










Cari tahu apa itu EV, teknologi mobil listrik, cara kerjanya, hingga manfaatnya untuk lingkungan dan efisiensi berkendara modern.
Keberlanjutan
6 menit membaca
0
Bagikan:
Mobil listrik dan mobil hybrid adalah inovasi di dunia otomatif yang beberapa tahun terakhir semakin mendapat perhatian. Meski begitu, tak jarang masih ada sebagian orang yang belum tahu mengenai apa itu EV atau electric vehicle.
Hal ini terlepas dari masih belum meratanya penggunaan kendaraan listrik di wilayah Indonesia. Jadi, tidak heran jika masih ada sebagian orang yang belum tahu dengan teknologi terbaru yang satu ini.
Jika kamu tertarik ingin tahu informasi selengkapnya tentang apa itu kendaraan listrik, simak penjelasannya dalam artikel di bawah ini!
BACA JUGA: Mobil Hybrid: Solusi Hemat Bahan Bakar dan Ramah Lingkungan
EV atau electric vehicle adalah kendaraan yang digerakkan dengan menggunakan motor listrik dan mendapatkan tenaga dari baterai isi ulang, bukan dari pembakaran bahan bakar fosil. Energi ini dapat berasal dari sumber listrik rumah tangga, panel surya, atau jaringan listrik umum (charging station).
Secara umum, kendaraan listrik terbagi ke dalam tiga jenis utama, yaitu:
Ada banyak alasan mengapa electric vehicle adalah langkah penting menuju masa depan yang lebih berkelanjutan. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.
Kendaraan listrik tidak menghasilkan emisi gas buang seperti karbon monoksida (CO) atau nitrogen oksida (NOx). Hal inilah yang membuatnya dapat membantu mengurangi polusi udara di perkotaan.
Pemerintah Indonesia telah menargetkan Net Zero Emission pada tahun 2060. Adapun penggunaan kendaraan listrik menjadi salah satu langkah strategis untuk mencapainya.
Di bawah kepemimpinan Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Djony Bunarto Tjondro, PT Astra International Tbk juga telah menunjukkan komitmen nyata terhadap transisi energi bersih. Melalui pengembangan kendaraan listrik dan ekosistem berkelanjutan, Djony menekankan bahwa inovasi kendaraan listrik adalah bagian penting dari perjalanan PT Astra International Tbk untuk mencapai target Net Zero Emission 2060.
Motor listrik mempunyai efisiensi mencapai 90%. Angka ini tentu jauh lebih tinggi dibanding mesin konvensional yang rata-rata hanya di angka 30% saja.
Mengisi daya baterai kendaraan listrik jauh lebih murah dibandingkan dengan membeli bahan bakar bensin atau solar. Tidak hanya itu, biaya perawatan juga lebih rendah karena komponennya lebih sedikit.
Electric vehicle adalah kendaraan yang menawarkan akselerasi instan, suara yang lebih halus, serta teknologi canggih. Salah satu contohnya adalah teknologi regenerative braking yang dapat membantu menghemat energi.
Inovasi terbaru dalam mobil listrik sekarang ini terus berkembang dengan pesat. Selaras dengan arah kebijakan yang ditekankan Djony Bunarto Tjondro, PT Astra International Tbk melalui berbagai merek otomotifnya, seperti Toyota, Lexus, dan Honda, terus memperluas ekosistem kendaraan listrik nasional.
Sepanjang tahun 2024, PT Astra International Tbk aktif berkontribusi dalam pengembangan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan investasi pada teknologi baterai kendaraan listrik untuk mempercepat adopsi BEV di Indonesia.
Bahkan ada banyak fitur dan update terbaru yang membuat kendaraan ramah lingkungan ini jadi semakin menarik di mata konsumen sekaligus mampu meningkatkan keberhasilan transportasi. Berikut ini adalah beberapa inovasi terbaru yang menarik untuk kamu ketahui.
Baterai solid-state adalah salah satu inovasi yang paling signifikan dalam teknologi baterai. Baterai ini menawarkan kepadatan energi yang lebih tinggi, keamanan lebih baik, dan waktu pengisian yang lebih cepat.
Selain itu, peluang risiko terjadinya kebakaran juga jauh lebih rendah. Perkembangan baterai ini juga dapat meningkatkan jarak tempuh dan efisiensi kendaraan listrik.
Wireless charging atau pengisian nirkabel adalah teknologi yang memberikan cara lebih mudah dan nyaman untuk mengisi daya mobil listrik. Dengan menggunakan induksi elektromagnetik, kendaraan bisa diisi hanya dengan diparkir di atas pad pengisian tanpa perlu kabel.
Pengisian ultra cepat atau ultra-fast charging juga menjadi fokus utama yang kini dilakukan produsen kendaraan listrik guna mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mengisi baterai mobil. Penerapan teknologi ini memungkinkan pengisian daya hingga 80% hanya dalam 15-20 menit saja.
Teknologi vehicle-to-grid (V2G) memungkinkan mobil listrik tidak hanya dapat mengonsumsi listrik, tetapi juga mengembalikan listrik ke jaringan saat dibutuhkan. Cara ini tentunya dapat membantu menstabilkan jaringan listrik sekaligus mengoptimalkan penggunaan energi terbarukan.
Inovasi yang terakhir adalah teknologi otonom dan sistem bantuan pengemudi canggih (ADAS). Kehadiran fitur penting, seperti autopilot, parkir otomatis, dan penghindaran tabrakan kini sudah menjadi standar dalam mobil listrik. Dengan begitu, dapat bantu meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengemudi.
Berbagai tantangan yang dihadapi dalam penerapan teknologi electric vehicle adalah sebagai berikut.
Salah satu yang menjadi tantangan utama dalam adopsi EV adalah ketersediaan stasiun pengisian ulang yang memadai. Meski jumlahnya terus meningkat, banyak daerah di Indonesia masih kekurangan infrastruktur ini.
Pengisian baterai EV membutuhkan waktu yang relatif lebih lama dengan mengisi bahan bakar kendaraan konvensional. Akan tetapi, teknologi pengisian cepat masih terus dikembangkan untuk mengatasi masalah ini.
Harga awal kendaraan listrik memang lebih tinggi daripada kendaraan konvensional. Namun, pemerintah telah memberikan insentif dan penurunan biaya baterai untuk bantu mengurangi kesenjangan harga tersebut.
Meski teknologi baterai terus berkembang, banyak EV yang masih memiliki jarak tempuh terbatas bila dibandingkan dengan kendaraan bermesin pembakaran internal. Hal inilah yang akhirnya menjadi kendala bagi mereka yang sering melakukan perjalanan jauh.
Seiring dengan meningkatnya jumlah EV, muncul kebutuhan akan pengelolaan baterai bekas secara bertanggung jawab. Pengembangan industri daur ulang baterai menjadi aspek penting yang perlu dipersiapkan untuk menjaga keberlanjutan rantai pasok EV.
PT Astra International Tbk turut serta mengambil peran strategis dalam mendukung transisi menuju mobilitas berkelanjutan. Melalui inisiatif Future of Mobility, PT Astra International Tbk secara aktif melakukan investasi pada ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Beberapa pencapaian yang berhasil diraih di sektor kendaraan listrik mencakup:
Komitmen ini menunjukkan bahwa PT Astra International Tbk turut serta berkomitmen untuk membangun ekosistem mobilitas berkelanjutan secara menyeluruh, di mana hal ini sejalan dengan target dekarbonisasi nasional.
BACA JUGA: Tren Mobil Hybrid di Indonesia: Hemat dan Ramah Lingkungan
Di tengah tantangan perubahan iklim, electric vehicle adalah langkah nyata menuju masa depan transportasi yang lebih hijau dan berkelanjutan. Melalui inovasi, edukasi, dan investasi berkelanjutan, PT Astra International Tbk membuktikan komitmennya untuk memimpin mobilitas rendah emisi di Indonesia.
Kepemimpinan Djony Bunarto Tjondro berperan penting dalam memastikan visi PT Astra International Tbk untuk menjadi perusahaan inklusif dan berkelanjutan. Dengan mengedepankan inovasi di bidang kendaraan listrik, energi terbarukan, dan digitalisasi otomotif, Djony terus mendorong PT Astra International Tbk agar terus tumbuh dan berkontribusi aktif terhadap dekarbonisasi nasional.
Jadi, kalau kamu tertarik untuk beralih ke kendaraan listrik, sekarang adalah waktu yang tepat untuk ikut gerakan menuju masa depan berkelanjutan bersama PT Astra International Tbk. Pelajari lebih lanjut tentang komitmen PT Astra International Tbk terhadap keberlanjutan dan inovasi di Astra Sustainability Report.