potensi Unggulannya

Apa Itu Usaha Desa?


Usaha desa adalah kegiatan ekonomi yang dikembangkan berdasarkan potensi, kebutuhan, dan sumber daya yang dimiliki suatu desa untuk memberikan manfaat bagi masyarakat setempat. Bentuknya dapat berupa pengelolaan produk lokal, jasa, pertanian, peternakan, pariwisata, kerajinan, hingga usaha yang dikelola melalui BUM Desa.

Pada dasarnya, usaha desa tidak hanya berorientasi pada keuntungan. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menciptakan kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, mengoptimalkan aset desa, serta membuka akses pasar bagi produk lokal.

BUM Desa menjadi salah satu contoh kelembagaan yang secara khusus dibentuk untuk mengelola kegiatan ekonomi desa. Pengelolaannya dilakukan berdasarkan kebutuhan dan potensi desa, dengan melibatkan pemerintah desa serta masyarakat. 

Jenis usahanya dapat mencakup pelayanan masyarakat, produksi, perdagangan, pertanian, usaha kreatif, pariwisata, hingga pemanfaatan potensi lokal yang memiliki nilai ekonomi.

Dengan demikian, usaha desa sebaiknya tidak dipahami sekadar sebagai aktivitas mencari keuntungan. Lebih dari itu, usaha tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Contoh Usaha Desa yang Bisa Dikembangkan


Tidak semua desa perlu menjalankan jenis usaha yang sama. Berikut adalah beberapa pilihan usaha yang dapat dikembangkan sesuai dengan potensi desa.

1. Pengolahan Produk Pertanian dan Perkebunan


Hasil pertanian dan perkebunan dapat memiliki nilai jual lebih tinggi apabila tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah. Masyarakat dapat mengembangkan proses pengolahan, pengemasan, branding, dan pemasaran sehingga menghasilkan produk dengan nilai tambah.

Contohnya adalah kopi, gula kelapa, madu, rempah, buah-buahan, atau produk pangan olahan. Pendekatan ini juga dapat menciptakan rantai ekonomi yang melibatkan lebih banyak masyarakat.

2. Usaha Peternakan dan Perikanan


Potensi peternakan dan perikanan dapat dikembangkan melalui budidaya, pengolahan hasil, maupun penyediaan jasa pendukung. Pengelolaan secara kolektif dapat membantu masyarakat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas akses pasar.

3. Kerajinan dan Ekonomi Kreatif


Kerajinan berbasis budaya lokal dapat menjadi produk ekonomi sekaligus sarana mempertahankan identitas desa. Pengembangan desain, kualitas, kemasan, dan pemasaran digital dapat membuat produk lokal menjangkau konsumen yang lebih luas.

4. Desa Wisata dan Jasa Pariwisata


Potensi alam dan budaya dapat dikembangkan menjadi kegiatan pariwisata. Selain mendatangkan pengunjung, aktivitas ini dapat menciptakan peluang usaha bagi penyedia akomodasi, kuliner, pemandu, transportasi, hingga penjualan produk lokal.

5. Jasa dan Layanan Masyarakat


Usaha desa juga dapat berbentuk layanan yang menjawab kebutuhan warga, seperti penyewaan fasilitas, layanan distribusi, pengelolaan sarana produksi, atau jasa pemasaran produk masyarakat.

BACA JUGA: Program Inovasi Desa: Langkah untuk Keberlanjutan Masyarakat

Cara Mengembangkan Usaha Desa agar Berkelanjutan


Jika kamu ingin mengembangkan usaha desa, berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan.

1. Kenali Potensi dan Kebutuhan Desa


Langkah awal adalah memahami sumber daya yang tersedia sekaligus kebutuhan masyarakat. Potensi yang terlihat menarik belum tentu menjadi peluang usaha apabila tidak memiliki pasar atau tidak sesuai dengan kemampuan masyarakat. Oleh karena itu, pemetaan perlu mempertimbangkan sumber daya alam, keterampilan masyarakat, aset desa, infrastruktur, hingga peluang pasar.

2. Tingkatkan Kemampuan Pengelola


Usaha yang memiliki produk bagus belum tentu berkembang tanpa pengelolaan yang baik. Masyarakat perlu mendapatkan pengetahuan mengenai pencatatan keuangan, produksi, kualitas produk, pemasaran, hingga strategi pengembangan usaha.

3. Bangun Akses Pasar


Produk lokal perlu memiliki akses kepada konsumen yang lebih luas. Pemanfaatan pemasaran digital, kerja sama dengan mitra, pameran, business matching, hingga akses pasar ekspor dapat menjadi bagian dari strategi tersebut.

4. Libatkan Masyarakat


Usaha desa akan lebih kuat jika masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi ikut terlibat dalam proses pengembangan. Hal ini membantu memastikan bahwa kegiatan usaha sesuai dengan kebutuhan lokal sekaligus menciptakan rasa memiliki.

5. Bangun Kolaborasi


Pemerintah desa, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan pihak swasta dapat memiliki peran berbeda dalam pengembangan ekonomi desa. Kolaborasi memungkinkan desa memperoleh akses terhadap pengetahuan, teknologi, pembiayaan, maupun jaringan pasar yang lebih luas.

Prinsip tersebut juga sejalan dengan pendekatan pendirian BUM Desa yang menekankan kesesuaian usaha dengan kondisi ekonomi dan sosial budaya masyarakat serta pentingnya kapasitas pengelola dan modal usaha.

Bagaimana Desa Sejahtera Astra Mendorong Usaha Berbasis Potensi Lokal?


Desa Sejahtera Astra (DSA) turut mendorong desa-desa di Indonesia dalam mengembangkan potensi lokal menjadi produk bernilai tambah dan memperluas akses pasar. PT Astra International Tbk mencatat DSA sebagai program yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan desa melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas, dan unit bisnis Astra.

Pendekatan ini relevan dengan pengembangan usaha desa karena fokusnya bukan hanya menghasilkan produk, tetapi juga membangun kapasitas dan ekosistem yang mendukung keberlanjutan usaha.

Pada 2025, DSA telah menjangkau 1.533 desa di 180 kabupaten. Rata-rata peningkatan pendapatan masyarakat di DSA tercatat sebesar 56,85%, dengan 3.731 tenaga kerja baru. Selain itu, sebanyak 492 desa dari total DSA telah memasarkan produknya ke 26 negara dengan valuasi ekspor produk DSA mencapai Rp411 miliar hingga 2025.

Berikut adalah sejumlah keberhasilan pengembangan usaha desa yang dilakukan oleh Desa Sejahtera Astra.

1. DSA Banyumas dan Pengembangan Gula Kelapa


Salah satu contoh menarik terdapat di Desa Semedo, Banyumas. Achmad Sobirin, penerima SATU Indonesia Awards 2016, menginisiasi pengembangan koperasi "Semedo Manise" serta produksi gula kelapa kristal yang berhasil menembus ekspor ke 13 negara.

Sebagai fasilitator DSA Banyumas, perannya turut mendorong wilayah tersebut berkembang menjadi salah satu sentra produksi gula kelapa yang signifikan di Banyumas. Program ini menjangkau sekitar 1.100 masyarakat, meningkatkan pendapatan masyarakat hingga 60%, menyerap 325 tenaga kerja, serta mencatat 100% produk terserap pasar.

2. Pengembangan Ekosistem Kopi Bajawa


Contoh lainnya datang dari enam desa di Flores, Nusa Tenggara Timur. Melalui DSA, Astra bekerja sama dengan IPB University untuk memperkuat ekosistem kopi Bajawa melalui peningkatan kapasitas petani, penyediaan infrastruktur produksi, penerapan Good Agricultural Practices (GAP), serta penguatan kelembagaan PT Rumah Kopi Bajawa dan Koperasi Produsen Kopi Ekoheto Sejahtera.

Pendekatan tersebut membantu kopi Bajawa memenuhi standar ekspor. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa kopi Bajawa telah melakukan ekspor perdana ke Thailand serta membuka akses pasar ke Jepang dan Taiwan.

BACA JUGA: Menggali Potensi Desa: Strategi Astra untuk Dorong Kemandirian

Desa Sejahtera Astra, Wujud Komitmen PT Astra International Tbk dalam Pemberdayaan Masyarakat


Usaha desa dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal ketika potensi wilayah dikelola secara tepat, masyarakat dilibatkan, dan produk mendapatkan akses pasar yang memadai. Melalui pengembangan kapasitas dan kolaborasi yang berkelanjutan, usaha desa dapat memberikan manfaat yang lebih luas, mulai dari peningkatan pendapatan hingga penciptaan lapangan kerja.

Pengembangan Desa Sejahtera Astra menjadi salah satu contoh pendekatan tersebut. Jika kamu ingin mengetahui lebih jauh bagaimana PT Astra International Tbk menjalankan berbagai program keberlanjutan dan kontribusi sosial, termasuk pengembangan masyarakat di wilayah pedesaan, kamu dapat membaca Astra Sustainability Report.