
Temukan cara memperkuat pembangunan ekonomi lokal melalui kolaborasi pemerintah, bisnis, dan komunitas demi pertumbuhan daerah.
Keberlanjutan
5 menit membaca
0
Bagikan:
Pertumbuhan ekonomi yang kuat tidak hanya diukur dari angka nasional, tetapi juga bagaimana masyarakat di tingkat daerah merasakan dampaknya. Itulah mengapa, pengembangan ekonomi lokal kini menjadi sebuah konsep yang semakin relevan.
Bukan hanya pemerintah, saat ini perusahaan juga memiliki kontribusi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat komunitas. Melalui program pemberdayaan, pelatihan, dan penguatan usaha kecil, perusahaan dapat membantu menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.
BACA JUGA: Ekonomi Sirkular Astra: Solusi Penghematan untuk Keberlanjutan
Pengembangan ekonomi lokal adalah usaha mengoptimalkan sumber daya lokal dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, masyarakat lokal, dan juga organisasi masyarakat madani untuk mengembangkan ekonomi pada suatu wilayah.
Selain itu, konsep ini juga dapat diartikan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat ekonomi dalam suatu wilayah dengan bertumpukan pada kekuatan lokal, termasuk kekuatan nilai lokasi, sumber daya alam dan manusia, teknologi, serta kemampuan manajemen kelembagaan maupun aset pengalaman.
Adapun berbagai faktor yang penting untuk dipertimbangkan bagi pengembangan ekonomi lokal adalah sebagai berikut.
Ada beberapa alasan yang membuat pengembangan ekonomi lokal menjadi sangat penting, seperti:
Berikut ini adalah berbagai tujuan dan sasaran dalam pengembangan ekonomi lokal.
1. Terlaksananya upaya percepatan pengembangan ekonomi lokal melalui pelibatan pemerintah, dunia usaha, masyarakat lokal, serta organisasi masyarakat madani dalam suatu proses yang partisipatif.
2. Terbangun dan berkembangnya kemitraan serta aliansi strategis dalam upaya percepatan pengembangan ekonomi lokal di antara stakeholder secara sinergis.
3. Terbangunnya sarana dan prasarana ekonomi yang mendukung upaya percepatan pengembangan ekonomi lokal.
4. Terwujudnya pengembangan serta pertumbuhan UKM secara ekonomi dan berkelanjutan.
5. Terwujudnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
6. Terwujudnya peningkatan pendapatan masyarakat, berkurangnya pengangguran, dan menurunnya tingkat kemiskinan.
7. Terwujudnya peningkatan pemerataan antar kelompok, sektor, dan wilayah.
8. Terciptanya ketahanan dan kemandirian ekonomi masyarakat lokal.
Dalam penerapannya, pengembangan ekonomi lokal memiliki beberapa hal yang menjadi fokus, di antaranya:
1. Peningkatan kandungan lokal
2. Pelibatan stakeholder secara substansial dalam kemitraan strategis
3. Peningkatan ketahanan dan kemandirian ekonomi
4. Pembangunan yang berkelanjutan
5. Pemanfaatan hasil pembangunan oleh mayoritas masyarakat lokal
6. Pengembangan usaha kecil dan menengah
7. Pertumbuhan ekonomi yang dicapai secara inklusif
8. Penguatan kapasitas dan peningkatan kualitas sumber daya manusia
9. Pengurangan kesenjangan antar golongan masyarakat, sektor, dan daerah
10. Pengurangan dampak negatif dari kegiatan ekonomi terhadap lingkungan
Berdasarkan keterkaitan dan fokus kebijakannya, pengembangan ekonomi lokal berfokus pada tiga komponen, yaitu perluasan ekonomi, pemberdayaan masyarakat dan pengembangan komunitas, serta pembangunan wilayah yang ketiganya saling berkaitan satu sama lain.
Pemerataan pembangunan sendiri sudah tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945 alinea keempat, yaitu "Memajukan kesejahteraan umum".
Kemudian dalam kegiatan pengoptimalan sebuah pembangunan ekonomi lokal di era otonomi dan mengacu pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, yaitu "Pemerintah daerah berwenang untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan."
Dengan kata lain, pemerintah daerah dituntut untuk meningkatkan daya saingnya untuk mencapai pertumbuhan tingkat kesejahteraan yang tinggi dan berkelanjutan dengan tetap terbuka pada persaingan domestik dan internasional.
Aspek sosial menjadi salah satu pilar penting dalam strategi keberlanjutan Astra. Upaya mendukung komunitas melalui pemberdayaan ekonomi menunjukkan bagaimana pengembangan ekonomi lokal diintegrasikan dalam pendekatan bisnis yang bertanggung jawab.
Salah satu inisiatif yang dilakukan Astra adalah dengan menjalankan program Astranauts. Singkatnya, program ini adalah inisiatif yang dikelola oleh Group Digital Strategy untuk memacu perkembangan UMKM dan start-up di bidang ekonomi berkelanjutan melalui teknologi.
Astra percaya bahwa mendukung kewirausahaan dan UMKM merupakan langkah kunci dalam meningkatkan ekonomi lokal. Pada tahun 2024, program Astranauts telah memiliki 1.285 UMKM binaan, 16 start-up binaan, dan 4 Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB).
BACA JUGA: Apa Itu Green Economy, Wujud Sinergi Ekonomi & Keberlanjutan
Di era ekonomi yang dinamis, pengembangan ekonomi lokal telah menjadi strategi nyata untuk menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui pemberdayaan usaha dan kolaborasi lintas sektor, komunitas lokal dapat tumbuh secara mandiri. Adapun dalam konteks berkelanjutan, kontribusi yang dilakukan Astra, seperti yang tercermin dalam Astra Sustainability Report, menunjukkan bahwa perusahaan dapat berperan aktif dalam mendukung ekonomi komunitas.