Perubahan iklim, kualitas udara yang menurun, dan cuaca ekstrem kini telah menjadi isu yang layak untuk mendapat perhatian. Pasalnya, semua itu adalah dampak nyata dari meningkatnya emisi gas rumah kaca, khususnya emisi karbon. Namun, sebenarnya apa itu emisi karbon?
Yuk, kenali definisi, dampak, hingga cara mengurangi emisi karbon dengan berbagai pendekatan dalam artikel ini!
Apa Itu Emisi Karbon?
Emisi karbon adalah proses lepasnya karbon dioksida (CO₂) ke atmosfer bumi yang disebabkan oleh berbagai faktor alami maupun aktivitas manusia. Secara umum, emisi karbon paling banyak dihasilkan dari beberapa aktivitas berikut:
-
Pembakaran bahan bakar fosil
-
Aktivitas transportasi
-
Proses industri dan manufaktur
-
Konsumsi energi listrik
-
Pengelolaan limbah yang tidak optimal
Kemudian gas karbon dioksida ini terperangkap di atmosfer dan berkontribusi terhadap efek rumah kaca yang memicu pemanasan global.
Dampak Emisi Karbon
Keberadaan emisi karbon telah membawa berbagai dampak negatif bagi lingkungan dan makhluk hidup. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Perubahan Iklim dan Bencana Alam
Emisi karbon adalah peristiwa yang dapat menyebabkan meningkatnya suhu bumi dari rata-rata global yang sudah dialami oleh bumi. Adapun dalam beberapa tahun terakhir, diketahui bahwa bumi mengalami kenaikan suhu mencapai 1,5 Celcius.
Perubahan iklim ini tentunya dapat menyebabkan timbulnya berbagai bencana, seperti badai, kekeringan, banjir, dan lainnya.
2. Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan
Gas karbon yang diserap oleh lingkungan bisa mengakibatkan terjadinya pencemaran ekosistem. Hal tersebut bisa terlihat dari mulai rusaknya ekosistem laut, mencairnya es di kutub yang disebabkan oleh naiknya suhu bumi, hingga kurangnya persediaan air bersih akibat jejak karbon yang kini mencemari air laut.
3. Kurangnya Ketersediaan Pangan
Cuaca yang ekstrem seperti hujan badai atau kekeringan juga dapat berdampak pada hasil panen dari sektor pertanian. Kemudian kurangnya hasil pertanian akan berpengaruh ke sektor peternakan.
Selain itu, kurangnya ketersediaan air bersih dapat menghambat kebutuhan pada sektor perikanan dan peternakan. Kondisi ini tentunya bisa berdampak besar terhadap ketersediaan pangan manusia.
4. Perubahan Ragam Hayati
Peningkatan suhu bumi yang disebabkan oleh emisi gas karbon juga dapat memengaruhi cara bertahan hidup hewan dan tumbuhan. Hewan dan tumbuhan yang tidak bisa beradaptasi dengan suhu lebih tinggi dari rata-rata cenderung sulit untuk bertahan, sehingga spesies tersebut akan terancam punah.
5. Tersebarnya Penyakit
Polusi dan kondisi cuaca yang semakin ekstrem dapat menyebabkan turunnya imun pada tubuh manusia. Bukan hanya itu, lingkungan yang tercemar juga bisa menyebarkan bakteri, virus, hingga parasit yang dapat menjangkit tubuh manusia, seperti malaria, masalah pernapasan, dan masih banyak lagi.
6. Menipisnya Ketersediaan Air dan Makanan
Perubahan iklim yang terlalu ekstrem dapat mengganggu siklus air alami. Kondisi inilah yang nantinya akan berdampak pada kurangnya ketersediaan air bersih.
Selain itu, suhu yang lebih tinggi juga dapat menyebabkan kekeringan berkepanjangan di beberapa wilayah. Apabila hal ini terjadi dalam jangka panjang, tentu dapat memengaruhi sektor pertanian, perikanan, hingga peternakan.
Cara Mengurangi Emisi Karbon
Untuk mengurangi dampak negatif dari emisi karbon yang semakin meningkat, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan. Berikut ini adalah cara mengurangi emisi karbon.
1. Menghemat Penggunaan Energi
Salah satu cara mengurangi emisi karbon yang paling mudah adalah dengan menghemat energi. Seperti yang diketahui bahwa listrik yang kamu gunakan bisa bekerja berkat adanya suplai pembakaran bahan bakar, seperti minyak dan batu baru.
Maka dari itu, demi menekan jumlah batu bara atau bahan bakar fosil lainnya yang dibakar untuk kebutuhan energi, kamu perlu melakukan penghematan listrik dengan mematikan lampu atau perangkat elektronik lain saat tidak digunakan.
2. Menggunakan Energi Terbarukan
Energi terbarukan, seperti energi angin, matahari, dan angin, dapat menghasilkan emisi karbon yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan batu bara dan minyak bumi.
Dengan memanfaatkan energi ini, maka kebutuhan energi dapat dipenuhi tanpa melepaskan banyak CO₂ ke atmosfer, sehingga akan membantu memperlambat laju perubahan iklim.
Selain itu, peralihan ke energi terbarukan juga menawarkan manfaat jangka panjang, seperti kualitas udara yang lebih baik, efisiensi biaya, dan kemandirian energi.
3. Menanam Pohon
Menanam pohon juga bisa menjadi langkah efektif untuk mengurangi emisi karbon. Pasalnya, pohon berperan sebagai penyerap alami karbon dioksida (CO₂).
Melalui proses fotosintesis, pepohonan dapat membantu menurunkan konsentrasi karbon di atmosfer dan juga menjaga stabilitas iklim. Selain menanam, menghentikan deforestasi juga menjadi hal yang tidak kalah penting.
Saat hutan tetap terjaga, maka kapasitas penyerapan karbon akan lebih optimal dan ekosistem dapat menjalankan fungsinya dengan baik.
Upaya Astra untuk Mengurangi Emisi Karbon dalam Praktik Keberlanjutan
Sebagai perusahaan multisektor di Indonesia, Astra menghadapi tantangan kompleks terkait emisi karbon. Oleh karena itulah, Astra menempatkan isu dekarbonisasi sebagai bagian dari perjalanan menuju bisnis yang lebih berkelanjutan.
Beberapa pendekatan yang dilakukan oleh Astra sebagai upaya untuk mengurangi emisi karbon, antara lain:
1. Integrasi Astra 2030 Sustainability Aspirations
Astra memiliki aspirasi keberlanjutan jangka panjang yang mencakup aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola. Pengelolaan emisi karbon menjadi bagian dari pilar lingkungan yang sejalan dengan upaya transisi menuju ekonomi rendah karbon.
2. Efisiensi Energi di Berbagai Lini Bisnis
Melalui optimalisasi proses operasional dan pemanfaatan teknologi, Astra berupaya menekan konsumsi energi dan emisi yang dihasilkan dari berbagai aktivitas bisnisnya.
3. Dukungan terhadap Solusi Rendah Karbon
Selanjutnya, Astra juga terlibat dalam pengembangan dan adopsi solusi yang mendukung dekarbonisasi. Termasuk di antaranya inovasi di sektor energi, transportasi, serta industri pendukung.
4. Transparansi Melalui Laporan Keberlanjutan
Melalui Astra Sustainability Report, Astra menyampaikan pendekatan, capaian, hingga tantangan terkait pengelolaan emisi karbon secara terbuka kepada publik dan pemangku kepentingan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa cara mengurangi karbon juga dapat dilakukan secara bertahap, terukur, dan konsisten.
Program Inisiasi Astra sebagai Upaya Mengurangi Emisi Karbon, Langkah Kecil yang Berdampak Besar
Memahami apa itu emisi karbon adalah langkah awal yang penting. Namun, pemahaman ini juga harus dibarengi dengan aksi nyata yang bisa dilakukan mulai dari lingkungan terkecil, yakni individu.
Sebab, perubahan besar selalu dimulai dari keputusan yang sadar dan langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Kalau kamu ingin lihat komitmen berkelanjutan Astra, bisa jelajahi lebih lanjut melalui
Astra Sustainability Report. Nantinya, kamu bisa lihat langsung program-program dan dampak yang diberikan Astra sebagai upaya mengurangi emisi karbon.