Dalam beberapa tahun terakhir, istilah green company semakin sering muncul dalam diskusi global, kebijakan politik, sampai dengan strategi bisnis. Pada dasarnya, konsep ini hadir sebagai respons atas tantangan yang kini sedang dihadapi dunia, mulai dari perubahan iklim hingga krisis sumber daya alam.
Namun, sebenarnya apa itu green economy dan mengapa konsep ini menjadi semakin relevan? Buat kamu yang penasaran, simak artikel ini sampai akhir, ya!
Apa Itu Green Economy?
Ekonomi hijau atau green economy adalah sebuah kegiatan ekonomi yang tidak mengabaikan berbagai aspek lingkungan, sehingga dalam penerapannya tetap memperhatikan permasalahan lingkungan di sekitar.
Secara umum, tujuan utama penerapan konsep ini adalah agar keseimbangan ekosistem dan kesejahteraan bisa terwujud. Kegiatan yang menganut ekonomi hijau ini dilakukan dengan membatasi penggunaan sumber daya alam.
Selain itu, sistem yang rendah karbon juga terus dioptimalkan agar dapat mengurangi dampak buruknya terhadap lingkungan dan makhluk hidup.
Sementara menurut United Nations Conference on Trade and Development atau UNCTAD, ekonomi hijau adalah kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara umum serta mengurangi berbagai ketimpangan yang ada.
Hal ini dapat diwujudkan melalui berbagai aktivitas yang bisa membuat generasi selanjutnya tidak perlu menghadapi risiko lingkungan yang berlebihan ataupun kelangkaan ekologis.
Mengapa Green Economy Menjadi Konsep yang Penting Diterapkan Saat Ini?
Model ekonomi konvensional yang sudah dilakukan selama puluhan tahun terbukti mampu mendorong pertumbuhan, tetapi praktiknya sering kali mengorbankan lingkungan. Eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan, pencemaran, hingga emisi karbon menjadi konsekuensi yang sekarang harus dihadapi bersama.
Di sinilah green economy menjadi penting karena menawarkan pendekatan yang lebih seimbang. Beberapa alasan yang membuat konsep ini menjadi relevan dan perlu diterapkan, antara lain:
-
Mengurangi dampak perubahan iklim
-
Menjaga ketersediaan sumber daya alam
-
Menciptakan lapangan kerja baru di sektor hijau
-
Mendorong inovasi dan teknologi ramah lingkungan
-
Meningkatkan ketahanan ekonomi jangka panjang
Prinsip-Prinsip Green Economy
Berikut ini adalah lima prinsip utama dalam green economy yang menjadi dasar dalam strategi penerapannya.
1. Kesejahteraan (Well-Being)
Green economy memberikan peluang kepada semua orang untuk bisa menciptakan dan juga merasakan kesejahteraan. Hal ini tidak terlepas dari konsep ekonomi hijau yang bersifat people-centered, sehingga memiliki tujuan utama untuk mewujudkan kemakmuran.
Selain itu, konsep ini juga berfokus pada peningkatan pendapatan yang menyokong kesejahteraan. Tidak hanya yang bersifat finansial, namun juga mencakup seluruh modal manusia, termasuk modal sosial, modal fisik, dan alam.
Kemudian penerapan konsep ini turut serta menawarkan peluang untuk kehidupan, usaha, dan pekerjaan yang ramah lingkungan serta layak. Oleh karena itu, tidak heran jika ekonomi hijau dibangun berdasarkan tindakan kolektif untuk kepentingan bersama.
2. Keadilan (Justice)
Dalam penerapannya, konsep ini memiliki prinsip untuk mendorong kesetaraan pada semua generasi. Pasalnya, ekonomi hijau bersifat inklusif, tidak diskriminatif, dan mendukung pemberdayaan perempuan.
Dalam hal ini, ekonomi hijau berusaha untuk mengurangi kesenjangan sekaligus memberikan ruang bagi kehidupan demi melestarikan ketahanan bagi generasi mendatang. Selain itu, prinsip keadilan juga berupaya untuk melindungi hak asasi manusia, hak pekerja, masyarakat adat dan minoritas, serta hak atas pembangunan berkelanjutan.
3. Planetary Boundaries
Prinsip selanjutnya adalah planetary boundaries yang berfokus untuk menjaga, memulihkan, dan berinvestasi pada alam. Jadi, konsep ini mengakui dan memelihara nilai-nilai yang ada di alam, seperti nilai budaya, fungsional, dan ekologis.
Tidak hanya itu saja, konsep ini juga mengakui batas alam, sehingga senantiasa menerapkan kehati-hatian dalam penggunaannya.
4. Efisiensi dan Kecukupan (Efficiency and Sufficiency)
Green economy senantiasa mendorong pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan. Bahkan konsep ini mengakui bahwa harus ada perubahan global yang signifikan untuk membatasi penggunaan sumber daya.
5. Good Governance
Prinsip good governance diterapkan untuk membangun integrasi antarlembaga yang dinamis dengan berbasis sains yang relevan dan pengetahuan lokal. Prinsip ini mencoba untuk mengintegrasikan antara perekonomian ramah lingkungan yang bersifat interdisipliner.
Penerapan Green Economy di Indonesia
Di Indonesia, penerapan green economy telah menjadi bagian dari upaya mencapai pembangunan berkelanjutan. Pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan mendorong transisi menuju ekonomi yang lebih hijau melalui kebijakan, investasi, dan juga kolaborasi lintas sektor.
Beberapa area utama penerapan ekonomi hijau di Indonesia yang kini sudah mulai dikembangkan adalah sebagai berikut.
-
Transisi Energi: Pengembangan energi terbarukan dan peningkatan efisiensi menjadi langkah penting dalam mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil.
-
Pengelolaan Sumber Daya Alam: Pendekatan yang lebih bertanggung jawab dalam pengelolaan hutan, air, dan lahan untuk menjaga keseimbangan ekosistem.
-
Industri Berkelanjutan: Penerapan praktik produksi yang lebih bersih, efisien, dan minim limbah di sektor industri.
-
Ekonomi Sirkular: Pengurangan limbah melalui daur ulang, penggunaan kembali, dan desain produk yang lebih berkelanjutan.
Manfaat Green Economy bagi Indonesia
Implementasi ekonomi hijau memberikan berbagai manfaat jangka panjang. Berikut adalah beberapa di antaranya.
-
Reduksi Emisi Karbon: Dengan beralih dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan, seperti matahari, angin, dan air, maka dapat mengurangi jejak karbon global sekaligus memperlambat laju perubahan iklim.
-
Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan: Konsep ini membuka peluang baru untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, seperti menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong inovasi dalam berbagai sektor ekonomi.
-
Kesehatan dan Kesejahteraan: Green economy berkontribusi pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan karena bisa mengurangi polusi udara dan air serta mempromosikan gaya hidup yang lebih sehat.
-
Keanekaragaman Hayati yang Lebih Baik: Salah satu cara efektif melindungi keanekaragaman hayati bumi adalah dengan memprioritaskan praktik pertanian berkelanjutan dan pengelolaan hutan secara bijaksana guna menjaga kesehatan ekosistem untuk mendukung kehidupan kita.
Tantangan Penerapan Green Economy
Meski memiliki banyak manfaat, green economy juga kerap kali dihadapkan pada sejumlah tantangan, seperti:
-
Ketergantungan yang Tinggi pada Energi Fosil: Sektor ekonomi Indonesia hingga kini masih sangat bergantung pada batu bara dan minyak bumi, sehingga membuat transisi ke energi bersih berjalan lambat.
-
Kesadaran dan Pendidikan: Masih banyak orang yang kurang menyadari pentingnya ekonomi hijau dan cara-cara untuk berkontribusi pada keberlanjutan.
-
Investasi Awal yang Tinggi: Dibutuhkan biaya besar untuk infrastruktur energi terbarukan dan adopsi teknologi ramah lingkungan.
Green Economy sebagai Praktik Nyata untuk Lingkungan dan Kehidupan Masa Depan yang Lebih Baik
Konsep green economy adalah suatu hal yang penting untuk dipahami oleh setiap individu. Dengan pendekatan yang tepat, pertumbuhan ekonomi dapat berjalan seiring dengan pelestarian alam dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kamu juga bisa melihat penerapan prinsip
green economy oleh Astra yang dilakukan melalui berbagai strategi bisnis, pengelolaan lingkungan, dan dampak sosial yang terukur melalui
Astra Sustainability Report.