










Temukan bagaimana Circular Economy membantu bisnis mengurangi limbah, meningkatkan efisiensi, dan menciptakan dampak positif bagi lingkungan.
Keberlanjutan
6 menit membaca
0
Bagikan:
Dalam beberapa tahun terakhir, dunia semakin sadar mengenai pola konsumsi dan produksi yang dijalani saat ini tidak bisa terus berlanjut. Model linier economy dengan konsep "ambil, pakai, buang" telah menghasilkan tumpukan limbah yang merusak lingkungan. Hal inilah yang membuat negara mulai beralih ke konsep baru, yakni circular economy.
Bagi banyak perusahaan, konsep ini bukan hanya jargon, tetapi juga strategi bisnis dan keberlanjutan yang nyata. Dalam artikel ini, kamu akan mengenal lebih jauh tentang apa itu circular economy dan kaitannya dengan pengelolaan limbah.
BACA JUGA: 5 Konsep Zero Waste: Ubah Kebiasaan, Selamatkan Bumi!
Circular economy adalah sistem ekonomi yang berfokus pada pemanfaatan sumber daya secara berulang. Alih-alih membuang limbah, model ekonomi ini justru mendorong daur ulang, perbaikan, dan pemanfaatan kembali agar sumber daya bisa tetap berada dalam siklus selama mungkin.
Adapun bagi sektor industri, model ekonomi seperti ini memiliki banyak manfaat, seperti:
Agar penerapannya lebih terarah, circular economy umumnya dioperasionalkan melalui sembilan strategi yang tersusun secara hierarkis, mulai dari yang paling berdampak besar hingga yang paling mendasar. Berikut penjelasannya.
1. Refuse: Menolak penggunaan material atau proses yang tidak perlu sejak awal.
2. Rethink: Memikirkan ulang model bisnis agar lebih efisien dan minim limbah.
3. Reduce: Mengurangi penggunaan bahan baku dan energi dalam produksi.
4. Reuse: Menggunakan kembali produk dalam bentuk aslinya.
5. Repair: Memperbaiki produk yang rusak agar bisa dipakai lagi.
6. Refurbish: Memperbarui produk lama agar performanya kembali optimal.
7. Remanufature: Merakit ulang komponen bekas menjadi produk baru.
8. Repurpose: Mengalihfungsikan produk untuk kegunaan yang berbeda.
9. Recycle dan Recover: Mendaur ulang material menjadi bahan baku baru atau memulihkan energi dari limbah yang sudah tidak bisa diproses lagi.
Berikut ini adalah beberapa keunggulan utama dari penerapan circular economy yang penting untuk kamu ketahui.
Penerapan circular economy bermanfaat dalam pengurangan limbah. Pasalnya, model ini memungkinkan produk dan material didesain ulang untuk memaksimalkan masa pakai, memperbaiki, dan mengembalikan bahan ke dalam siklus produksi.
Hal ini tentunya dapat mengurangi kebutuhan terhadap bahan baku baru sekaligus mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan dan mengurangi tekanan pada lingkungan.
Keunggulan lainnya adalah dapat mendorong inovasi dalam desain produk dan layanan. Dengan kata lain, perusahaan diharapkan untuk memikirkan kembali model bisnis mereka.
Termasuk juga penyediaan produk sebagai layanan yang mendorong perbaikan, pemeliharaan, dan penggunaan kembali. Inovasi seperti ini dapat merangsang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta memberi peluang bisnis baru.
Model ekonomi seperti ini juga dapat mempromosikan penggunaan sumber daya secara efisien dengan memperpanjang usia pakai produk serta mendorong praktik daur ulang dan pengguna kembali. Nantinya, hal ini dapat membantu mengurangi permintaan akan sumber daya alam yang terbatas.
Pada dasarnya, konsep ekonomi ini tidak hanya menguntungkan lingkungan dan ekonomi, tapi juga bisa meningkatkan kesejahteraan sosial. Dengan memperbaiki akses terhadap barang dan layanan melalui model bisnis inklusif, circular economy dapat membantu mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan aksesibilitas bagi masyarakat kurang mampu.
Adanya pengurangan ketergantungan terhadap sumber daya alam yang terbatas dan mengurangi risiko ketidakstabilan pasar membuat konsep ekonomi ini mampu meningkatkan ketahanan ekonomi suatu negara. Apalagi penggunaan ulang dan daur ulang juga dapat membantu mengatasi fluktuasi harga bahan baku sekaligus memberi kestabilan jangka panjang dalam produksi.
Terakhir, circular economy mendukung pertumbuhan hijau dengan cara merangsang investasi dalam teknologi dan infrastruktur yang ramah lingkungan. Hal ini dapat menciptakan peluang baru bagi industri hijau dan memperluas pasar untuk produk dan layanan berkelanjutan.
Di Indonesia, circular economy telah menjadi bagian dari strategi pembangunan nasional. Konsep ini diintegrasikan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 sebagai salah satu jalur menuju ekonomi hijau, dengan sejumlah dasar hukum pendukung, seperti:
Pemerintah menargetkan lima sektor prioritas untuk transisi ini, yaitu pangan, tekstil, konstruksi, retail (khususnya kemasan plastik), dan elektronik dengan potensi peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) yang signifikan serta penciptaan lapangan kerja hijau baru apabila implementasinya berjalan optimal hingga 2030.
Target RPJMN 2025–2029 juga menetapkan peningkatan bertahap pada indikator tingkat input material sirkular di sektor industri setiap tahunnya. Dalam kerangka besar inilah, kontribusi masing-masing perusahaan, termasuk PT Astra International Tbk, menjadi bagian penting dari upaya kolektif menuju ekonomi sirkular nasional.
Melalui anak usahanya, FIFGROUP, PT Astra International Tbk meluncurkan kampanye #AKSI: Ayo Kurangi Sampah Indonesia yang mendorong karyawan dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap sampah sebagai bagian dari penerapan circular economy dan pengurangan limbah.
Program ini menjadi bagian dari implementasi Tujuan SDG 12 - Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. FIFGROUP menginisiasi kampanye pengurangan limbah sampah dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran karyawan dan masyarakat terhadap pengelolaan sampah dengan prinsip ekonomi sirkular.
Adapun beberapa program yang menjadi bagian dari kampanye antara lain:
Program tersebut telah diterapkan di FIFGROUP Head Office dan seluruh cabang dengan melibatkan seluruh karyawan. Melalui implementasi program ini, FIFGROUP juga telah berhasil mencapai pengurangan timbulan sampah sebesar 19,4%.
Limbah sampah tersebut kemudian akan didata dan dipilah terlebih dahulu sebelum disalurkan ke bank sampah binaan Astra sebagai mitra dalam daur ulang dan pemberdayaan masyarakat.
Tidak hanya program, PT Astra International Tbk juga berhasil mencatat pencapaian nyata sepanjang tahun 2025, seperti:
Beberapa manfaat nyata dari penerapan konsep ekonomi ini antara lain sebagai berikut.
Singkatnya, circular economy adalah solusi untuk keluar dari jebakan model ekonomi linear yang boros sumber daya. Melalui berbagai programnya, PT Astra International Tbk menunjukkan komitmen nyata dalam pengurangan limbah sekaligus memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Bagi kamu sebagai individu maupun pelaku usaha, ada banyak hal yang bisa ditiru dari langkah PT Astra International Tbk, mulai dari memilah sampah rumah tangga hingga mendukung bank sampah.
Kalau ingin tahu lebih banyak tentang program keberlanjutan PT Astra International Tbk, kamu bisa langsung membaca Astra Sustainability Report. Karena masa depan bumi yang lebih bersih hanya bisa terwujud kalau kita semua ikut berkontribusi.