










30 Juli 2026
PT ASTRA INTERNATIONAL TBK ("Perseroan" atau "Astra")
Laporan Keuangan Semester I Tahun 2026
Ikhtisar
"Pada semester pertama 2026, Grup mencatat peningkatan kontribusi dari bisnis Otomotif dan Jasa Keuangan. Namun, penurunan kontribusi dari bisnis Solusi Pertambangan & Alat Berat mengakibatkan penurunan laba bersih Grup secara keseluruhan.
Pada Mei 2026, kami mengumumkan strategi korporasi baru yang bertujuan untuk memberikan imbal hasil pemegang saham yang stabil dan berkelanjutan. Strategi tersebut mencakup fokus pada tiga Core Businesses Grup, yaitu Otomotif, Jasa Keuangan dan Solusi Pertambangan & Alat Berat; kerangka alokasi modal yang lebih disiplin, termasuk dividen dan share buyback; serta komitmen untuk bertransformasi melalui penyelarasan kepemimpinan.
Astra telah mengumumkan program pembelian kembali saham baru hingga Rp8 triliun untuk 12 bulan ke depan, yang telah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 17 Juli 2026. Selain itu, UT juga mengumumkan program pembelian kembali saham baru hingga Rp2 triliun untuk tiga bulan ke depan. Sebelumnya, sejak November 2025, Astra dan UT telah menyelesaikan program share buyback dengan total nilai Rp7,4 triliun hingga akhir Juni 2026. Selain itu, Astra juga telah menjalankan penyelarasan insentif manajemen melalui program MSOP.
Di tengah ketidakpastian global yang masih berlanjut, kami tetap fokus untuk menjalankan strategi korporasi kami yang baru. Kami yakin terhadap keunggulan operasional, resiliensi dan kekuatan neraca keuangan Astra, yang didukung oleh alokasi modal yang disiplin dalam menghadapi berbagai tantangan bisnis. Kami akan senantiasa mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, sekaligus memposisikan Grup untuk dapat memberikan peningkatan total imbal hasil bagi para pemegang saham serta mencapai pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan."
Rudy
Presiden Direktur
Kinerja Keuangan Konsolidasi grup Astra ("Grup")
| Untuk periode yang berakhir 30 Juni | |||
| 2026 Rp miliar |
2025 Rp miliar |
Perubahan % |
|
| Pendapatan bersih | 157.913 | 162.857 | (3) |
| Laba bersih tidak termasuk non-recurring items* | 14.892 | 16.041 | (7) |
| Non-recurring items* | (2.359) | (526) | N/A |
| Laba bersih | 12.533 | 15.515 | (19) |
| Rp | Rp | ||
| Laba bersih per saham tidak termasuk non-recurring items* | 372 | 396 | (6) |
| Laba bersih per saham | 313 | 383 | (18) |
| 30 Juni 2026 Rp miliar |
31 Desember 2025 Rp miliar |
Perubahan % |
|
| Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk | 230.068 | 228.906 | 1 |
| Rp | Rp | ||
| Nilai aset bersih per saham | 5.763 | 5.692 | 1 |
* Non-recurring items, terutama terdiri atas penyesuaian nilai wajar atas investasi ekuitas dan penurunan nilai (impairment)
Catatan: Grup menggunakan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebagai laba bersih
Kinerja keuangan selama semester pertama yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 2025 serta posisi keuangan per 30 Juni 2026 tidak diaudit dan telah disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
LAPORAN PRESIDEN DIREKTUR
Kinerja
Pendapatan bersih konsolidasian Grup pada semester pertama tahun 2026 tercatat sebesar Rp157,9 triliun, 3% lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba bersih, tidak termasuk non-recurring items, lebih rendah 7% sebesar Rp14,9 triliun. Meskipun hampir seluruh bisnis mencatatkan kinerja yang baik, kinerja Grup secara keseluruhan terdampak oleh kontribusi dari bisnis Solusi Pertambangan & Alat Berat yang lebih rendah, mencerminkan minimnya kontribusi dari divisi pertambangan emas, penurunan penjualan alat berat, serta penurunan volume pada divisi jasa penambangan dan pertambangan batu bara.
Perseroan mencatat non-recurring items sebesar Rp2,4 triliun, yang terutama terdiri atas penyesuaian nilai wajar atas investasi ekuitas dan penurunan nilai (impairment). Dengan memperhitungkan non-recurring items tersebut, laba bersih Grup tercatat sebesar Rp12,5 triliun, turun 19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Nilai aset bersih per saham pada 30 Juni 2026 naik sebesar 1% menjadi Rp5.763.
Utang bersih pada 30 Juni 2026, tidak termasuk anak perusahaan Jasa Keuangan Grup, mencapai Rp6,0 triliun, dibandingkan dengan kas bersih Rp7,2 triliun pada 31 Desember 2025, terutama disebabkan oleh akuisisi PT Arafura Surya Alam, perusahaan tambang emas, share buyback, dan pergerakan modal kerja. Utang bersih anak perusahaan Jasa Keuangan Grup mencapai Rp67,0 triliun pada 30 Juni 2026, meningkat dibandingkan Rp64,9 triliun pada 31 Desember 2025.
Strategy Roadmap
Pada Mei 2026, Astra mengumumkan Strategy Roadmap baru yang mencerminkan perubahan mendasar dalam mindset perusahaan untuk menghasilkan total imbal hasil pemegang saham yang berkelanjutan. Strategi ini dibangun di atas empat pilar utama: Focus, Clarity, Discipline, dan Commitment.
Kegiatan Bisnis
Untuk mencerminkan strategi korporasi yang baru, Astra menerapkan struktur pelaporan yang telah diperbarui dengan berfokus pada tiga Core Businesses sejak semester pertama 2026, dimana seluruh bisnis di luar Core Businesses dilaporkan dalam segmen Lain-lain.
Laba bersih Grup berdasarkan bisnis pada semester pertama tahun 2026, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu dimuat dalam tabel di bawah:
| Laba Bersih Berdasarkan Bisnis | |||
| Untuk periode yang berakhir 30 Juni | |||
| 2026 Rp miliar |
2025 Rp miliar |
Perubahan % |
|
| Otomotif | 5.914 | 5.404 | 9 |
| Jasa Keuangan | 4.646 | 4.374 | 6 |
| Solusi Pertambangan & Alat Berat | 2.704 | 5.022 | (46) |
| Lain-lain | 1.628 | 1.241 | 31 |
| Laba bersih tidak termasuk non-recurring items* | 14.892 | 16.041 | (7) |
| Non-recurring items* | (2.359) | (526) | N/A |
| Laba bersih | 12.533 | 15.515 | (19) |
* Non-recurring items, terutama terdiri atas penyesuaian nilai wajar atas investasi ekuitas dan penurunan nilai (impairment)
Catatan:
Otomotif
Laba bersih bisnis Otomotif Grup meningkat sebesar 9% menjadi Rp5,9 triliun, dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya, terutama didukung oleh pertumbuhan penjualan mobil baru dan kontribusi yang kuat dari divisi Komponen.
Jasa Keuangan
Bisnis Jasa Keuangan Grup terus menunjukkan pertumbuhan yang resilien, dengan laba bersih yang meningkat 6% menjadi Rp4,6 triliun.
Solusi Pertambangan & Alat Berat
Bisnis Solusi Pertambangan & Alat Berat Grup membukukan laba bersih (tanpa memperhitungkan non-recurring items) sebesar Rp2,7 triliun, turun 46% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut disebabkan oleh minimnya penjualan emas dari tambang emas Martabe, serta dampak dari penurunan kuota produksi batu bara nasional (alokasi RKAB), yang mengakibatkan melemahnya permintaan pada divisi alat berat dan jasa penambangan, serta penurunan volume pada divisi pertambangan batu bara.
Selama semester pertama tahun 2026, bisnis Solusi Pertambangan & Alat Berat membukukan non-recurring items sebesar Rp2,1 triliun pada divisi panas bumi dan nikel. Dengan memperhitungkan non-recurring items tersebut, laba bersih yang dilaporkan turun 88% menjadi Rp607 miliar.
Lain-lain
Total laba bersih segmen Lain-lain, yang terutama mencerminkan Wider Businesses Grup, tanpa memperhitungkan non-recurring items, mencapai Rp1,6 triliun. Laba bersih ini meningkat 31% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, terutama didorong oleh peningkatan kinerja divisi agribisnis yang didukung oleh kenaikan harga dan volume penjualan minyak kelapa sawit, serta peningkatan kinerja divisi properti yang didukung oleh kontribusi dari industrial warehouse platform yang baru diakuisisi.
Segmen Lain-lain membukukan kerugian penyesuaian nilai wajar non-recurring sebesar Rp259 miliar pada semester pertama tahun 2026, dibandingkan Rp484 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kerugian penyesuaian nilai wajar tersebut terutama mencerminkan fluktuasi nilai pasar (mark-to-market) atas investasi ekuitas Grup.
Aksi Korporasi
Prospek
Di tengah ketidakpastian global yang masih berlanjut, kami tetap fokus untuk menjalankan strategi korporasi kami yang baru. Kami yakin terhadap keunggulan operasional, resiliensi dan kekuatan neraca keuangan Astra, yang didukung oleh alokasi modal yang disiplin dalam menghadapi berbagai tantangan bisnis. Kami akan senantiasa mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, sekaligus memposisikan Grup untuk dapat memberikan peningkatan total imbal hasil bagi para pemegang saham serta mencapai pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.
Rudy
Presiden Direktur
30 Juli 2026
Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:
PT Astra International Tbk
Boy Kelana Soebroto, Chief of Corporate Affairs
Tel: +62 - 21 - 5084 3888
-selesai-
Tentang Astra
Astra adalah salah satu perusahaan publik terbesar di Indonesia, yang terdiri dari 324 anak perusahaan, ventura bersama serta entitas asosiasi, didukung lebih dari 190.000 karyawan. Portofolio bisnis Astra yang terdiversifikasi didukung oleh tiga Core Businesses, yaitu Otomotif, Jasa Keuangan, Solusi Pertambangan & Alat Berat, dan beberapa perusahaan dalam Wider Businesses.
Astra mempunyai kerangka sustainability yang di dalamnya terdapat Astra 2030 Sustainability Aspirations untuk memandu perjalanan transisi Grup Astra dalam menjadi perusahaan yang lebih sustainable pada tahun 2030 dan seterusnya. Astra berkeinginan untuk berkontribusi dalam memperkuat ketahanan perekonomian Indonesia yang mendukung masyarakat yang inklusif dan sejahtera.
Astra memiliki kontribusi sosial berkelanjutan yang berfokus pada pengembangan dan penguatan desa melalui program Desa Sejahtera Astra yang telah mencapai lebih dari 1.500 Desa Sejahtera Astra yang tersebar di 35 provinsi di seluruh Indonesia. Program Desa Sejahtera Astra terdiri dari empat bidang utama yang terdiri dari kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan serta didukung oleh sembilan yayasan yang turut berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia sekaligus mendukung masyarakat yang inklusif dan sejahtera.
Selaras dengan program Desa Sejahtera Astra, program Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards hadir untuk mengapresiasi pada inovator muda serta Desa Sejahtera Astra dan penggerak desa terbaik binaan Astra. Sejak diluncurkan pada tahun 2010, SATU Indonesia Awards telah mengapresiasi 792 pemuda Indonesia yang aktif berkolaborasi dengan Desa Sejahtera Astra.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.astra.co.id, serta ikuti kegiatan Astra melalui Instagram @satu_indonesia, TikTok @satu_indonesia, YouTube SATU Indonesia, X (Twitter) @satu_indonesia, LinkedIn PT Astra International Tbk, dan Facebook Semangat Astra Terpadu.