Astra
AstraSATU Indonesia
Mengenal Rumah Layak Huni dan Standar yang Harus Dipenuhiornament catur dharma

Pelajari apa itu rumah layak huni, kriteria teknis yang harus dipenuhi, dan standar nasional yang menjadi acuan kelayakan hunian di Indonesia.

Mengenal Rumah Layak Huni dan Standar yang Harus Dipenuhi

Kontribusi Sosial

6 menit membaca

0

Bagikan:

Rumah bukan sekadar tempat berlindung dari panas dan hujan. Lebih dari itu, rumah merupakan ruang untuk beristirahat, tumbuh bersama keluarga, serta menjalani kehidupan yang sehat dan produktif. Oleh karena itu, setiap orang berhak menempati rumah layak huni yang memenuhi standar keamanan, kesehatan, dan kenyamanan.

Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan rumah layak huni? Melalui artikel ini, kamu akan memahami pengertian rumah layak huni, kriteria yang harus dipenuhi, standar nasional yang berlaku, hingga pentingnya hunian layak bagi kualitas hidup masyarakat.

BACA JUGA: Mengenal Rural Area dan Perannya dalam Pengembangan Lokal

Apa Itu Rumah Layak Huni?


Secara umum, rumah layak huni merupakan hunian yang mampu memenuhi kebutuhan dasar penghuninya, baik dari aspek fisik bangunan maupun lingkungan sekitar.

Rumah yang layak tidak hanya memiliki struktur bangunan yang kokoh, tetapi juga menyediakan lingkungan yang mendukung kesehatan, keamanan, serta kualitas hidup penghuninya.

Konsep rumah layak huni menjadi bagian penting dalam pembangunan permukiman berkelanjutan karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.

Kriteria Rumah Layak Huni


Berikut ini adalah beberapa kriteria utama yang menjadi acuan dalam membangun rumah layak huni.

1. Struktur Bangunan yang Aman


Rumah harus memiliki konstruksi yang kuat sehingga mampu melindungi penghuni dari berbagai risiko. Beberapa komponen pentingnya meliputi pondasi yang kokoh, dinding yang stabil, atap yang aman, dan lantai yang tidak membahayakan penghuni.

Tidak hanya itu, bangunan yang memenuhi standar keselamatan juga menggunakan material yang sesuai dengan fungsi dan kondisi lingkungan.

2. Memiliki Ventilasi dan Pencahayaan yang Baik


Sirkulasi udara yang baik membantu menjaga kualitas udara di dalam rumah. Ventilasi yang memadai dapat mengurangi kelembapan, menekan pertumbuhan jamur, menjaga kenyamanan suhu ruangan, hingga mendukung kesehatan pengguna.

Selain itu, pencahayaan alami dapat membantu mengurangi penggunaan energi dan juga menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

3. Tersedia Air Bersih


Akses terhadap air bersih menjadi salah satu syarat penting sebuah rumah layak huni. Secara umum, air bersih dibutuhkan untuk minum, memasak, mandi, mencuci, hingga menjaga kebersihan lingkungan rumah.

4. Memiliki Sanitasi yang Memadai


Sanitasi yang baik berperan penting dalam menjaga kesehatan keluarga. Idealnya, setiap rumah memiliki toilet yang layak, saluran pembuangan air limbah, sistem pembuangan sampah, dan drainase yang berfungsi dengan baik. Hal ini penting karena sanitasi yang buruk dapat meningkatkan risiko penyebaran berbagai penyakit.

5. Luas Ruang yang Mencukupi


Hunian sebaiknya memiliki ruang yang cukup agar setiap penghuni dapat beraktivitas dengan nyaman. Kepadatan penghuni yang terlalu tinggi dapat berdampak pada kesehatan, privasi, kenyamanan, dan produktivitas anggota keluarga.

6. Memiliki Akses terhadap Listrik


Ketersediaan listrik mendukung berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari penerangan hingga penggunaan peralatan rumah tangga. Selain tersedia, instalasi listrik juga harus memenuhi standar keamanan untuk mengurangi risiko korsleting maupun kebakaran.

Standar Rumah Layak Huni di Indonesia


Standar nasional rumah layak huni di Indonesia mengacu pada indikator dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang mencakup beberapa aspek. Berikut penjelasannya.

1. Kualitas Atap, Dinding, dan Lantai: Material yang digunakan harus tahan lama dan mampu melindungi penghuni dari cuaca serta gangguan hewan atau serangga.

2. Luas Lantai Per Kapita: Standar minimal yang digunakan adalah 7,2 meter persegi per orang, sesuai dengan pedoman teknis pembangunan perumahan yang berlaku.

3. Akses terhadap Sumber Air Minum Layak: Sumber air harus berasal dari fasilitas yang terlindungi dan memenuhi standar kesehatan, bukan dari sumber terbuka yang rentan terkontaminasi.

4. Akses terhadap Sanitasi Layak: Ketersediaan jamban sehat dengan sistem pembuangan yang tidak mencemari lingkungan sekitar menjadi syarat wajib.

5. Ketahanan Bangunan terhadap Bencana: Khususnya di wilayah rawan gempa atau banjir, standar konstruksi bangunan menjadi pertimbangan tambahan yang penting.


Standar-standar ini digunakan sebagai acuan dalam berbagai program bantuan perumahan, termasuk program Rumah Layak Huni (RLH) yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah dan berbagai pihak, termasuk sektor swasta yang turut berkontribusi dalam penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

BACA JUGA: Green Building: Strategi Astra Dorong Inovasi Hijau

Mengapa Rumah Layak Huni Penting bagi Kesejahteraan Masyarakat?


Ada beberapa alasan mengapa kamu perlu memahami pentingnya konsep ini, baik untuk diri sendiri maupun sebagai bagian dari kepedulian sosial, yaitu:

  • Melindungi Kesehatan Keluarga: Hunian yang lembap, gelap, dan tidak memiliki sanitasi layak menjadi sumber utama berbagai penyakit, mulai dari infeksi saluran pernapasan hingga diare.
  • Mendukung Tumbuh Kembang Anak: Anak-anak yang tinggal di lingkungan hunian layak cenderung memiliki kondisi kesehatan dan perkembangan kognitif yang lebih baik dibandingkan mereka yang tinggal di hunian tidak layak.
  • Meningkatkan Produktivitas Kerja: Kualitas istirahat yang baik di rumah yang nyaman berdampak langsung pada performa kerja dan aktivitas sehari-hari.
  • Menjadi Indikator Pembangunan Wilayah: Persentase rumah layak huni di suatu daerah sering digunakan sebagai tolok ukur keberhasilan program pembangunan dan pengentasan kemiskinan.
  • Mendukung Stabilitas Sosial: Lingkungan tempat tinggal yang layak turut berkontribusi pada rasa aman dan kohesi sosial di dalam komunitas.

Siapa Saja yang Berperan dalam Penyediaan Rumah Layak Huni?


Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memiliki berbagai program bantuan stimulan perumahan swadaya yang ditujukan bagi keluarga berpenghasilan rendah yang belum memiliki hunian layak. 

Selain itu, sektor swasta juga turut berperan aktif melalui program tanggung jawab sosial perusahaan yang menyasar pembangunan rumah layak huni di berbagai wilayah, terutama daerah pedesaan yang menjadi fokus pengembangan.

Kolaborasi antara berbagai pihak ini menjadi kunci untuk mempercepat pemerataan akses hunian layak, mengingat kebutuhan yang begitu besar tidak mungkin dipenuhi oleh satu pihak saja. Sinergi antara pemerintah, komunitas lokal, dan dunia usaha menjadi model yang semakin banyak diterapkan untuk mengatasi permasalahan perumahan tidak layak huni secara berkelanjutan.

Implementasi Nyata Program Layak Huni oleh PT Astra International Tbk


PT Astra International Tbk turut mendukung Program Rumah Layak Huni (RLH) pemerintah dengan berkomitmen membangun 250 unit rumah layak huni pada tahun 2025, yang terdiri dari 165 unit di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah dan 85 unit di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Rumah layak huni yang dibangun PT Astra International Tbk difokuskan bagi keluarga berpenghasilan rendah, memiliki atau menguasai lahan, belum memiliki rumah atau memiliki rumah tidak layak huni, serta belum pernah menerima bantuan rumah sebelumnya. Khususnya para petani yang berada di kawasan binaan Desa Sejahtera Astra (DSA) yang beririsan dengan area Astra Sustainable Forest (ASF).

Selain kolaborasi dengan pemerintah dan mitra lokal, PT Astra International Tbk juga melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan. Proses pelibatan masyarakat bertujuan memperkuat rasa kebersamaan dan rasa kepemilikan terhadap program. Pendekatan ini mendorong keberlanjutan dan memastikan bahwa dampak sosial yang dihasilkan dapat bertahan dalam jangka panjang.

Dengan memberikan akses terhadap hunian yang layak, Astra turut berkontribusi pada pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung pencapaian SDGs, khususnya dalam mengurangi tingkat kemiskinan, meningkatkan kualitas hidup, dan mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah pedesaan.

BACA JUGA: Decluttering, Cara AHM dan Gen-Z Jaga Lingkungan

Dukung Pembangunan Berkelanjutan dengan Menghadirkan Rumah Layak Huni Bersama PT Astra International Tbk


Berdasarkan penjelasan di atas, bisa dipahami bahwa rumah layak huni adalah hunian yang memenuhi persyaratan keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kecukupan ruang sehingga mampu mendukung kualitas hidup penghuninya. Kelayakan sebuah rumah tidak hanya ditentukan oleh bangunannya, tetapi juga oleh akses terhadap air bersih, sanitasi, listrik, serta lingkungan yang mendukung kehidupan sehari-hari.

Memahami standar rumah layak huni dapat membantu kamu mengenali pentingnya hunian yang aman dan sehat sebagai fondasi kesejahteraan keluarga. Dengan dukungan pembangunan yang berkelanjutan dan kolaborasi berbagai pihak, semakin banyak masyarakat diharapkan dapat menikmati akses terhadap hunian yang layak.

Selain itu, penyediaan hunian yang layak merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ingin mengetahui bagaimana PT Astra International Tbk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai program keberlanjutan? Jelajahi komitmennya melalui Astra Sustainability Report.