










Gula aren organik dari Desa Sejahtera Astra Temon Pacitan resmi menembus pasar Malaysia, Belanda, dan Australia melalui program pemberdayaan UMKM.
Bisnis & Aksi Perusahaan
5 menit membaca
0
Bagikan:
PACITAN, JAWA TIMUR – Astra kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemandirian ekonomi perdesaan melalui pelepasan ekspor komoditas unggulan. Kali ini, gula aren organik hasil produksi Desa Sejahtera Astra (DSA) Temon Pacitan resmi menembus pasar internasional menandai babak baru bagi UMKM lokal di kancah global.
BACA JUGA: Mengenal Desa Mandiri: Pilar Menuju Masyarakat Berkelanjutan
Melalui program Desa Sejahtera Astra (DSA) Temon Pacitan, Astra melepas ekspor lebih dari 11 ton gula aren organik ke Malaysia, Belanda, dan Australia pada Kamis (12/2). Program yang dijalankan bersama Temon Agro Lestari sejak 2025 ini telah berhasil memberdayakan 400 warga dari lima desa di Kabupaten Pacitan, yaitu Desa Temon, Karanggede, Karangrejo, Gondang, dan Ngreco, untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.
Pelepasan ekspor ini merupakan bukti nyata keberhasilan pengembangan ekonomi berbasis komunitas di hulu hingga hilir. Adapun produk yang dikembangkan berupa gula aren organik dalam bentuk gula cetak, gula semut, gula cair, dan mini cube.
Produk-produk tersebut dibuat melalui pendampingan berkelanjutan, di antaranya:
Program ini mencatat peningkatan pendapatan petani hingga 50–70% dengan 100% produk terserap pasar baik lokal maupun global.
Kegiatan pelepasan ekspor gula aren organik ini dilakukan langsung oleh:
Selain itu, turut hadir pula perwakilan fasilitator Program Desa Sejahtera Astra Pacitan, local champion, dan petani penderes setempat.
"Kami mengapresiasi komitmen Astra yang secara konsisten mendampingi desa hingga mampu meningkatkan kapasitas usaha dan menembus pasar ekspor. Ke depan, kami berharap kolaborasi ini dapat terus diperkuat demi mendorong kemandirian ekonomi desa dan kemajuan negeri yang kita cintai," ujar Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia Yandri Susanto.
“Langkah ini menjadi tonggak penting bagi Astra dalam memperluas jangkauan pasar produk unggulan Desa Sejahtera Astra ke pasar global dengan memberikan pendampingan yang konsisten, mendukung kolaborasi lintas sektor, serta penguatan kualitas produk yang diharapkan dapat membuka peluang pasar yang lebih luas serta dapat memberikan manfaat ekonomi yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat untuk hari ini dan masa depan Indonesia,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto.
Dalam rangka memperkuat daya saing produk, pembinaan dilakukan melalui pelatihan pra SNI organik, pendampingan penerapan Internal Control System (ICS) Organik, pelaksanaan audit Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), serta revitalisasi dapur bersih petani guna memastikan pemenuhan standar mutu dan keamanan pangan sesuai kebutuhan pasar ekspor.
BACA JUGA: Program Inovasi Desa: Langkah untuk Keberlanjutan Masyarakat
Ekspor meliputi 10 ton ke Malaysia dengan nilai sekitar Rp400 juta, 1 ton ke Belanda (5.000 pcs kemasan 200 gram) dengan nilai sekitar Rp67,5 juta, serta 500 kilogram ke Australia (2.500 pcs mini cube kemasan 200 gram) dengan nilai sekitar Rp67,5 juta.
Sejak diluncurkan pada tahun 2018, program Desa Sejahtera Astra telah menjangkau 1.280 desa di 35 provinsi di Indonesia, dengan 548 desa berhasil melakukan ekspor dan total ekspor mencapai Rp411 miliar pada periode 2021–2025. Selain program Desa Sejahtera Astra, Astra juga telah membina lebih dari 19.000 UMKM melalui Yayasan Astra dan Grup Bisnis Astra.
Semangat Astra untuk memperluas akses pasar bagi produk unggulan desa dan mendorong kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa serta komitmen mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.
Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:
Windy Riswantyo
Head of Corporate Communications
PT Astra International Tbk
Telp. 021-508-43-888
Tentang Astra:
Astra adalah salah satu perusahaan publik terbesar di Indonesia, yang terdiri dari 302 anak perusahaan, ventura bersama serta entitas asosiasi, didukung lebih dari 190.000 karyawan. Model bisnis perusahaan yang terdiversifikasi menciptakan sinergi dan peluang di seluruh sektor industri termasuk Otomotif & Mobilitas, Jasa Keuangan, Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi & Energi, Agribisnis, Infrastruktur, Teknologi Informasi dan Properti.
Astra mempunyai kerangka sustainability yang di dalamnya terdapat Astra 2030 Sustainability Aspirations untuk memandu perjalanan transisi Grup Astra dalam menjadi perusahaan yang lebih sustainable pada tahun 2030 dan seterusnya. Astra berkeinginan untuk berkontribusi dalam memperkuat ketahanan perekonomian Indonesia yang mendukung masyarakat yang inklusif dan sejahtera.
Astra memiliki rekam jejak kontribusi publik dan sosial yang baik melalui empat pilar, yang terdiri dari kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan serta sembilan yayasan yang turut berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia sekaligus mendukung masyarakat yang inklusif dan sejahtera. Dilaksanakan pertama kali pada tahun 2010, program Astra Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards, telah mengapresiasi 792 pemuda Indonesia di tingkat nasional dan provinsi di seluruh Indonesia. Program SATU Indonesia Awards dikolaborasikan dengan berbagai kegiatan komunitas Astra melalui lebih dari 1.500 Desa Sejahtera Astra dan Kampung Berseri Astra di 35 provinsi di seluruh Indonesia.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi astra.co.id, serta ikuti kegiatan Astra melalui Instagram @satu_indonesia, TikTok @satu_indonesia, YouTube SATU Indonesia, X (Twitter) @satu_indonesia, LinkedIn PT Astra International Tbk, dan Facebook Semangat Astra Terpadu.