Di tengah perubahan ekonomi global hingga tantangan keberlanjutan, sering kali perusahaan tidak hanya mengandalkan satu lini usaha saja. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, diversifikasi bisnis sudah menjadi strategi bisnis yang diterapkan banyak perusahaan.
Namun, sebenarnya apa arti dari istilah tersebut? Mengapa strategi ini relevan diterapkan di era ini? Buat kamu yang ingin tahu lebih banyak tentang konsep dan strategi tersebut, simak penjelasannya dalam artikel ini!
BACA JUGA: Apa Itu ESG? Kenali Konsep untuk Bisnis Berkelanjutan
Definisi Diversifikasi Bisnis
Diversifikasi bisnis adalah perluasan baik barang maupun jasa yang bertujuan untuk meningkatkan keuntungan dari sebuah perusahaan.
Jika dilihat dalam arti lainnya, konsep ini merujuk pada upaya untuk menciptakan dan mencari produk serta pasar baru untuk mengejar peningkatan penjualan, pertumbuhan, keuntungan, dan juga fleksibilitas perusahaan.
Selain itu, diversifikasi juga bisa dimaknai sebagai perluasan terhadap barang atau jasa yang sudah ada dengan tujuan meningkatkan keuntungan perusahaan. Jadi, ini merupakan strategi untuk meningkatkan keuntungan perusahaan melalui penjualan barang atau jasa pada pasar baru dengan sistem yang baru.
Penerapan strategi ini memungkinkan perusahaan melakukan perluasan usaha pada segmentasi pasar yang baru dengan industri yang sudah ada.
Mengapa Diversifikasi Bisnis Itu Penting?
Kalau kamu melihat dinamika bisnis saat ini, ada banyak faktor yang sulit diprediksi, seperti fluktuasi ekonomi, regulasi, perubahan teknologi, hingga isu lingkungan. Di sinilah strategi diversifikasi bisnis menjadi relevan.
Beberapa alasan mengapa diversifikasi bisnis menjadi strategi yang penting, antara lain:
-
Mengurangi Risiko Ketergantungan: Saat perusahaan hanya fokus pada satu lini usaha, risiko menjadi sangat terkonsentrasi. Sementara diversifikasi dapat membantu menyebarkan risiko tersebut.
-
Meningkatkan Ketahanan Perusahaan: Dengan portofolio usaha yang beragam, perusahaan menjadi lebih tangguh menghadapi guncangan ekonomi.
-
Membuka Peluang Inovasi: Masuk ke sektor baru sering kali dapat memicu inovasi produk dan layanan.
-
Mendukung Pertumbuhan Jangka Panjang: Diversifikasi bisnis membuka sumber pendapatan baru yang dapat menopang pertumbuhan berkelanjutan.
Strategi Diversifikasi Bisnis
Dalam prosesnya, setidaknya ada empat strategi dalam diversifikasi usaha yang bisa dilakukan, yaitu:
1. Diversifikasi Horizontal
Pada diversifikasi horizontal, kamu akan membagi usaha ke samping secara konglomerasi atau konsentris. Dengan kata lain, setiap inti usaha memiliki derajat atau tingkatan yang sama dengan pembeda berupa target dan kebutuhannya.
2. Diversifikasi Vertikal
Sama seperti namanya, diversifikasi bisnis membagi usaha dari atas ke bawah, di mana setiap perusahaan mempunyai kebebasan untuk memasarkan produknya. Misalnya, saat perusahaan memproduksi komputer, maka untuk mendapat keuntungan lebih, perusahaan harus bekerja sama dengan perusahaan lain.
3. Diversifikasi Keuangan
Diversifikasi keuangan dapat dilakukan melalui investasi moderat dan agresif. Secara umum, investasi moderat adalah berinvestasi secara tidak langsung melewati perusahaan finansial dengan risiko dan keuntungan yang dibatasi, seperti deposito dan tabungan.
Berbeda halnya dengan investasi agresif yang bisa dilakukan secara langsung melalui perusahaan finansial. Hal inilah yang membuat risiko dan keuntungannya berbanding lurus. Investasi agresif bisa dilakukan di saham atau futures trading.
4. Diversifikasi Konglomerasi
Strategi diversifikasi bisnis ini digunakan untuk membandingkan produk dengan memproduksi barang yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan sebelumnya.
Umumnya, strategi ini digunakan untuk pelebaran sayap bisnis karena nilai investasi dan peluang yang menarik di dalamnya.
Tujuan Diversifikasi Bisnis
Harberg dan Rieple, tokoh ilmu bisnis dunia, menjelaskan bahwa ada beberapa tujuan dari diversifikasi yang penting untuk diketahui, antara lain sebagai berikut.
1. Mencapai Suatu Sinergi
Kombinasi antara berbagai segmen usaha bisa membuat sinergi tercapai dengan lebih mudah. Di mana hal ini tidak akan mungkin tercapai apabila masing-masing usaha bekerja sendiri.
2. Mencegah Adanya Pesaing
Sebuah perusahaan yang menguasai usaha sumber daya yang strategis akan memberikannya nilai tambah sekaligus mencegah penguasaan dari pesaingnya.
3. Meminimalisir Risiko
Berinvestasi pada beberapa jenis bisnis akan membuat risiko dari suatu bisnis tidak bisa memengaruhi perusahaan secara total. Hal ini karena risiko tersebut akan diimbangi juga dengan adanya return dari usaha yang lain.
4. Mengendalikan Distributor dan Pemasok
Tujuan diversifikasi bisnis yang terakhir adalah untuk memudahkan perusahaan dalam mengendalikan mutu dan harga, sehingga bisa bersaing dengan kompetitor.
Keuntungan Diversifikasi Bisnis
Berikut adalah beberapa keuntungan yang bisa diperoleh saat menerapkan diversifikasi bisnis.
1. Pertumbuhan dan Pendapatan yang Stabil
Salah satu keuntungan diversifikasi bisnis adalah kemungkinan untuk menjangkau pasar baru yang semakin luas. Jadi, pertumbuhan bisnis kamu akan semakin pesat karena produk yang beragam bisa menjangkau pelanggan dengan berbagai preferensi.
Dengan begitu, perusahaan akan mengalami peningkatan laba, baik berupa penjualan maupun investor. Tidak hanya itu, diversifikasi juga dapat memberi nilai tambah saat kamu berinvestasi kepada perusahaan yang mampu memberi keuntungan lebih.
2. Pengurangan Risiko
Saat ada salah satu bisnis yang produksinya menurun dan berpengaruh pada keuntungan juga akan menurun, diversifikasi bisnis mampu meminimalisir risiko tersebut.
Hal ini karena perusahaan telah melakukan investasi lebih dari satu lini bisnis. Jadi, kerugian dari satu bisnis yang turun tersebut bisa ditutupi dari keuntungan yang didapat oleh bisnis lain yang sedang laris di pasaran.
3. Pemanfaatan Keahlian dan Sumber Daya yang Ada
Semakin banyak bisnis yang dimiliki dan semakin besar kebutuhan pasar, sudah pasti sumber daya yang dibutuhkan akan semakin besar. Artinya, perusahaan akan membuka lapangan lapangan kerja baru yang dibutuhkan untuk memproduksi barang baru.
4. Pemanfaatan Sinergi
Diversifikasi juga berperan penting dalam menciptakan sinergi antardivisi bisnis. Dengan menggabungkan kekuatan dari berbagai lini bisnis, perusahaan dapat berbagi sumber daya, memperluas kolaborasi, dan meningkatkan efisiensi operasional.
Selain itu, sinergi ini juga dapat membantu perusahaan untuk menciptakan nilai tambah sekaligus memperkuat daya saing pasar.
5. Jangkauan Pelanggan yang Lebih Luas
Diversifikasi bisnis memungkinkan perusahaan menjangkau lebih banyak pelanggan. Hal ini karena perusahaan mempunyai banyak produk berbeda yang ditujukan untuk preferensi pelanggan yang berbeda.
Diversifikasi Bisnis sebagai Strategi Perusahaan untuk Mempertahankan Usaha Secara Berkelanjutan
Jadi, diversifikasi bisnis bukan sekadar istilah manajemen yang terdengar kompleks. Pasalnya, konsep ini telah menjadi strategi nyata untuk menjaga stabilitas, membuka peluang baru, dan memperkuat daya tahan perusahaan dalam jangka panjang.
Kamu bisa melihat bahwa diversifikasi bisnis adalah bagian dari pendekatan strategis tentang pengelolaan risiko dan kerbelanjutan. Di Astra sendiri, keberagaman portofolio bisnis yang tercermin dalam
Astra Sustainability Report menunjukkan implementasi strategi dengan tetap mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Dalam laporan tersebut, kamu juga bisa melihat Astra sebagai perusahaan besar mengintegrasikan strategi diversifikasi dengan prinsip keberlanjutan untuk memberikan perspektif yang lebih luas.