










Conference of Parties (COP) adalah event tahunan yang diselenggarakan oleh United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC)
Others
12 mins read
0
Bagikan:
Conference of Parties (COP) adalah event tahunan yang diselenggarakan oleh United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), yaitu badan PBB yang berfokus membuat aturan dan mengajak negara-negaradi dunia untuk bergotong royong melawan perubahan iklim. Tahun 2022 ini, COP 27 akan diselenggarakan pada 6 - 18 November di kawasan wisata Sharm el Sheikh, Mesir.
UNFCCC terbentuk pertama kali pada 1992 dengan tujuan agar semua negara di dunia punya arah yang jelas untuk mengontrol emisi gas rumah kaca yang merusak bumi. Di tahun ini pula, COP pertama kali diselenggarakan dan dihadiri 154 negara peserta UNFCCC.
Dalam perjalanannya, Konferensi Anggota COP sudah menghasilkan beberapa perjanjian internasional, seperti Perjanjian Paris (dengan target menahan laju suhu bumi supaya tidak melebihi 1,5 derajat C pada 2030) dan Protokol Kyoto (membatasi dan mengurangi emisi gas rumah kaca). Bahkan pada COP 26 yang diselenggarakan di Skotlandia tahun 2021, menghasilkan Pakta Iklim Glasgow, yaitu upaya seluruh negara anggota UNFCCC untuk mengakhiri penggunaan batu bara yang menjadi penyebab terlepasnya karbondioksida maupun gas lainnya ke atmosfer.

Stronger Climate Actions Together Aksi Nyata Indonesia Mengatasi Perubahan Iklim
Pada COP 27 di Sharm El-Sheikh, Mesir, Indonesia melalui Paviliun Indonesia mengusung tema Stronger Climate Actions Together. Tema ini sejalan dengan tujuan Nomor 13 Pembangunan Berkelanjutan (SDG) dan merupakan hasil kerja nyata sebelumnya yang sudah dilakukan.
Siti Nurbaya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dalam sambutannya saat pembukaan Paviliun Indonesia di venue Tonino Lamborghini, Sharm El Sheikh International Congress Center, mengatakan bahwa diperlukan tindakan multilateral, kolektif, dan terpadu sebagai satu-satunya cara mengatasi ancaman global.
Pemerintah Indonesia sudah mewujudkannya hal ini dengan mengajak berbagai pihak bertanggung jawab atas perubahan lingkungan, seperti kalangan bisnis, akademisi, organisasi masyarakat sipil (CSO), dan berbagai pihak lainnya. Namun untuk hasil yang lebih efektif tetap diperlukan pemimpin yang bisa memandu aksi dalam mengatasi perubahan iklim.
Pemerintah Indonesia bahkan telah memperkuat beberapa kebijakan dan implementasi program, seperti menetapkan 3 modal kerja untuk mencapai FOLU Net Sink 2030, yaitu:
- Pengelolaan Hutan Berkelanjutan.
- Tata Kelola Lingkungan.
- Tata Kelola Karbon.
Implementasi dan strategi yang sudah dilakukan Pemerintah Indonesia bersama berbagai pihak, akademisi, NGO, swasta, dan kemitraan lintas sektoral, bahkan masyarakat adat, seperti:
- Penurunan deforestasi terendah dalam sejarah.
- Mengendalikan kebakaran hutan dan lahan.
- Melibatkan masyarakat dalam program perhutanan sosial.
- Konservasi dan pengelolaan hutan lestari.
- Perlindungan dan restorasi lahan gambut.
- Sink enhancement dengan mempercepat aforestasi dan reboisasi lahan kritis di luar dan di dalam kawasan hutan.
- Revegetasi perkotaan, keberhasilan replikasi ekosistem, dan rehabilitasi eko-riparian.
Dukungan masyarakat adat yang masih memiliki kearifan lokal juga berperan penting dalam upaya merawat bumi. Untuk itu, perlu ada kebijakan yang transformatif, adaptif, inovatif, dan berorientasi jangka panjang.
Sejumlah langkah penting sebagai kontribusi terhadap Nationally Determined Contribution (NDC) yang sudah dilakukan Indonesia untuk menjaga dan merawat bumi, sekaligus mengatasi perubahan iklim, di antaranya:
- Perlindungan ekosistem karbon biru di kawasan lindung laut tertutup sebagai konservasi daerah.
- Pembatasan armada kapal perikanan.
- Rendahnya kegiatan budidaya emisi, dan perlindungan terhadap laut, pesisir dan pulau-pulau kecil
Sebagai salah satu perusahaan terbesar di Indonesia, Astra International Tbk menyadari bahwa kemajuan perusahaan tidak terlepas dari pertumbuhan dan perkembangan masyarakat di sekitarnya, termasuk lingkungan alam. Itu sebabnya, Astra berkomitmen untuk terus berperan aktif untuk meraih 3 tujuan utama pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDG's) pada 2030, yaitu: mengakhiri kemiskinan, mencapai kesejahteraan, dan mengatasi perubahan iklim.
Upaya Mencapai Global Goals for Sustainable Development atau SDGs, yang sudah diwujudkan Astra, antara lain:
1.Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia
Dalam semangat Astra Terpadu untuk (SATU) Indonesia sudah ada goals terkait kesehatan pendidikan dan lingkungan. Bahkan sejak 2010, Astra menyelenggarakan SATU Indonesia Awards untuk mencari anak-anak muda yang berprestasi.
Astra juga terus memberikan kontribusi secara aktif sesuai dengan 4 pilar CSR Astra, salah satunya mewujudkan Global Goals terkait ketersediaan Air Bersih dan Sanitasi, Energi Bersih dan Terjangkau, Keberlanjutan Kota dan Komunitas, Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab, Aksi Terhadap Iklim dan Kehidupan di Darat. Bentuk aksinya, Astra Indonesia sudah menanam 3.393.841 pohon dan juga menanam 807.546 pohon mangrove.
Dalam Sustainability Report 2021, Astra International Tbk secara aktif ikut mengatasi perubahan iklim demi merawat bumi, di antaranya:
- Pengaturan pemakaian konsumsi listrik di bangunan gedung. Khususnya pemakaian lampu dan pendingin ruangan
- Penggantian peralatan hemat energi, seperti Lampu TL menjadi lampu LED dan penggunaan teknologi inverter.
- Optimalisasi peralatan proses, seperti chiller, wet scrubber, dan sistem kompresor.
- Optimalisasi sistem proses dengan penggunaan economizer untuk heat treatment dan penggunaanbooster pump untuk menjaga tekanan proses.
- Pemasangan solar PV di instalasi perusahaan.
- Pemanfaatan tenaga surya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
- Menyelenggarakan kampanye #IndonesiaLangit Biru.
- Perbaikan dan percepatan restorasi/rehabilitasi habitat pasca tambang.
- Program konservasi Bekantan dan Owa Kelawat.
Masih banyak program pembangunan berkelanjutan yang sudah dilakukan Astra International Tbk. Bahkan Astra juga berpartisipasi dalam merawat bumi dengan mendukung COP 27 dan menjadi sponsor Pavilion Indonesia di Egypt (Mesir).