










Pahami apa itu holding company, struktur, dan perannya dalam strategi ekspansi dan pengelolaan bisnis dalam artikel ini.
Bisnis & Aksi Perusahaan
6 menit membaca
0
Bagikan:
Holding company adalah salah satu istilah yang sudah tidak asing lagi dalam dunia bisnis. Apalagi istilah ini berkaitan erat dengan keberadaan suatu perusahaan yang menjadi bagian dari satu perusahaan besar.
Namun, sebenarnya apa itu holding company dan bagaimana perannya dalam dunia bisnis? Temukan penjelasan selengkapnya dalam artikel di bawah ini!
BACA JUGA: Strategi Diversifikasi Bisnis Astra di Berbagai Sektor Industri
Menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Holding Company (perusahaan induk) dapat didefinisikan sebagai perusahaan yang memiliki saham pengendali (majority stake) dalam kepemilikan mayoritas saham, sehingga memiliki pengendalian atas pengelolaan dan operasional perusahaan-perusahaan di bawahnya (subsidiary).
Hal inilah yang membuat holding company juga memiliki hak suara dominan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) anak perusahaannya karena mempunyai mayoritas kepemilikan saham dan kontrol langsung yang memungkinkan induk perusahaan untuk menetapkan arah kebijakan strategis.
Selain itu, holding company juga bisa dipahami sebagai perusahaan yang memiliki saham pengendali di satu atau lebih perusahaan lain. Akan tetapi, biasanya perusahaan ini tidak menjalankan operasi bisnisnya secara langsung.
Tujuan utama pendirian holding company adalah untuk memiliki dan mengontrol perusahaan lain. Sedangkan beberapa tujuan lainnya, antara lain:
Keuntungan investasi dari beberapa perusahaan di sektor berbeda bisa membantu perusahaan induk mengurangi risiko kegagalan di satu sektor bisnis tertentu. Jika salah satu anak perusahaan mengalami masalah keuangan, maka hal tersebut tidak langsung akan menghancurkan seluruh grup perusahaan.
Model bisnis perusahaan induk juga menjadi salah satu strategi yang kini banyak dilakukan perusahaan untuk melakukan ekspansi bisnis. Pasalnya, holding company mempermudah proses akuisisi perusahaan lain, sehingga mempercepat pertumbuhan grup perusahaan.
Struktur holding company memungkinkan pengambilan keputusan yang terpusat dan terarah. Dengan begitu, seluruh perusahaan dalam satu grup dapat bergerak sesuai dengan visi dan misi yang sama.
Holding company dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan akses ke modal dengan memanfaatkan kekuatan finansial untuk mendapatkan pinjaman atau menerbitkan obligasi. Hal inilah yang dapat membantu anak perusahaan memperoleh pendanaan yang dibutuhkan untuk pengembangan bisnisnya.
Adapun berbagai ciri holding company adalah sebagai berikut.
Perusahaan induk umumnya memiliki minimal satu anak perusahaan dengan jumlah yang tidak terbatas. Keberadaan anak perusahaan ini mempunyai peran penting dalam menunjang aktivitas bisnis grup perusahaan.
Suatu perusahaan induk juga harus memiliki kemampuan untuk mengendalikan arah kebijakan dan strategi bisnis anak perusahaan. Proses pengendalian sendiri dapat dilakukan melalui penunjukan direksi dan komisaris, penetapan anggaran dan rencana kerja, serta penyusunan kebijakan dan prosedur.
Umumnya, perusahaan induk memiliki sebagian atau seluruh saham di anak perusahaan. Kepemilikan saham tersebut dapat diperoleh melalui pembelian, pendirian bersama, atau akuisisi. Adapun persentase kepemilikan saham ini akan menentukan tingkat kontrol perusahaan induk terhadap anak perusahaannya.
BACA JUGA: Perusahaan Konglomerasi: Strategi Pertumbuhan Multi-Sektor
Berikut ini adalah beberapa kewenangan yang dimiliki oleh holding company.
Wewenang pertama dari holding company adalah membuat perencanaan dan mengendalikan anak perusahaan. Seiring dengan hal ini, anak perusahaan harus menuruti segala rencana yang sudah dibuat oleh holding company.
Sering kali holding company juga memiliki kebijakan yang berbeda-beda untuk setiap anak perusahaannya. Selain itu, holding company dapat melakukan audit untuk memastikan bahwa anak perusahaan telah melaksanakan rencana awal yang sudah disusun.
Jika dibutuhkan, holding company juga dapat menggabungkan beberapa perusahaan sejenis atau melakukan merger. Akan tetapi, perusahaan yang digabung harus mempunyai produk atau layanan yang sesuai.
Secara umum, tujuan dari diadakannya merger adalah memudahkan perencanaan dan pengelolaan operasional pada beberapa perusahaan tersebut.
Selanjutnya, holding management juga berwenang untuk mengatur manajemen operasional untuk mengurangi risiko kebangkrutan pada anak perusahaan. Hal ini karena holding company juga turut bertanggung jawab jika anak perusahaan mengalami kebangkrutan.
Begitu pula sebaliknya. Jika anak perusahaan sukses, maka holding company juga akan mendapatkan keuntungan.
Holding company juga harus memastikan bahwa posisinya cukup strategis di pasaran. Dengan begitu, perusahaan induk maupun anak perusahaan dapat menjadi lebih kuat dan mempunyai pasar yang luas.
Holding company hadir dalam berbagai jenis yang mempunyai karakteristik dan tujuan yang berbeda. Berikut ini adalah penjelasannya.
Berdasarkan tingkat keterlibatan dalam operasi, holding company terbagi menjadi dua, yaitu:
Adapun jenis holding company berdasarkan diversifikasi bisnis adalah sebagai berikut.
Astra merupakan salah satu contoh holding company di Indonesia yang memiliki banyak anak perusahaan di berbagai bidang. Keunggulan Astra terletak pada sistem manajemen terpadu yang disebut Astra Green Company (AGC) dan Astra Friendly Company (AFC).
AGC berfungsi memastikan setiap instalasi anak perusahaan mematuhi standar lingkungan dan keselamatan kerja yang ketat. Hal ini terlihat pada tahun 2025, di mana sebanyak 93,99% dari 798 instalasi perusahaan Grup Astra meraih peringkat Biru, Hijau, dan Emas dalam penilaian internal LK3.
Selain itu, Astra juga memanfaatkan posisinya sebagai induk untuk mendorong inovasi ekonomi sirkular melalui Astra Circular Economy Institute (ACEI), yang mengintegrasikan prinsip 9R, termasuk Recycle, Reuse, dan Repair, ke dalam proses manufaktur anak perusahaan.
BACA JUGA: 7 Daftar Lini Bisnis Astra: Diversifikasi dan Inovasi Berkelanjutan
Kini, kamu sudah paham bahwa holding company adalah salah satu strategi bisnis yang mampu menciptakan dampak luas jika dikelola dengan visi yang tepat. Tidak hanya itu saja, holding company juga menjadi bagian dari strategi keberlanjutan Astra untuk mewujudkan Astra 2030 Sustainability Aspirations.
Kalau kamu tertarik ingin tahu lebih banyak tentang lini bisnis yang dijalankan Astra, jelajahi Astra Sustainability Report dan temukan bagaimana sinergi besar dapat mewujudkan cita-cita "Sejahtera Bersama Bangsa".