Astra
AstraSATU Indonesia
Apakah Mobil Listrik Menggunakan Oli? Kenali Sistemnyaornament catur dharma

Apakah mobil listrik pakai oli seperti mobil biasa? Simak penjelasan lengkap soal perawatan dan sistemnya di sini.

Apakah Mobil Listrik Menggunakan Oli? Kenali Sistemnya

Ekosistem EV

6 mins read

0

Bagikan:

Banyak orang mulai tertarik beralih ke kendaraan listrik dalam beberapa tahun terakhir. Meski begitu, masih banyak pertanyaan mendasar yang membuat sering ditanyakan. Salah satunya adalah tentang "Apakah mobil listrik pakai oli?".

Pertanyaan ini sangat wajar, apalagi kalau kamu terbiasa menggunakan mobil berbahan bakar bensin yang identik dengan rutinitas ganti oli. 

Jadi, sebenarnya mobil listrik menggunakan oli atau tidak? Yuk, temukan jawabannya dalam artikel di bawah ini!

BACA JUGA: 10 Kelebihan Mobil Listrik dari Biaya hingga Ramah Lingkungan!

Apakah Mobil Listrik Pakai Oli?


Jadi, mobil listrik tidak menggunakan oli mesin seperti halnya pada mobil bensin. Hal ini karena mobil listrik tidak memiliki mesin pembakaran internal yang membutuhkan oli untuk melumasi komponen seperti piston, crankshaft, atau katup.

Meski begitu, mobil listrik tetap memiliki bagian mekanis, seperti motor listrik, gearbox (transmisi satu percepatan), dan sistem pendinginan yang membutuhkan pelumas.

Berbeda dari oli mesin pada mobil berbahan bakar bensin atau solar, oli mobil listrik digunakan untuk pelumasan sistem transmisi dan pendinginan. Tanpa adanya pelumas ini, maka gesekan antarkomponen bisa menimbulkan panas berlebih dan mempercepat keausan.

Jenis Pelumas yang Digunakan pada Mobil Listrik


Agar kamu semakin paham bagaimana sebuah mobil listrik bekerja, berikut ini adalah jenis pelumas yang digunakan pada mobil EV modern.

1. Oli Transmisi (Reduction Gear Oil)


Meski mobil listrik tidak memiliki transmisi rumit dengan banyak rasio gigi seperti mobil konvensional, jenis mobil ini tetap mengandalkan girboks sederhana atau reduction gear. Fungsinya adalah untuk menurunkan putaran motor listrik yang sangat tinggi menjadi putaran torsi yang sesuai dan proporsional untuk menggerakkan roda secara mulus.

Proses transfer energi mekanis ini melibatkan pergesekan antar-roda gigi baja. Di sinilah oli transmisi bekerja untuk memberikan pelumasan, mencegah keausan material, sekaligus meminimalkan suara dengungan mekanis (whining noise) saat mobil melaju kencang.

Kabar baiknya, penggantian oli transmisi pada mobil listrik memiliki interval waktu yang sangat panjang. Bahkan biasanya baru perlu diganti setelah mencapai 100.000 kilometer pemakaian, tergantung rekomendasi pabrikan.

2. Cairan Pendingin (Coolant) Manajemen Termal


Coolant adalah salah satu pelumas paling vital dalam ekosistem mobil listrik. Baterai lithium-ion berkapasitas besar yang menjadi jantung utama kendaraan ini sangat sensitif terhadap fluktuasi suhu.

Apabila dibiarkan terlalu panas (overheating) saat dipacu atau saat pengisian fast charging, performanya akan menurun drastis dan berisiko mengalami kerusakan sel permanen. Begitu juga sebaliknya, jika terlalu dingin, efisiensi dan jarak tempuhnya akan berkurang.

Oleh karena itu, penggunaan cairan coolant khusus mobil listrik sangat penting. Pasalnya, cairan ini bersirkulasi melalui sistem pendingin terintegrasi yang menyelimuti modul baterai, inverter, dan motor listrik untuk memastikan suhu operasional selalu berada pada titik optimal.

3. Minyak Rem (Brake Fluid) dan Sistem Regeneratif


Mobil listrik sangat mengandalkan teknologi canggih yang disebut dengan pengereman regeneratif (regenerative braking). Saat kamu melepas pedal akselerator, mobil listrik akan berbalik fungsi menjadi generator, sehingga memberikan efek pengereman (engine brake) sekaligus menyerap energi kinetik untuk mengisi kembali daya baterai.

Karena efisiensi inilah, rem hidrolik mekanis (kampas dan cakram) jauh lebih jarang digunakan dibandingkan mobil biasa. Akibatnya, kampas rem mobil listrik menjadi sangat awet dan bisa bertahun-tahun.

Meski begitu, sistem hidrolik konvensional tersebut tetap disiagakan untuk kondisi darurat, sehingga kualitas volume dan tekanan minyak rem tetap harus diperiksa secara berkala.

4. Pelumas Komponen Mekanis Umum


Sama seperti kendaraan pada umumnya, mobil listrik masih menggunakan pelumas berwujud gemuk (grease) yang diaplikasikan pada area-area mekanis yang bergerak lambat namun menahan beban berat, seperti pada bantalan roda (wheel bearing), engsel-engsel pintu, mekanisme wiper, dan komponen suspensi.

Jadi, jika suatu saat ada yang bertanya apakah mobil listrik pakai oli, kamu bisa menjawab dengan luas bahwa jenis mobil EV masih menggunakan pelumas, tapi dengan pendekatan yang jauh lebih efisien dan ramah lingkungan.

BACA JUGA: Apa Itu EV? Kendaraan Ramah Lingkungan Masa Kini

Dampak Masifnya Penurunan Konsumsi Oli terhadap Lingkungan


Keputusanmu beralih menggunakan kendaraan listrik ternyata juga berdampak pada lingkungan. Sebab, beralih ke kendaraan elektrifikasi juga berarti kamu telah memotong rantai konsumsi dan limbah pelumas berbahan dasar fosil secara masif.

Implikasinya pun sangat positif dan mencakup berbagai hal, seperti:

  • Reduksi Volume Limbah B3: Jumlah limbah cair berbahaya dari sektor perawatan otomotif harian akan berkurang secara signifikan.
  • Konservasi Sumber Daya Alam: Berkurangnya ketergantungan pada aktivitas pengeboran minyak bumi yang merusak habitat.
  • Pemangkasan Jejak Karbon Rantai Pasok: Mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari proses penyulingan produksi, pembuatan kemasan plastik botol oli, hingga rantai distribusi logistik pelumas ke ribuan bengkel di seluruh negeri.

Relevansi Penggunaan Mobil Listrik dengan Inisiatif Astra Net Zero Scope 1 & 2 


Sebagai salah satu perusahaan dengan juga bergerak di lini bisnis otomotif, Astra turut serta berusaha untuk menekan dampak operasional dan menetralkan karbon dari produk mobil listrik yang mereka hadirkan.

Beberapa pilar strategis dari inisiatif Astra Net Zero Scope 1 & 2 pada tahun 2050 yang bersinggungan langsung dengan revolusi kendaraan elektrifikasi, yaitu:

1. Pilar Future of Mobility


Astra tidak pernah berhenti berinovasi dengan memperluas jajaran portofolio kendaraan elektrifikasi mereka. Dengan memasarkan banyak model mutakhir, mulai dari kendaraan hibrida (HEV), Plug-in Hybrid (PHEV), hingga Battery Electric Vehicle (BEV), Astra secara aktif memberikan opsi nyata kepada konsumen untuk ikut serta menurunkan emisi gas rumah kaca di sektor transportasi darat.

2. Astra 2030 Sustainability Aspirations


Sebagai tonggak capaian jangka menengah, Astra mematok target untuk mereduksi emisi gas rumah kaca Scope 1 dan 2 sebesar 30% pada tahun 2030 dihitung dari baseline tahun 2019.

Setiap unit mobil listrik yang kamu kendarai, yang secara teknis memasang konsumsi bahan bakar fosil dan menihilkan limbah oli mesin rutin, nantinya akan memberi kontribusi kuantitatif langsung terhadap pemenuhan angka target tersebut.

3. Penerapan Astra Green Company (AGC)


Astra menggaransi bahwa seluruh lini bisnis di bawah naungannya, termasuk fasilitas layanan purnajual dan jaringan bengkel resmi, wajib mematuhi protokol manajemen lingkungan Astra Green Company yang sangat ketat.

Jadi, limbah apapun yang dihasilkan dari perawatan mobil listrik, seperti penggantian coolant baterai atau oli transmisi di masa depan, semuanya akan ditangani, didaur ulang, atau dikelola melalui fasilitas pengolahan limbah B3 berstandar tinggi, sehingga keasrian lingkungan tetap terjaga.

BACA JUGA: Charging Station Mobil Listrik: Solusi Pengisian Daya Cepat & Aman

Tertarik untuk Beralih ke Mobil Listrik dan Mendukung Astra Mencapai Astra Net Zero Scope 1 & 2?


Jadi, kalau kamu masih bertanya apakah mobil listrik pakai oli, jawabannya adalah tidak. Namun, jenis kendaraan ini tetap menggunakan pelumas khusus untuk beberapa komponennya.

Jika kamu ingin turut berpartisipasi dalam inisiatif Astra Net Zero Scope 1 & 2, jangan ragu lagu untuk beralih ke kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan dan rendah emisi. Salah satu kendaraan elektrifikasi yang bisa jadi pilihanmu adalah Toyota bZ4X.

Bagi kamu yang tertarik ingin tahu perkembangan dunia otomotif, khususnya terkait kendaraan elektrifikasi dari Toyota, temukan informasi selengkapnya di sini.