










Ketahui peran safety patrol dalam menjaga keamanan, mencegah kecelakaan, dan menciptakan lingkungan kerja yang aman setiap hari.
Keberlanjutan
6 menit membaca
0
Bagikan:
Keselamatan kerja telah menjadi prioritas utama di industri yang penuh risiko. Akan tetapi, menciptakan lingkungan kerja yang aman tidak bisa dilakukan hanya dengan sebatas memasang rambut atau memberi pelatihan sesekali. Perusahaan tetap harus menyediakan sistem pengawasan yang aktif, rutin, dan menyeluruh, sehingga safety patrol menjadi hal penting.
Namun, sebenarnya apa itu safety patrol dalam K3? Simak penjelasan selengkapnya dalam artikel ini!
BACA JUGA: Cross Safety Patrol Project Manager: Upaya ACSET Melakukan Penguatan Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Proyek
Safety patrol adalah kegiatan inspeksi dengan melakukan keliling di setiap area kerja. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan di lingkungan tertentu guna mencari keadaan yang tidak sesuai dengan standar dan temuan yang ada untuk kemudian dibuat laporan.
Dalam praktiknya, program ini melibatkan sukarelawan atau anggota komunitas yang dilatih untuk mengawasi sekaligus mengontrol situasi yang berpotensi membahayakan atau merugikan orang lain.
Safety patrol K3 yang dilakukan di lingkungan kerja sebenarnya berfokus untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Akan tetapi, masih ada beberapa tujuan lainnya yang perlu diketahui, yaitu:
Tujuan yang pertama adalah untuk mencegah terjadinya kecelakaan atau kerugian di lingkungan tersebut. Hal ini dilakukan dengan menemukan masalah-masalah dan menilai risikonya sebelum terjadi kerugian atau kecelakaan.
Kegiatan inspeksi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya keselamatan di lingkungan kerja. Adapun yang mencakup kesadaran keselamatan adalah kesadaran terhadap bahaya tertentu, tindakan pencegahan yang bisa diambil, serta aturan keselamatan.
Selanjutnya, safety patrol juga bertujuan untuk memberi bantuan kepada yang membutuhkan. Khususnya dalam situasi darurat atau mengawasi aktivitas karyawan untuk mencegah perilaku berisiko.
Kegiatan ini turut serta memberi kesempatan bagi anggotanya untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan, kerja sama tim, dan juga tanggung jawab. Hal ini bisa membantu pembentukan karakter dan pengembangan pribadi.
Agar temuan lebih terarah, inspeksi safety patrol umumnya berfokus pada lima aspek utama berikut.
Secara umum, tugas dan tanggung jawab safety patrol dalam keselamatan kerja adalah sebagai berikut.
Anggota akan melakukan patroli rutin di area tempat kerja untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan memastikan bahwa semua area bekerja aman serta mematuhi standar keselamatan yang ditetapkan.
Anggota safety patrol juga bertanggung jawab untuk memastikan bahwa semua karyawan dapat mematuhi aturan keselamatan yang ditetapkan. Termasuk juga mengenai penggunaan alat pelindung diri (APD), penggunaan alat-alat yang benar, dan juga mematuhi prosedur keselamatan yang sudah ditetapkan.
Tugas dan tanggung jawab lainnya adalah memberi instruksi keselamatan kepada para karyawan baru yang sedang menjalani pelatihan. Khususnya memberi penjelasan mengenai potensi bahaya di tempat kerja, prosedur evakuasi darurat, serta cara bertindak dalam situasi darurat.
Tugas selanjutnya adalah memeriksa seluruh peralatan dan lingkungan kerja untuk memastikan semua peralatan berfungsi dengan baik. Dalam hal ini, setiap anggota dan karyawan yang terlibat harus mematuhi prosedur keselamatan agar tidak ada bahaya yang mungkin mengancam kesehatan atau keselamatan kerja.
Setiap anggota dilatih untuk merespons keadaan darurat atau kecelakaan di tempat kerja dengan cepat dan efektif. Termasuk juga dalam memberikan bantuan pertama jika dibutuhkan, memanggil bantuan medis atau bantuan darurat, serta membantu dalam evakuasi area yang terancam.
Tugas dan tanggung jawab safety patrol yang terakhir adalah melaporkan adanya potensi bahaya, insiden kecelakaan, penyakit akibat kerja, ataupun pelanggaran keselamatan kepada manajemen atau departemen keselamatan. Selain itu, anggota juga harus melakukan dokumentasi yang dibutuhkan terkait dengan insiden-insiden tersebut.
Dalam melakukan penyusuran area kerja, tim safety patrol umumnya mengumpulkan data berdasarkan prinsip 4P, yaitu:
Data 4P inilah yang nantinya dijadikan acuan analisis apabila suatu kecelakaan terjadi di area kerja, sehingga akar masalah dapat ditelusuri secara lebih sistematis.
Safety patrol dan Job Safety Observation (JSO) sering dianggap sama, padahal keduanya memiliki fungsi dan pendekatan yang berbeda. Jika keduanya tertukar, program keselamatan bisa jadi tidak efektif dan temuan tidak tepat sasaran.
Sederhananya, safety patrol menilai "apa yang terlihat aman" pada lingkungan kerja, sementara JSO menilai "bagaimana orang bekerja dengan aman". Kedua kegiatan ini saling melengkapi dan idealnya dijalankan bersamaan untuk membangun sistem K3 yang benar-benar efektif.
Keselamatan kerja adalah salah satu pilar penting dalam strategi keberlanjutan PT Astra International Tbk. Bahkan PT Astra International Tbk menegaskan bahwa keselamatan merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan etika bisnis yang dijalankan secara konsisten di seluruh unit usaha.
Komitmen ini menekankan bahwa keselamatan adalah prioritas utama bagi seluruh karyawan dan pemangku kepentingan di seluruh tingkat organisasi. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Grup Astra secara konsisten mematuhi regulasi yang berlaku terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan Kerja, dan lainnya.
Kemudian PT Astra International Tbk juga mematuhi standar internasional, seperti ISO 45001 yang sudah tersertifikasi untuk memastikan bahwa setiap aspek global keselamatan di tempat kerja telah memenuhi standar global.
Selain itu, PT Astra International Tbk menerapkan sistem Hazard Identification Risk Assessment and Determining Control (HIRADC) dan Job Safety Analysis (JSA) untuk mengidentifikasi serta mengurangi risiko kecelakaan di lingkungan kerja. Berbagai kegiatan rutin, seperti safety patrol dan safety talk, juga secara rutin dilaksanakan.
BACA JUGA: Edukasi Berkendara Jadi Prioritas, Jagoan Safety Riding Honda Diuji Keahliannya
Keselamatan kerja telah menjadi tanggung jawab bagi setiap individu. Melalui kegiatan safety patrol, setiap potensi bahaya bisa terdeteksi lebih cepat dan kecelakaan kerja dapat dicegah.
Bagi PT Astra International Tbk, safety patrol K3 merupakan bagian integral dari budaya kerja yang aman dan berkelanjutan. Melalui komitmen "People First, Safety by All for All", PT Astra International Tbk terus menjadi contoh perusahaan yang peduli terhadap keselamatan dan kesejahteraan karyawannya.
Kamu bisa kunjungi laman Astra Sustainability Report untuk dapatkan informasi menyeluruh tentang strategi PT Astra International Tbk dalam membangun budaya keselamatan kerja dan keberlanjutan.