










Kenali apa itu green building, konsep bangunan ramah lingkungan yang efisien energi dan berdampak positif bagi masa depan bumi.
Keberlanjutan
7 menit membaca
0
Bagikan:
Tahukah kamu kalau sektor konstruksi turut menyumbang emisi karbon global? Oleh karena itulah, konsep bangunan green building menjadi sangat penting untuk masa depan yang lebih hijau.
Di tengah meningkatnya kesadaran akan perubahan iklim, penerapan konsep ini di berbagai negara, termasuk green building di Indonesia, semakin berkembang pesat. Jika kamu tertarik ingin tahu lebih jauh tentang apa itu green building, simak artikel ini sampai akhir, ya.
BACA JUGA: Energi Terbarukan di Indonesia: Simak Solusi dan Peluangnya!
Green building adalah bangunan yang dirancang, dibangun, dan dikelola untuk meminimalkan penggunaan sumber daya alam, seperti energi, air, dan material, serta mengurangi limbah dan polusi yang dihasilkan selama masa operasinya.
Bangunan hijau ini bukan hanya sekadar efisien secara teknis, tetapi juga tetap memperhatikan kenyamanan dan kesehatan manusia yang beraktivitas di dalamnya. Beberapa prinsip utama dari bangunan green building meliputi:
Dengan adanya kombinasi prinsip ini, green building dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi manusia sekaligus menjaga keseimbangan bumi.
Oleh karena itu, sangat penting memahami apa itu green building karena sektor bangunan menyumbang konsumsi energi dan emisi karbon yang cukup besar. Tanpa pengelolaan yang tepat, bangunan bisa berdampak negatif terhadap lingkungan dan kualitas hidup manusia.
Secara umum, fungsi green building adalah sebagai berikut.
1. Sebagai sarana untuk menghemat sumber daya alam yang semakin langka dan mahal. Dengan begitu, green building dapat membantu menjaga ketersediaan dan keseimbangan sumber daya alam untuk generasi mendatang.
2. Sebagai sarana untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan seperti polusi udara dan pemanasan global. Artinya, green building dapat menjaga kesehatan dan keselamatan lingkungan untuk makhluk hidup di dalamnya.
3. Sebagai sarana untuk meningkatkan nilai estetika dan ekonomi bangunan. Hal ini tidak terlepas dari desain bangunan yang unik, inovatif, dan menarik.
Menerapkan konsep green building di Indonesia bukan hanya soal tanggung jawab terhadap bumi, tapi juga memberikan banyak manfaat jangka panjang, baik secara ekonomi maupun sosial. Berikut ini adalah beberapa manfaat utamanya.
Green building bisa menciptakan kenyamanan dan kesehatan bagi para penghuninya. Hal ini tidak terlepas dari desain bangunan yang memperhatikan ventilasi, pencahayaan, suhu, kebisingan, dan kualitas udara dalam ruangan.
Tidak hanya itu saja, green building juga bisa meningkatkan produktivitas ruangan dan kreativitas penghuninya karena mampu memberikan suasana yang nyaman serta menyenangkan.
Green building dapat membantu mengurangi biaya operasional dan pemeliharaan bangunan dengan cara menghemat penggunaan energi listrik. Hal ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan energi terbarukan, seperti turbin angin atau panel surya. Kemudian bisa juga menggunakan peralatan listrik yang hemat energi, seperti lampu LED atau AC inverter.
Manfaat selanjutnya adalah dapat menghemat sumber daya air dengan cara memanfaatkan air hujan, air daur ulang, ataupun air sumur resapan. Nantinya, air tersebut bisa digunakan untuk keperluan irigasi, sanitasi, atau pendinginan.
Selain itu, bangunan hijau ini juga bisa mengurangi limbah air melalui penggunaan peralatan sanitasi yang hemat air. Misalnya, seperti toilet dengan dua tombol siram ataupun keran otomatis.
Mengurangi jejak karbon sebagai salah satu langkah untuk menyelamatkan lingkungan juga menjadi bagian dari manfaat bangunan green building. Jadi, bangunan ini bisa mengurangi jejak karbon atau emisi gas rumah kaca yang berasal dari sektor bangunan.
Caranya adalah dengan mengurangi konsumsi energi fosil, seperti minyak bumi atau batubara. Hal ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan energi terbarukan atau menggunakan peralatan listrik yang hemat energi.
Terakhir, green building bisa digunakan dalam waktu yang lama karena memiliki desain bangunan yang fleksibel dan adaptif terhadap perubahan lingkungan. Apalagi bangunan ini juga menggunakan bahan material yang mudah dibongkar pasang atau dimodifikasi. Bahkan beberapa juga menggunakan sistem modular yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan penghuni.
Agar bisa dikategorikan sebagai bangunan ramah lingkungan, berikut ini adalah beberapa kriteria yang harus dipenuhi.
Membangun green building tentu saja membutuhkan perencanaan yang matang. Secara umum, proses pembangunannya meliputi:
1. Perencanaan desain yang ramah lingkungan
2. Pemilihan material berkelanjutan
3. Penerapan teknologi efisiensi energi dan air
4. Pengelolaan konstruksi yang bertanggung jawab
5. Operasional dan pemeliharaan bangunan berkelanjutan
Proses ini memastikan bahwa prinsip apa itu green building diterapkan secara konsisten dari awal hingga akhir.
Kamu tidak harus membangun gedung besar untuk menerapkan apa itu green building. Berikut adalah beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PUPR telah mengeluarkan regulasi tentang green building, tepatnya pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau.
Selain itu, Green Building Council Indonesia (GBCI) juga turut mengembangkan sistem penilaian Greenship yang kini telah menjadi standar nasional untuk menilai tingkat keberlanjutan sebuah gedung.
Di kota besar seperti Jakarta, semakin banyak gedung perkantoran dan residensial yang menerapkan prinsip hijau ini. Salah satunya adalah Menara Astra yang menjadi contoh sukses penerapan green building di Indonesia.
Salah satu gedung perkantoran tertinggi di Jakarta ini tidak hanya megah, tapi juga ramah lingkungan. Sebagai bagian dari strategi keberlanjutan PT Astra International Tbk, Menara Astra dibangun dengan prinsip bangunan green building.
Inisiatif pembangunan green building ini juga sejalan dengan program Sustainability Astra yang menekankan komitmen perusahaan untuk berkontribusi pada tujuan Net Zero Emission 2060. Dengan langkah nyata seperti Menara Astra, PT Astra International Tbk telah membuktikan bahwa perusahaan besar bisa menjadi pionir keberlanjutan di Indonesia.
BACA JUGA: Partisipasi PT AT Indonesia dalam Green Economy Expo 2024
Dari penjelasan di atas, kamu sudah tahu bahwa green building adalah salah satu solusi nyata untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan. Penerapan bangunan green building seperti Menara Astra membuktikan bahwa desain ramah lingkungan dapat berjalan seiring dengan efisiensi dan estetika modern.
PT Astra International Tbk melalui Sustainability Report terus berkomitmen menghadirkan inovasi berkelanjutan dalam berbagai sektor. Termasuk infrastruktur dan operasional bisnisnya sebagai bukti nyata bahwa keberlanjutan telah menjadi budaya yang tumbuh dalam setiap lapisan PT Astra International Tbk.