






Pahami apa itu value chain, fungsi dalam strategi bisnis, serta contoh penerapannya untuk meningkatkan daya saing perusahaan.
Bisnis & Aksi Perusahaan
5 menit membaca
0
Bagikan:
Dalam bisnis modern, perusahaan tidak hanya fokus pada produksi barang atau jasa saja. Sebab, ada banyak proses yang terjadi di balik sebuah produk sebelum sampai ke tangan pelanggan. Di sinilah pemahaman tentang apa itu value chain menjadi hal penting.
Apalagi istilah ini sering digunakan dalam setiap tahapan produksi untuk menentukan kualitas produk, efisiensi biaya, hingga kepuasan pelanggan. Dengan mengelola rantai nilai secara efektif, perusahaan dapat menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.
Lalu, sebenarnya apa itu value chain dan bagaimana konsep ini bekerja? Seperti apa penerapannya dalam value chain Astra? Simak penjelasannya dalam artikel ini!
BACA JUGA: Diversifikasi Bisnis: Strategi Perusahaan Tumbuh Berkelanjutan
Value chain adalah serangkaian aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan untuk menciptakan produk atau layanan yang memiliki nilai bagi pelanggan. Umumnya, aktivitas ini dimulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi, distribusi, pemasaran, sampai dengan layanan purna jual.
Secara umum, strategi ini dilakukan dengan tujuan untuk memetakan keunggulan produk atau layanan, sehingga dapat menciptakan persaingan bisnis yang kompetitif di bidangnya. Dengan kata lain, analisis value chain ini bisa membantu perusahaan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam proses produksi untuk menciptakan nilai lebih dibanding kompetitor.
Melalui proses analisis ini, perusahaan pun bisa mengoptimalkan sumber daya yang ada, sehingga dapat mengurangi biaya operasional perusahaan. Tidak hanya itu, rantai nilai juga memungkinkan perusahaan memanfaatkan teknologi untuk memperkuat keunggulannya, sehingga dapat memberi produk atau layanan yang lebih baik.
Setelah tahu apa itu value chain, berikut ini adalah jenis-jenis value chain yang perlu kamu ketahui.
Aktivitas primer adalah kategori value chain yang terlibat langsung dalam proses produksi dan penjualan produk. Aktivitas ini dapat membuat produk atau jasa yang diproduksi menjadi punya keistimewaan di mata konsumen.
Adapun lima jenis primary activities yang ada dalam value chain, yakni:
Support activites adalah aktivitas yang tidak langsung terlibat dalam proses produksi. Namun, aktivitas ini tetap mendukung primary activites agar dapat berjalan dengan efisien.
Setidaknya ada empat jenis support activities yang penting untuk diketahui, yaitu:
Strategi value chain digunakan oleh perusahaan untuk bantu mengoptimalkan setiap elemen yang ada di rantai nilai pada produk atau jasa yang ditawarkan. Tujuannya untuk mencapai keunggulan kompetitif, mengurangi biaya operasional, dan juga efisiensi operasional.
Berikut ini adalah beberapa strategi value chain yang dapat diterapkan perusahaan.
1. Strategi Diferensiasi: Fokus pada penciptaan produk atau jasa yang lebih unik serta mempunyai nilai tambah lebih tinggi daripada kompetitor.
2. Strategi Keunggulan Biaya: Strategi ini dilakukan dengan cara menawarkan harga yang relatif terjangkau, sehingga dapat memenangkan kompetisi di pasar.
3. Strategi Keunggulan Bersaing: Pendekatan yang dilakukan untuk mengukur profitabilitas perusahaan dan kompetitor sebagai tolok ukur keberhasilan dalam menguasai industri pasar.
Sebagai perusahaan dengan ekosistem bisnis yang luas, Astra mempunyai rantai nilai yang kompleks. Astra Value Chain diterapkan sebagai sistem aktivitas bisnis yang menghubungkan berbagai sektor industri dalam satu ekosistem perusahaan.
Astra memiliki berbagai lini bisnis yang mencakup industri otomotif, jasa keuangan, alat berat dan pertambangan, agribisnis, infrastruktur dan logistik, serta teknologi informasi. Diversifikasi bisnis inilah yang membuat Astra Value Chain mencakup berbagai tahapan industri, mulai dari produksi, distribusi, hingga layanan kepada pelanggan.
Selain itu, Astra juga menegaskan bahwa keberlanjutan tidak hanya diterapkan pada operasional internal perusahaan, tetapi juga seluruh rantai nilai bisnis. Dengan kata lain, saat membahas apa itu value chain Astra, tidak hanya proses bisnis dari sisi ekonomi saja yang dilihat, tapi juga sisi lingkungan dan sosial.
Adapun beberapa fokus utama Astra dalam pengelolaan rantai nilai berkelanjutan, antara lain:
BACA JUGA: Pengembangan SDM: Fondasi Pertumbuhan Bisnis Keberlanjutan
Memahami apa itu value chain dapat membantu orang awam melihat bagaimana sebuah perusahaan menciptakan nilai dari setiap proses yang dijalankan. Mulai dari pengadaan bahan baku hingga layanan kepada pelanggan, setiap aktivitas mempunyai peranan penting dalam membangun keunggulan kompetitif.
Bagi perusahaan seperti Astra, pengelolaan rantai nilai menjadi semakin kompleks karena melibatkan berbagai sektor industri. Melalui Astra Value Chain, perusahaan mampu mengintegrasikan berbagai aktivitas bisnis dalam satu ekosistem yang saling mendukung.
Jika kamu tertarik melihat peran rantai nilai sebagai bagian penting dari strategi keberlanjutan Astra, bisa temukan penjelasan lebih detailnya melalui Astra Sustainability Report.