Di berbagai belahan dunia, inovasi ramah lingkungan kini terus dikembangkan untuk memerangi krisis iklim dan menjaga keseimbangan ekosistem. Di tengah urgensi tersebut, teknologi hijau hadir, tidak hanya sebagai solusi bagi kesehatan lingkungan, tetapi juga strategi pembangunan berkelanjutan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dunia usaha pun turut mengarahkan perhatian pada teknologi hijau, termasuk Astra yang terus memperkuat komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) dan menciptakan dampak jangka panjang.
Jika kamu ingin tahu lebih banyak mengenai teknologi hijau dan bagaimana strategi Astra untuk mendorong inovasi tersebut, mari simak artikel berikut ini!
Apa Itu Teknologi Hijau?
Sederhananya, teknologi hijau merujuk pada pengembangan dan pemanfaatan inovasi yang dirancang untuk meminimalisasi dampak negatif aktivitas manusia terhadap lingkungan dan masyarakat. Teknologi ini mencakup produk, layanan, hingga proses yang bertujuan mengurangi emisi gas rumah kaca, meningkatkan efisiensi energi, serta mendorong penggunaan sumber daya secara berkelanjutan.
Sering disebut sebagai green technology atau greentech, teknologi hijau memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknik untuk menjawab tantangan krisis iklim. Mulai dari energi terbarukan, kendaraan listrik, hingga sistem pengelolaan limbah modern, seluruh inovasi ini memiliki satu benang merah, yaitu menjaga bumi tetap layak huni, baik untuk generasi saat ini maupun mendatang.
Lebih jauh, teknologi hijau mencakup penciptaan sistem yang lebih efisien, adil, dan bertanggung jawab secara sosial. Dengan demikian, upaya ini menjadi fondasi penting bagi transisi menuju ekonomi rendah karbon dan pembangunan berkelanjutan.
Prinsip Utama Teknologi Hijau
Teknologi hijau dibangun di atas prinsip keberlanjutan jangka panjang. Artinya, setiap solusi dirancang untuk memenuhi kebutuhan manusia saat ini tanpa menghambat kemampuan generasi selanjutnya untuk memenuhi kebutuhannya.
Prinsip lainnya adalah efisiensi energi dan pemanfaatan sumber energi terbarukan. Teknologi hijau berupaya menekan konsumsi energi dan sumber daya alam, sekaligus mengurangi emisi dan limbah yang dihasilkan.
Selain itu, teknologi hijau juga sejalan ekonomi sirkular. Langkah ini turut mempertimbangkan seluruh siklus hidup produk atau layanan, mulai dari ekstraksi bahan baku, proses produksi, distribusi, hingga pengelolaan di akhir masa pakai.
Manfaat Teknologi Hijau
Penerapan teknologi hijau memberikan manfaat multidimensi, baik bagi lingkungan, ekonomi, maupun masyarakat. Manfaat tersebut antara lain:
-
Mengurangi emisi karbon. Melalui pemanfaatan energi terbarukan, seperti tenaga surya dan angin, sebagai pengganti bahan bakar fosil, teknologi hijau mampu menekan emisi gas rumah kaca.
-
Meningkatkan efisiensi energi. Dari rumah tangga hingga industri, pemanfaatan teknologi hijau membuat konsumsi energi jadi lebih hemat dan ramah lingkungan, tanpa mengurangi produktivitas.
-
Menekan polusi lingkungan. Teknologi hijau dapat meminimalisasi polusi udara dan air, sehingga masyarakat terhindar dari ancaman penyakit.
-
Menumbuhkan inovasi. Investasi di bidang teknologi hijau menghasilkan inovasi baru yang tidak sekadar ramah lingkungan, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan umum manusia.
-
Melestarikan sumber daya alam (SDA). Dengan mendorong penggunaan material dan inovasi yang bijak dan berkelanjutan, teknologi hijau mampu menjaga kelestarian sumber daya alam (SDA), termasuk flora fauna, dan habitat alami mereka.
-
Mendorong pembangunan berkelanjutan. Teknologi hijau menciptakan peluang ekonomi yang lebih menguntungkan, termasuk lapangan pekerjaan baru di sektor hijau.
-
Menghemat finansial. Dengan beralih ke energi terbarukan, biaya untuk energi pun akan lebih rendah dalam jangka panjang.
-
Meningkatkan reputasi perusahaan. Sebab, komitmen terhadap teknologi hijau semakin diapresiasi oleh investor dan konsumen.
-
Memacu ketahanan energi. Seiring dengan berkurangnya ketergantungan terhadap sumber daya yang terbatas karena teknologi hijau yang tepat guna, negara pun jadi lebih mandiri dalam hal energi.
-
Memperkuat reputasi perusahaan. Bisnis yang mengedepankan teknologi hijau berpeluang mendapat citra positif di mata publik yang melek isu lingkungan.
Meski menawarkan banyak manfaat, penerapan teknologi hijau masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya:
-
Biaya awal relatif tinggi. Implementasi teknologi hijau masih membutuhkan investasi awal yang lebih besar dibanding teknologi konvensional, sehingga menjadi tantangan bagi sebagian perusahaan dan masyarakat.
-
Keterbatasan infrastruktur pendukung. Banyak wilayah masih bergantung pada infrastruktur berbasis energi fosil, sehingga proses transisi menuju teknologi hijau memerlukan waktu, biaya, dan perencanaan matang.
-
Kesiapan dan kematangan teknologi. Beberapa inovasi teknologi hijau masih berada pada tahap pengembangan dan belum sepenuhnya optimal untuk diterapkan secara masif, baik dari sisi efisiensi maupun biaya.
-
Regulasi dan kebijakan yang belum seragam. Perbedaan standar dan kebijakan lingkungan antarwilayah dapat menghambat adopsi teknologi hijau secara luas dan konsisten.
-
Tingkat kesadaran dan perubahan perilaku. Selain teknologi, perubahan pola pikir dan gaya hidup masyarakat juga menjadi tantangan tersendiri dalam mendorong penerapan solusi ramah lingkungan.
Jenis-jenis Teknologi Hijau
Teknologi hijau diimplementasikan dalam berbagai bentuk dan sektor, yang meliputi:
-
Energi terbarukan. Teknologi hijau banyak diterapkan melalui pemanfaatan sumber energi terbarukan, seperti tenaga surya, angin, air, panas bumi, dan biomassa, untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
-
Efisiensi energi. Melalui penggunaan perangkat hemat energi, pencahayaan LED, serta sistem manajemen energi pintar, teknologi hijau membantu menekan konsumsi energi tanpa membebani kinerja dan produktivitas.
-
Pengelolaan limbah dan daur ulang.Teknologi hijau mendukung sistem pengelolaan sampah modern, termasuk daur ulang dan waste-to-energy (WTE), guna mengurangi limbah dan memaksimalkan pemanfaatan kembali sumber daya.
-
Pengolahan air dan limbah. Teknologi hijau juga mencakup sistem pemurnian air, pemanenan air hujan, dan pengolahan air limbah agar dapat digunakan kembali secara aman dan efisien.
-
Transportasi ramah lingkungan. Kendaraan listrik, biofuel, serta pengembangan transportasi publik beremisi rendah menjadi contoh teknologi hijau di sektor mobilitas untuk mengatasi polusi udara.
-
Pertanian cerdas. Pertanian presisi, seperti sistem irigasi hemat air, penggunaan sensor dan data digital, serta metode hidroponik dan vertical farming, diterapkan untuk memperoleh hasil tani yang maksimal, sekaligus mencegah dampak buruk lingkungan.
-
Bangunan dan konstruksi berkelanjutan. Green building memanfaatkan material ramah lingkungan, desain hemat energi, dan ventilasi alami untuk mengurangi jejak karbon bangunan.
Langkah Astra dalam Mendorong Inovasi Teknologi Hijau
Sebagai bagian dari komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG), Astra aktif mendorong pemanfaatan teknologi hijau dalam operasional bisnis dan pengembangan solusi jangka panjang.
Melalui kerangka Astra 2030 Sustainability Aspirations, Astra mengintegrasikan inovasi ramah lingkungan untuk mendorong inovasi teknologi hijau yang diwujudkan melalui berbagai langkah nyata berikut ini.
-
Pemanfaatan energi terbarukan di operasional grup. Sesuai target Astra Net Zero 2050, Astra mengoptimalisasi penggunaan biomassa, biofuel, panel surya, dan pembangkit listrik tenaga panas bumi.
-
Pengembangan solusi ekonomi sirkular dan pengelolaan limbah. Astra mengembangkan inovasi pengelolaan air dan limbah, termasuk Zero Liquid Discharge, Gerai Daur Ulang, dan program 6R (Refine, Reduce, Reuse, Recycle, Recovery, Retrieve to energy).
-
Inisiatif Nature-Based Solutions. Untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, Astra menginisiasi program Astra Sustainable Forest yang menargetkan penanaman 3 juta pohon.
-
Investasi dalam transportasi rendah emisi. Mendukung transisi menuju transportasi bersih, Astra pun berinvestasi dalam ekosistem kendaraan hybrid di Indonesia.
-
Pembangunan green building. Astra mendorong pembangunan dan pengelolaan gedung yang mengutamakan efisiensi energi, konservasi air, serta kenyamanan pengguna, sebagaimana yang telah diusung Menara Astra.
Teknologi Hijau Astra Demi Masa Depan yang Berkelanjutan
Implementasi teknologi hijau membuka peluang lebih besar untuk menekan dampak perubahan iklim sekaligus menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Dengan ini, teknologi hijau menjadi kunci penting bagi masa depan bumi yang lebih lestari.
Astra pun konsisten mendukung pengembangan dan penerapan teknologi hijau sebagai bagian dari komitmen
Environmental, Social, and Governance (ESG). Untuk memahami lebih dalam arah strategi, target, dan capaian dalam bidang ini, kamu bisa mengakses
Astra Sustainability Report.