






Kenali apa itu perusahaan konglomerasi, cara kerjanya, serta contoh perusahaan konglomerasi terkenal di Indonesia dan dunia.
Bisnis & Aksi Perusahaan
6 menit membaca
0
Bagikan:
Dalam dunia bisnis modern, kamu mungkin sering mendengar istilah perusahaan konglomerasi. Meski begitu, masih belum banyak orang yang paham dengan konsep dan arti dari istilah tersebut.
Jadi, sebenarnya apa itu perusahaan konglomerasi? Apakah ada perusahaan konglomerasi di Indonesia? Cari tahu informasi lengkapnya dalam artikel ini!
BACA JUGA: Apa Itu ESG? Kenali Konsep untuk Bisnis Berkelanjutan
Perusahaan konglomerasi adalah perusahaan besar yang memiliki dan juga mengelola berbagai bisnis dari sektor industri yang berbeda dalam satu grup perusahaan. Umumnya, perusahaan memiliki banyak anak perusahaan yang beroperasi di bidang yang tidak selalu berkaitan.
Tujuan utama dari model bisnis ini adalah untuk melakukan diversifikasi usaha. Dengan banyaknya sektor bisnis yang digeluti, perusahaan dapat mengurangi risiko kerugian apabila salah satu sektor mengalami penurunan kinerja.
Adapun beberapa ciri utama perusahaan konglomerasi adalah sebagai berikut.
Model bisnis konglomerasi banyak digunakan oleh perusahaan besar karena memberi fleksibilitas dalam menghadapi perubahan ekonomi dan dinamika pasar.
Strategi konglomerasi menjadi salah satu cara untuk menjaga stabilitas bisnis dalam jangka panjang. Berikut ini adalah beberapa faktor penyebab yang membuat perusahaan menggunakan strategi konglomerasi.
Saat sebuah perusahaan hanya bergantung pada satu sektor, risiko kerugian akan lebih besar jika sektor tersebut mengalami penurunan. Dengan model konglomerasi, risiko ini bisa tersebar di berbagai lini bisnis.
Contohnya, sektor otomotif sedang mengalami penurunan, maka perusahaan masih bisa memperoleh pendapatan dari sektor lain, seperti jasa keuangan atau infrastruktur.
Strategi konglomerasi juga memungkinkan perusahaan untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan memiliki berbagai sektor bisnis, perusahaan dapat melayani kebutuhan konsumen yang berbeda-beda. Hal ini tentu dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan peluang pertumbuhan sekaligus memperkuat posisi di pasar.
Biasanya, perusahaan konglomerasi mempunyai sumber daya yang besar, mulai dari tenaga kerja, teknologi, sampai jaringan distribusi. Dengan diversifikasi bisnis ini, maka sumber daya tersebut bisa dimanfaatkan secara lebih optimal.
Perusahaan konglomerasi juga cenderung memiliki stabilitas finansial yang lebih baik dibandingkan dengan perusahaan yang hanya bergerak di satu sektor saja karena memiliki banyak sumber pendapatan.
Setelah mengetahui definisi perusahaan konglomerasi, berikut adalah beberapa konsep konglomerasi yang kini banyak diterapkan.
Konsep yang pertama adalah konglomerasi sebagai perusahaan induk. Dalam konsep ini, nantinya perusahaan induk hanya melakukan peran pengawasan saja.
Dengan kata lain, fokus utama perusahaan induk adalah mengawasi setiap keputusan yang diambil oleh manajemen di setiap anak perusahaannya. Jadi, semua keputusan dan kebijakan anak perusahaan dapat dikontrol serta dikendalikan.
Konglomerasi sebagai penyokong gurita bisnis mempunyai konsep yang berbeda dengan sebelumnya. Sebab, dalam konsep ini, perusahaan induk justru akan dilindungi dari kerugian oleh anak perusahaannya.
Hal ini karena perusahaan induk tidak wajib membayar kerugian pada anak perusahaan yang mengalami kebangkrutan. Bahkan perusahaan induk juga dapat melepas anak perusahaan yang prospeknya dinilai kurang baik.
Pada akhirnya, manajer anak perusahaanlah yang akan bertanggung jawab terhadap operasional bisnis mereka sendiri.
BACA JUGA: Pengembangan SDM: Fondasi Pertumbuhan Bisnis Keberlanjutan
Berbagai manfaat penerapan konsep konglomerasi bagi bisnis adalah sebagai berikut.
Salah satu manfaat konsep konglomerasi adalah dapat melindungi aset pribadi milik perusahaan. Pada struktur konglomerasi, aset perusahaan dalam satu sektor bisnis dapat diisolasi dari aset di sektor lain.
Artinya, jika salah satu unit bisnis mengalami masalah hukum atau keuangan, aset dari unit bisnis lain tidak akan terlibat dalam proses hukum ataupun risiko keuangan tersebut.
Perusahaan konglomerasi sering kali memiliki struktur hukum yang memisahkan kewajiban perusahaan induk dari anak perusahaan. Apabila salah satu anak perusahaan terlibat dalam masalah hukum atau harus menanggung kewajiban keuangan yang besar, maka perusahaan induk tidak secara otomatis terlibat atau bertanggung jawab atas kewajiban tersebut.
Dalam situasi anak perusahaan mengalami kesulitan keuangan, perusahaan konglomerasi mempunyai kemampuan untuk memberi dukungan finansial atau sumber daya dari anak perusahaan lainnya.
Hal ini bisa membantu anak perusahaan gagal bayar atau mengalami kebangkrutan yang bisa berdampak pada kondisi finansial perusahaan secara keseluruhan.
Konglomerasi dapat menciptakan diversifikasi pendapatan dan juga laba. Dengan kata lain, saat satu sektor bisnis mengalami fluktuasi atau penurunan performa, pendapatan dan laba dari sektor lain dapat menjaga stabilitas keuangan keseluruhan perusahaan.
Dalam perusahaan konglomerasi, manajemen mempunyai peluang untuk mengembangkan keahlian yang lebih luas. Hal ini karena mereka harus mengelola berbagai bisnis dengan karakteristik yang berbeda, sehingga dapat meningkatkan kapabilitas manajemen perusahaan.
Perusahaan konglomerasi yang memiliki banyak sektor bisnis juga dapat mengurangi biaya modal atau cost of capital. Strategi konglomerasi ini tentu dapat mengurangi risiko investasi keseluruhan. Jadi, dapat meminimalisir biaya pinjaman dan memperoleh akses pembiayaan bunga yang lebih rendah.
PT Astra International Tbk adalah perusahaan konglomerasi yang bergerak dalam sektor otomotif, pertambangan, hingga agrobisnis. Beberapa anak perusahaannya, seperti Toyota Astra Motor, United Tractors, dan Astra Agro Lestari.
Astra juga telah berhasil menggabungkan berbagai lini bisnis dalam portofolio mereka. Hal inilah yang menjadikannya sebagai salah satu perusahaan terbesar di Indonesia.
Berikut ini adalah berbagai lini bisnis utama Astra yang saling mendukung satu sama lain.
Model bisnis konglomerasi tentu memiliki dampak besar terhadap perkembangan ekonomi suatu negara. Beberapa kontribusinya, antara lain:
Umumnya, perusahaan konglomerasi mempekerjakan banyak karyawan di berbagai sektor industrinya. Hal inilah yang dapat membantu meningkatkan kesempatan kerja bagi masyarakat.
Dengan sumber daya yang besar, perusahaan konglomerasi mampu berinvestasi dalam riset dan pengembangan untuk menciptakan inovasi baru.
Banyak perusahaan konglomerasi yang menjalin kerja sama dengan pelaku usaha kecil dan menengah sebagai bagian dari rantai pasok bisnis mereka.
Perusahaan konglomerasi juga mempunyai kemampuan untuk melakukan investasi jangka panjang yang mendukung pembangunan ekonomi nasional.
BACA JUGA: Corporate Sustainability: Langkah Bisnis untuk Alam dan Sosial
Model perusahaan konglomerasi merupakan strategi bisnis yang memungkinkan perusahaan berkembang melalui diversifikasi usaha di berbagai sektor industri. Pendekatan ini dapat membantu perusahaan untuk mengurangi risiko bisnis sekaligus menciptakan stabilitas pertumbuhan dalam jangka panjang.
Di Indonesia, keberadaan perusahaan konglomerasi seperti Astra menunjukkan peran penting perusahaan dalam pembangunan ekonomi nasional. Dengan berbagai sektor bisnis yang dimiliki, perusahaan konglomerasi mampu menciptakan lapangan kerja, mendorong inovasi industri, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Cek langsung berbagai program serta inisiatif Astra melalui Astra Sustainability Report untuk lihat bagaimana perusahaan besar menjalankan bisnis secara bertanggung jawab dan berkontribusi bagi pembangunan Indonesia.