Perubahan iklim dan emisi gas rumah kaca kini telah menjadi isu global yang kian mendesak. Adapun salah satu solusi untuk mengatasinya adalah dekarbonisasi yang kini semakin masif dilakukan. Namun, sebenarnya apa itu dekarbonisasi?
Mengapa istilah ini menjadi penting dalam diskusi keberlanjutan, khususnya bagi sektor industri dan dunia usaha? Yuk, cari tahu lebih lanjut dalam artikel di bawah ini!
Apa Itu Dekarbonisasi?
Dekarbonisasi adalah metode mitigasi perubahan iklim dan proses mengurangi atau menghilangkan karbon dioksida (CO₂) dan emisi gas rumah kaca (GHG) lainnya secara signifikan dari atmosfer. Umumnya, emisi ini berasal dari penggunaan energi berbasis bahan bakar fosil, proses industri, dan transportasi.
Jadi, bisa dipahami bahwa dekarbonisasi adalah proses transisi menuju aktivitas ekonomi dan operasional yang lebih rendah karbon. Tujuan akhirnya adalah untuk menekan laju perubahan iklim dengan mengurangi jumlah gas rumah kaca yang dilepaskan ke atmosfer.
Tujuan Dekarbonisasi Secara Umum
Selain tujuan akhir yang sudah disebutkan, dekarbonisasi juga memiliki beberapa tujuan lainnya, antara lain:
-
Pengurangan Emisi: Mengurangi jumlah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari berbagai sektor, seperti industri, transportasi, dan pertanian.
-
Mengurangi Ketergantungan pada Bahan Bakar Fosil: Menggantinya dengan sumber energi terbarukan, seperti energi surya, energi angin, hidroelektrik, dan biomassa.
-
Peningkatan Efisiensi Energi: Dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dalam penggunaan energi untuk mengurangi kebutuhan terhadap energi dan emisi yang dihasilkan.
-
Inovasi Teknologi: Mendorong pengembangan dan adopsi teknologi baru yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, seperti penyimpanan energi dan proses produksi industri yang lebih bersih.
-
Pengembangan Infrastruktur Berkelanjutan: Guna mendukung penggunaan energi terbarukan dan memfasilitasi transisi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan.
-
Kolaborasi Internasional: Berpartisipasi dalam upaya global untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, termasuk melalui perjanjian, seperti Paris Agreement.
Manfaat Dekarbonisasi
Ketika dekarbonisasi berhasil tercapai, maka manfaat yang dirasakan ada banyak sekali. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Mengurangi Perubahan Iklim
Emisi gas rumah kaca dapat menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim yang merugikan. Dengan adanya dekarbonisasi, maka jumlah emisi CO₂ dapat dikurangi. Begitu pula dengan dampaknya terhadap perubahan iklim, seperti kenaikan suhu global, kekeringan, hingga banjir.
2. Melindungi Lingkungan
Berkurangnya emisi gas rumah kaca juga berarti akan mengurangi polusi udara dan pencemaran lingkungan lainnya yang berasal dari proses pembakaran bahan bakar fosil. Hal ini tentu dapat membantu menjaga kualitas udara, air, dan tanah yang lebih baik.
3. Inovasi dan Penciptaan Lapangan Kerja
Pergeseran ke sumber energi bersih juga dapat memacu munculnya inovasi di sektor energi terbarukan dan teknologi yang lebih ramah lingkungan. Pada akhirnya, ini akan menciptakan peluang baru untuk pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di sektor yang bersangkutan.
4. Mengurangi Ketergantungan pada Bahan Bakar Fosil
Dekarbonisasi adalah strategi yang mampu mendorong penggunaan sumber energi terbarukan dan berkelanjutan, seperti energi surya, angin, dan hidro. Dengan begitu, manusia bisa mengurangi ketergantungannya terhadap bahan bakar fosil yang terbatas serta berkontribusi pada ketahanan energi negara.
5. Mengurangi Kerentanan terhadap Perubahan Iklim
Dengan mengurangi emisi gas rumah kaca, maka secara tidak langsung juga sudah mengurangi kerentanan terhadap perubahan iklim yang ekstrem, seperti bencana alam, kerusakan lingkungan, hingga konflik terkait sumber daya.
6. Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Mengurangi emisi polutan udara dari aktivitas pembakaran bahan bakar fosil bisa mengurangi dampak negatifnya terhadap kesehatan manusia. Beberapa jenis penyakit, seperti asma, bronkitis, dan penyakit kardiovaskular lain, bisa diminimalisir dengan kualitas udara yang lebih bersih.
7. Mengurangi Biaya Jangka Panjang
Meski biaya investasi awal terbilang tinggi, dekarbonisasi pada akhirnya mampu mengurangi biaya jangka panjang terkait dengan perubahan iklim. Termasuk juga yang berkaitan dengan biaya pemulihan pasca-bencana, biaya kesehatan masyarakat, dan biaya infrastruktur yang berkelanjutan.
Upaya Dekarbonisasi yang Dilakukan oleh Astra
Beberapa upaya yang dilakukan Astra dalam pengelolaan emisi yang menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan adalah sebagai berikut.
-
Pengelolaan dan Pengurangan Emisi: Astra mengidentifikasi sumber emisi dari aktivitas operasionalnya dan melakukan pemantauan sebagai dasar pengelolaan dampak lingkungan.
-
Efisiensi Energi dalam Operasional: Upaya peningkatan efisiensi dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan energi dan mengurangi emisi yang dihasilkan.
-
Integrasi Keberlanjutan dalam Strategi Bisnis: Pendekatan dekarbonisasi tidak berdiri sendiri, tetapi terintegrasi dengan strategi bisnis jangka panjang dan tata kelola perusahaan.
Wujudkan Kualitas Udara yang Sehat dan Bersih dengan Strategi Dekarbonisasi
Itulah penjelasan mengenai dekarbonisasi lengkap dengan tujuan dan manfaatnya. Dari sini bisa terlihat bahwa dekarbonisasi adalah proses bertahap yang membutuhkan komitmen jangka panjang dan membutuhkan kontribusi dari banyak pihak.
Kini, kamu juga bisa cari tahu langsung bagaimana Astra berupaya untuk mengurangi emisi melalui berbagai program dan inisiatif mereka. Lewat
Astra Sustainability Report, kamu bisa melihat dampak yang berhasil dicapai Grup Astra melalui program-program tersebut.