






Simak sejarah otomotif di Indonesia dari awal kemunculan kendaraan hingga perkembangan industri dan teknologi otomotif di Tanah Air.
Ekosistem EV
5 menit membaca
0
Bagikan:
Hingga kini, sejarah otomotif di Indonesia terus berkembang dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan konsumen yang beragam serta gaya hidup masyarakat.
Perkembangan ini tidak hanya terlihat dari desain dan performa kendaraan, tetapi juga dari teknologi mesin, sistem keselamatan, hingga upaya menuju kendaraan yang lebih ramah lingkungan.
Dalam artikel ini, kita akan melihat kembali bagaimana evolusi ini bermula dari masa kolonial, melewati masa kejayaan mobil keluarga, hingga langkah berani menuju masa depan rendah karbon.
BACA JUGA: Klasifikasi Jenis Mobil Hybrid dalam Industri Otomotif
Perkembangan otomotif di Indonesia tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dipengaruhi oleh kemajuan teknologi. Berikut penjelasannya.
Sejarah otomotif di Indonesia bermula jauh sebelum masa kemerdekaan. Pada tahun 1894, mobil pertama kali masuk ke Indonesia saat transportasi masih didominasi oleh kereta kuda.
Mobil pertama tersebut dimiliki oleh Raja Kasunanan Solo, Pakubuwono X. Kendaraan bersejarah ini bermerek Benz dengan tipe Victoria Phaeton, hasil karya Karl Benz dari Jerman.
Menariknya, Pakubuwono X memesan mobil tersebut melalui perantara John C. Potter, seorang penjual mobil sekaligus kepala pabrik gula di Probolinggo, Jawa Timur.
Kecintaan Pakubuwono X terhadap teknologi otomotif tidak berhenti sampai di situ. Sekitar 13 tahun kemudian, sang Raja menambah koleksi kendaraan pribadinya dengan mendatangkan Britze Daimler, mobil asal Jerman lainnya yang memiliki teknologi lebih mutakhir.
Setelah kemunculan mobil pertama milik kalangan bangsawan, industri otomotif di Indonesia baru mulai berkembang sekitar dua dekade kemudian.
Pada tahun 1927, perusahaan otomotif asal Amerika Serikat, NV General Motors Java Handel Maatschappij (NVGMJHM) atau PT Perusahaan Dagang General Motors Jawa membuka pabriknya di Tanjung Priok, Jakarta.
Kehadiran pabrik ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat perakitan kendaraan awal di Asia Tenggara. Namun, aktivitas industri tersebut sempat berhenti ketika Jepang menginvasi Indonesia pada tahun 1942.
Setelah Indonesia merdeka, industri otomotif mulai bangkit kembali. Pada tahun 1955, pabrik perakitan di Tanjung Priok kembali beroperasi, tetapi dengan kepemilikan yang sudah beralih ke perusahaan lokal.
Memasuki era 1970-an, industri otomotif Indonesia berkembang semakin pesat. Pemerintah mulai membuka peluang investasi asing, sehingga banyak produsen mobil asal Jepang seperti Toyota, Mitsubishi, dan Honda masuk ke pasar Indonesia.
Kehadiran mereka kemudian melahirkan sistem Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) yang masih digunakan hingga sekarang.
BACA JUGA: Mengenal Industri Otomotif di Indonesia: Tantangan dan Peluang
Masuknya merk asal Jepang, terutama Toyota, memang memiliki kontribusi besar dalam perkembangan model MPV (Multi-Purpose Vehicle) di Indonesia.
Tren ini bermula dari kebijakan pemerintah di era 1970-an yang mendorong produsen otomotif untuk menciptakan kendaraan niaga sederhana yang murah dan serbaguna, atau yang dikenal sebagai program KBNS (Kendaraan Bermotor Niaga Sederhana).
Pada tahun 1977, Toyota meluncurkan Kijang sebagai mobil pikap untuk angkutan barang. Namun, karena banyak digunakan untuk membawa penumpang, Toyota kemudian merilis versi penumpang yang menjadi awal populerinya mobil keluarga berkapasitas tujuh orang di Indonesia.
Kesuksesan MPV kemudian diikuti oleh produsen lain seperti Mitsubishi dengan L300 dan Kuda, serta Isuzu dengan Panther. Sejak saat itu, MPV menjadi salah satu jenis mobil yang paling populer di Indonesia.
Seiring perkembangan otomotif di Indonesia, perubahan tidak hanya terlihat pada desain mobil, tetapi juga pada teknologi mesin dan fitur kendaraan.
Salah satu perkembangan penting dalam dunia otomotif di Indonesia adalah perubahan dari sistem bahan bakar karburator ke Electronic Fuel Injection (EFI) atau injeksi. Inovasi ini membuat mobil menjadi lebih irit dan performa mesin lebih stabil.
Selain mesin, teknologi transmisi juga ikut berkembang. Jika dulu mobil manual lebih banyak digunakan, kini banyak kendaraan menggunakan transmisi otomatis seperti Continuously Variable Transmission (CVT) karena lebih nyaman dan efisien.
Saat ini, mobil juga dilengkapi berbagai fitur keselamatan modern seperti Advanced Driver Assistance Systems (ADAS). Teknologi ini mencakup fitur seperti peringatan tabrakan, peringatan keluar jalur, hingga adaptive cruise control.
Memasuki tahun 2020-an, industri otomotif di Indonesia mulai bergerak menuju era kendaraan listrik. Perubahan ini dilakukan untuk mengurangi emisi karbon sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Pergerakan ini didukung kebijakan pemerintah seperti subsidi pembelian motor listrik dan pemotongan PPN. Selain itu, mobil listrik di Jakarta juga mendapat keuntungan tambahan yaitu bebas dari aturan ganjil genap.
Transisi teknologi ini kemudian direspons dengan langkah nyata oleh Astra sebagai grup usaha nasional terkemuka di sektor otomotif.
Melalui anak perusahaan seperti Toyota Astra Motor, Astra Daihatsu Motor, dan Isuzu Astra Motor Indonesia, Astra aktif memproduksi dan memasarkan kendaraan ramah lingkungan.
Komitmen ini juga tercatat dalam Laporan Sustainability Astra 2024, di mana Astra mendukung target pemerintah Indonesia mencapai Net Zero Emission 2060. Fokusnya meliputi pengembangan kendaraan listrik (BEV), hibrida (HEV), hingga penelitian energi hidrogen.
Hingga kini, Astra telah menghadirkan 22 model kendaraan listrik (xEV) di Indonesia, mulai dari Hybrid Electric Vehicle (HEV) hingga Battery Electric Vehicle (BEV).
BACA JUGA: Mobil Ramah Lingkungan: Inovasi Transportasi yang Lebih Bersih
Perjalanan panjang perkembangan otomotif di Indonesia telah membuktikan bahwa industri ini sangat adaptif terhadap perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat.
Menariknya, evolusi industri tidak lagi hanya fokus pada performa kendaraan, tetapi juga pada tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.
Langkah menuju ekosistem berkendara yang lebih hijau menjadi bukti nyata komitmen industri untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih bagi generasi mendatang.
Ingin tahu lebih dalam soal langkah nyata Astra? Kamu bisa mengintip deretan inovasi otomotif lewat Astra Sustainability Report. Dengan inovasi dan komitmen ini, Astra terus memimpin dalam menghadirkan mobilitas ramah lingkungan dan berkelanjutan di Indonesia.