Di era perubahan iklim dan tuntutan efisiensi bisnis, sektor logistik menghadapi tantangan besar. Aktivitas transportasi dan distribusi berkontribusi signifikan terhadap emisi karbon dan konsumsi energi. Oleh karena itu, konsep logistik hijau hadir sebagai pendekatan strategis untuk memastikan rantai pasok tetap efisien dan ramah lingkungan.
Dalam artikel ini, kamu akan tahu lebih banyak tentang apa itu logistik hijau dan mengapa konsep ini penting diterapkan demi masa depan industri. Jadi, pastikan simak sampai akhir, ya.
Apa Itu Logistik Hijau?
Logistik Hijau atau green logistic adalah cara untuk mengurangi dampak lingkungan dan jejak karbon dari aktivitas logistik, termasuk juga produksi, penyimpanan, pengemasan, hingga transportasi.
Adapun faktor lingkungan menjadi pendorong utama dalam penerapan konsep ini di industri logistik. Dengan adanya green logistic, maka diharapkan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca, limbah industri, dan juga penggunaan energi berlebih.
Mengapa Logistik HIjau Menjadi Semakin Penting?
Sektor logistik memiliki peran krusial dalam perekonomian dan juga menjadi salah satu penyumbang emisi karbon yang cukup besar. Tanpa adanya transformasi, pertumbuhan aktivitas logistik justru bisa memperburuk krisis iklim.
Beberapa alasan pentingnya penerapan logistik hijau dalam industri modern adalah sebagai berikut.
1. Menekan emisi karbon dari transportasi dan pergudangan
2. Meningkatkan efisiensi biaya jangka panjang melalui penghematan energi
3. Mendukung target keberlanjutan dan net zero emission
4. Meningkatkan daya saing bisnis di mata konsumen dan investor
5. Mendorong inovasi teknologi dan sistem rantai pasok
Prinsip Utama dalam Logistik Hijau
Agar logistik hijau bisa diterapkan dengan efektif, ada beberapa prinsip utama yang menjadi fondasi, antara lain:
1. Efisiensi Transportasi
Pengurangan jarak tempuh, optimalisasi rute, dan pemanfaatan teknologi digital, seperti Transportation Management System (TMS), dapat membantu menekan konsumsi bahan bakar dan emisi.
2. Transisi ke Kendaraan Rendah Emisi
Penggunaan kendaraan hybrid, listrik (EV), biofuel, ataupun teknologi rendah emisi juga menjadi bagian penting dari strategi logistik hijau.
3. Gudang dan Fasilitas Ramah Lingkungan
Gudang modern dirancang dengan menggunakan pencahayaan LED, sistem pendingin hemat energi, dan juga pemanfaatan panel surya untuk mengurangi ketergantungan terhadap fosil.
4. Pengelolaan Limbah dan Kemasan
Pengurangan kemasan sekali pakai, sistem returnable packaging, serta penggunaan material daur ulang juga menjadi bagian dari praktik hijau ini.
5. Transparansi dan Pelaporan Emisi
Pemantauan dan pelaporan jejak karbon memungkinkan perusahaan untuk mengevaluasi kinerja lingkungan dan melakukan perbaikan berkelanjutan.
Manfaat Logistik Hijau
Setelah tahu apa itu logistik hijau, tidak lengkap rasanya jika kamu belum tahu manfaat dari penerapan konsep ini. Berikut adalah beberapa manfaatnya.
1. Meningkatkan Citra Perusahaan
Perusahaan yang menerapkan konsep ini sering kali dipandang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Oleh karena itu, penerapan green logistic juga dapat meningkatkan citra dan reputasi perusahaan di mata konsumen, mitra bisnis, serta masyarakat umum.
Selain itu, juga dapat membantu memenangkan kepercayaan pelanggan dan membedakan perusahaan dari pesaing.
2. Efisiensi Sumber Daya
Konsep logistik hijau berperan dalam penghematan sumber daya. Tentu saja hal ini tidak hanya menguntungkan perusahaan, tapi juga masyarakat secara umum.
Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menempatkan pusat penyimpanan logistik atau gudang dekat dengan konsumen. Kedekatan inilah yang membantu meningkatkan efisiensi sumber daya atas kegiatan transportasi.
3. Meminimalkan Limbah
Green logistic mendorong perusahaan untuk melakukan inventarisasi data secara digital. Mulai dari surat, catatan, dan dokumentasi akan disimpan dalam sistem digital terpusat yang membuat penggunaan kertas berkurang.
Digitalisasi ini juga memungkinkan perusahaan untuk menyediakan informasi pelanggan dan inventaris dalam satu dashboard, sehingga lebih efektif. Kemudian penggunaan plastik dalam pengemasan juga ditekan dan mekanisme daur ulang diterapkan guna mengurangi limbah secara keseluruhan.
4. Mengurangi Emisi Gas Pembuangan
Dengan mengadopsi green logistic, maka perusahaan telah berkontribusi dalam mengurangi emisi gas rumah kaca. Hal ini membuat aktivitas logistik perusahaan jadi lebih ramah lingkungan dengan menurunkan jejak karbon yang dihasilkan selama proses logistik.
Adapun untuk mencapai tujuan ini, tentunya perusahaan harus menekan konsumsi energi dan juga menjalankan proses logistik seefisien mungkin.
5. Penghematan Biaya Operasional
Manfaat yang terakhir adalah mengurangi biaya operasional dalam jangka panjang. Optimalisasi rute pengiriman dan penggunaan kendaraan secara efisien dapat mengurangi konsumsi bahan bakar serta biaya transportasi.
Bukan cuma itu saja, penggunaan lampu LED dan pendingin hemat energi juga turut serta berkontribusi terhadap penurunan biaya operasional.
Cara Perusahaan Menerapkan Konsep Logistik Hijau
Penerapan green logistic tentu saja membutuhkan strategi yang tepat agar dapat berjalan efektif. Berikut adalah cara dan strategi yang bisa dilakukan oleh perusahaan.
1. Menggunakan Kemasan Ramah Lingkungan
Untuk mengurangi limbah dan polusi lingkungan, perusahaan dapat mengganti kemasan plastik dengan bahan daur ulang atau bahan yang mudah terurai. Bukan cuma itu, desain kemasan yang lebih efisien juga bisa mengurangi penggunaan bahan baku, mendukung upaya pelestarian lingkungan, dan memberi keuntungan dalam bisnis.
2. Menggunakan Teknologi Terkini
Pemanfaatan teknologi terkini, seperti Transportation Management System (TMS) dan Supply Chain Management System (SCM), bisa membantu perusahaan dalam mengelola persediaan, pengiriman, dan berbagai operasi lain dengan lebih efisien.
Selain itu, teknologi AI juga bisa digunakan sebagai menara kendali rantai pasok untuk mengintegrasikan analisis jejak karbon ke dalam semua tahapan logistik. Seluruh teknologi ini dapat membuat proses operasional jadi lebih efisien sekaligus mengurangi emisi dan pemborosan sumber daya.
Penerapan strategi sangatlah penting agar perusahaan bisa mengurangi dampak lingkungan serta meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing di pasar.
3. Memanfaatkan Gudang yang Lebih Ramah Lingkungan
Selanjutnya, perusahaan bisa menggunakan panel surya sebagai sumber listrik dan penerangan serta sistem pendingin yang hemat energi pada gudang. Kemudian bisa juga mengadopsi sistem otomatisasi dalam proses operasional di gudang menggunakan Warehouse Management System atau automation picking tools.
Sistem otomatisasi ini akan memaksimalkan penggunaan area, mengurangi konsumsi listrik, dan mengurangi kerusakan barang akibat penanganan manual. Dengan begitu, jejak karbon bisa diminimalisasi dan meningkatkan efisiensi jangka panjang.
4. Mengoptimalkan Rute Pengiriman
Mengoptimalkan rute pengiriman menjadi langkah pertama dalam mengurangi jejak emisi dari aktivitas distribusi dan pengiriman barang. Oleh karena itu, strategi ini sangat penting untuk diterapkan sejak awal.
Perusahaan bisa menggunakan teknologi pemetaan dan analisis data untuk merencanakan rute yang lebih efisien. Nantinya, hal ini dapat membantu mengurangi jarak perjalanan, konsumsi bahan bakar, dan waktu tempuh.
Dukung Penerapan Logistik Hijau untuk Wujudkan Keberlanjutan di Masa Depan
Logistik hijau adalah solusi strategis untuk menjawab tantangan lingkungan dan bisnis secara bersamaan. Dengan memahami konsep ini dan cara penerapannya, kamu bisa melihat bahwa keberlanjutan dan efisiensi bukanlah dua hal yang saling bertentangan.
Melalui komitmen dan inisiatifnya, Astra juga telah menunjukkan bahwa transformasi menuju logistik yang lebih hijau bisa dilakukan secara bertahap dan berdampak nyata bagi lingkungan. Kalau kamu tertarik ingin tahu lebih banyak tentang program Astra dalam mewujudkan konsep ini, bisa cek langsung melalui
Astra Sustainability Report