Astra
AstraSATU Indonesia
28 Oktober 2026 PT ASTRA INTERNATIONAL TBK ("Perseroan" atau "Astra") Laporan Keuangan Kuartal III Tahun 2026

28 Oktober 2026 PT ASTRA INTERNATIONAL TBK ("Perseroan" atau "Astra") Laporan Keuangan Kuartal III Tahun 2026

10 menit membaca

0

Bagikan:

28 Oktober 2026
PT ASTRA INTERNATIONAL TBK ("Perseroan" atau "Astra")
Laporan Keuangan Kuartal III Tahun 2026

 

Ikhtisar

  • Laba bersih, tanpa memperhitungkan non-recurring items, membaik pada kuartal ketiga dan menunjukkan kinerja sembilan bulan secara keseluruhan yang resilien sebesar Rp24,6 triliun
  • Laba bersih per saham, tanpa memperhitungkan non-recurring items, meningkat 1% menjadi Rp616
  • Laba bersih bisnis Otomotif dan Jasa Keuangan masing-masing tumbuh sebesar 8% dan 6%, sementara kinerja bisnis Solusi Pertambangan dan Alat Berat mengalami penurunan
  • Mengumumkan program pembelian kembali saham (share buyback) di United Tractors dan Astra Agro Lestari, serta penawaran tender sukarela atas saham Astra Otoparts

"Astra mencatat kinerja yang resilien selama sembilan bulan pertama tahun 2026. Laba bersih Grup, tanpa memperhitungkan non-recurring items, stabil sebesar Rp24,6 triliun (turun 12% jika memperhitungkan non-recurring items). Pertumbuhan pada sebagian besar bisnis Astra diimbangi oleh kondisi yang menantang pada bisnis Solusi Pertambangan dan Alat Berat.

Dibandingkan kuartal-kuartal sebelumnya, kinerja pada kuartal ketiga membaik, terutama ditunjang oleh peningkatan volume kontrak pertambangan, dimulainya kembali produksi tambang emas Martabe, serta bisnis Otomotif yang tetap bertumbuh. Kami memperkirakan faktor-faktor tersebut akan terus menunjang kinerja Grup pada kuartal keempat.

Terkait pengalokasian modal, kami tetap disiplin dalam menjalankannya. Sejak November 2025 hingga September 2026, Grup telah menyelesaikan program share buyback dengan total nilai Rp10,0 triliun. Selain program share buyback Astra sebesar Rp8,0 triliun yang masih berlangsung, United Tractors dan Astra Agro Lestari juga mengumumkan program share buyback yang baru pada Oktober 2026. Inisiatif alokasi modal Grup juga mencakup penawaran tender sukarela oleh Astra untuk menambah kepemilikan sahamnya di Astra Otoparts.

Di tengah volatilitas pasar, kami tetap optimistis terhadap kekuatan Core Businesses Astra dan akan terus meningkatkan efisiensi operasional, menjaga posisi neraca yang kuat, serta mengejar peluang pertumbuhan secara selektif. Astra akan terus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia sekaligus menciptakan nilai bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan."

Rudy
Presiden Direktur

 

Kinerja Keuangan Konsolidasi grup Astra ("Grup")

  Untuk periode yang berakhir 30 September
2026
Rp miliar
2025
Rp miliar
Perubahan
%
Pendapatan bersih 243.869 243.608 0
Laba bersih tidak termasuk non-recurring items* 24.565 24.717 (1)
Non-recurring items* (2.963) (244) N/A
Laba bersih 21.602 24.473 (12)
  Rp Rp  
Laba bersih per saham tidak termasuk non-recurring items* 616 611 1
Laba bersih per saham 541 605 (11)
  30 September 2026
Rp miliar
31 Desember 2025
Rp miliar
Perubahan
%
Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk 238.103 228.906 4
  Rp Rp  
Nilai aset bersih per saham 5.999 5.692 5

* Non-recurring items, terutama terdiri atas penurunan nilai (impairment) dan penyesuaian nilai wajar atas investasi ekuitas

Catatan:

  • Grup menggunakan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebagai laba bersih
  • Laba per saham dihitung berdasarkan laba bersih dan rata-rata tertimbang jumlah saham beredar, yang dipengaruhi oleh share buyback

Kinerja keuangan selama sembilan bulan pertama yang berakhir pada 30 September 2026 dan 2025 serta posisi keuangan per 30 September 2026 tidak diaudit dan telah disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

LAPORAN PRESIDEN DIREKTUR

Kinerja
Pendapatan bersih konsolidasian Grup pada sembilan bulan pertama tahun 2026 tercatat sebesar Rp243,9 triliun, stabil dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Laba bersih, tidak termasuk non-recurring items, juga stabil sebesar Rp24,6 triliun. Kinerja Grup secara keseluruhan hingga saat ini tetap resilien, ditopang oleh perbaikan kinerja di seluruh lini bisnis pada kuartal ketiga yang mengimbangi pelemahan pada semester pertama tahun ini. Bisnis Otomotif, Jasa Keuangan, dan Wider Businesses terus mencatat pertumbuhan yang sehat, sementara kontribusi dari bisnis Solusi Pertambangan & Alat Berat mengalami penurunan.

Perseroan mencatat non-recurring items sebesar Rp3,0 triliun, yang terutama terdiri atas penurunan nilai (impairment) dan penyesuaian nilai wajar atas investasi ekuitas. Dengan memperhitungkan non-recurring items tersebut, laba bersih Grup tercatat sebesar Rp21,6 triliun, turun 12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Nilai aset bersih per saham pada 30 September 2026 naik sebesar 5% menjadi Rp5.999.

Kas bersih pada 30 September 2026, tidak termasuk anak perusahaan Jasa Keuangan Grup, mencapai Rp1,8 triliun, dibandingkan dengan Rp7,2 triliun pada 31 Desember 2025, terutama disebabkan oleh akuisisi perusahaan tambang emas PT Arafura Surya Alam dan share buyback. Utang bersih anak perusahaan Jasa Keuangan Grup mencapai Rp66,7 triliun pada 30 September 2026, meningkat dibandingkan Rp64,9 triliun pada 31 Desember 2025.

Kegiatan Bisnis
Laba bersih Grup berdasarkan bisnis pada sembilan bulan pertama tahun 2026, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu dimuat dalam tabel di bawah:

  Laba Bersih Berdasarkan Bisnis
Untuk periode yang berakhir 30 September
2026
Rp miliar
2025
Rp miliar
Perubahan
%
Otomotif 9.787 9.033 8
Jasa Keuangan 7.152 6.731 6
Solusi Pertambangan & Alat Berat 5.068 7.079 (28)
Lain-lain 2.558 1.874 36
Laba bersih tidak termasuk non-recurring items* 24.565 24.717 (1)
Non-recurring items* (2.963) (244) N/A
Laba bersih 21.602 24.473 (12)

* Non-recurring items, terutama terdiri atas penurunan nilai (impairment) dan penyesuaian nilai wajar atas investasi ekuitas

Catatan:

  • Grup menggunakan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebagai laba bersih
  • Investasi di bidang layanan kesehatan dan non-otomotif lainnya, serta penyesuaian nilai wajar yang sebelumnya disajikan dalam divisi Otomotif, telah direklasifikasi dari Otomotif ke Lain-lain.

Otomotif
Laba bersih bisnis Otomotif Grup meningkat sebesar 8% menjadi Rp9,8 triliun, mencerminkan peningkatan volume penjualan serta kontribusi yang kuat dari divisi Komponen.

  • Penjualan sepeda motor secara nasional meningkat 4% menjadi 5,0 juta unit pada sembilan bulan pertama tahun 2026. Penjualan sepeda motor Honda juga meningkat sebesar 3%, dengan pangsa pasar yang tetap stabil sebesar 77%.
  • Penjualan mobil secara nasional meningkat 21% menjadi 679.000 unit pada sembilan bulan pertama tahun 2026, sementara penjualan Astra meningkat sebesar 13%. Toyota dan Daihatsu tetap memimpin pasar di Indonesia, dengan pangsa pasar Astra secara keseluruhan sebesar 49%.
  • Kontribusi laba bersih divisi Komponen Grup meningkat sebesar 15% menjadi Rp1,4 triliun pada sembilan bulan pertama tahun 2026, dengan peningkatan kontribusi dari semua segmen.

Jasa Keuangan
Bisnis Jasa Keuangan Grup terus menunjukkan pertumbuhan, dengan laba bersih yang meningkat 6% menjadi Rp7,2 triliun.

  • Divisi pembiayaan konsumen Grup mencatat peningkatan piutang pembiayaan bersih sebesar 6% menjadi Rp132,0 triliun pada sembilan bulan pertama tahun 2026, dibandingkan dengan Desember 2025. Nilai pembiayaan baru meningkat 8% menjadi Rp92,5 triliun, didorong oleh pertumbuhan pembiayaan otomotif baru dan multi-cycle. Divisi pembiayaan Grup yang fokus pada pembiayaan sepeda motor mencatat kontribusi laba bersih sebesar Rp3,6 triliun, meningkat 4% dibandingkan tahun lalu. Kontribusi laba bersih dari perusahaan pembiayaan Grup yang fokus pada pembiayaan mobil meningkat 6% menjadi Rp1,9 triliun.
  • Perusahaan-perusahaan asuransi Grup membukukan kontribusi laba bersih sebesar Rp1,4 triliun, naik 9% yang ditopang oleh peningkatan pendapatan operasional dan pendapatan investasi.

Solusi Pertambangan & Alat Berat
Bisnis Solusi Pertambangan & Alat Berat Grup membukukan laba bersih (tanpa memperhitungkan non-recurring items) sebesar Rp5,1 triliun, turun 28% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, penurunan tersebut disebabkan oleh menurunnya penjualan emas dari tambang emas Martabe yang sempat menghentikan produksinya pada awal tahun ini, serta dampak dari penurunan kuota produksi batu bara nasional (alokasi RKAB), yang mengakibatkan melemahnya permintaan alat berat dan jasa penambangan, serta penurunan volume pertambangan batu bara. Meskipun demikian, kinerja pada kuartal ketiga membaik, dengan mencatat pertumbuhan tahun ke tahun sebesar 15%.

Selama sembilan bulan pertama tahun 2026, bisnis Solusi Pertambangan & Alat Berat membukukan non-recurring items sebesar Rp2,2 triliun pada divisi panas bumi dan nikel. Dengan memperhitungkan non-recurring items tersebut, laba bersih yang dilaporkan turun 59% menjadi Rp2,9 triliun.

  • Divisi penyedia jasa penambangan mencatatkan pengupasan lapisan tanah yang lebih rendah 7% menjadi 766 juta bank cubic metres.
  • Penjualan alat berat Komatsu turun 17% menjadi 3.000 unit, terutama disebabkan oleh penurunan penjualan alat berat untuk sektor pertambangan akibat alokasi RKAB yang lebih rendah.
  • Penjualan batu bara turun 23% menjadi 7,1 juta ton. Sementara itu, penjualan emas tercatat sebesar 54.000 oz, dibandingkan 178.000 oz pada periode yang sama tahun lalu, akibat penghentian sementara operasional tambang emas Martabe pada awal tahun. Tambang tersebut kembali beroperasi pada kuartal kedua.

Lain-lain
Total laba bersih segmen Lain-lain, yang terutama mencerminkan Wider Businesses Grup, tanpa memperhitungkan non-recurring items, mencapai Rp2,6 triliun. Laba bersih ini meningkat 36% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, terutama didorong oleh peningkatan kinerja divisi agribisnis yang didukung oleh kenaikan harga dan peningkatan produktivitas, serta peningkatan kinerja divisi properti yang didukung oleh kontribusi dari industrial warehouse platform yang baru diakuisisi.

Segmen Lain-lain membukukan non-recurring items sebesar Rp766 miliar pada sembilan bulan pertama tahun 2026, terutama berasal dari kerugian nilai wajar atas investasi ekuitas. Dengan memperhitungkan non-recurring items tersebut, laba bersih yang dilaporkan meningkat hanya 7% menjadi Rp1,8 triliun.

Aksi Korporasi

  • Selain program share buyback Astra sebesar Rp8,0 triliun yang masih berlangsung, United Tractors mengumumkan program share buyback hingga Rp2,0 triliun untuk periode Oktober hingga Desember 2026, sementara Astra Agro Lestari mengumumkan program share buyback hingga Rp400 miliar untuk periode Oktober hingga Desember 2026.
  • Astra sedang melaksanakan penawaran tender sukarela atas maksimal 4,95% saham Astra Otoparts dengan harga Rp3.600 per saham, dengan nilai transaksi maksimal sekitar Rp858 miliar. Periode penawaran tender berlangsung dari 13 Oktober hingga 11 November 2026. Apabila seluruh saham yang menjadi objek penawaran tender sukarela berhasil diperoleh, kepemilikan Astra di Astra Otoparts akan meningkat dari 80% menjadi 84,95%.

Prospek
Di tengah volatilitas pasar, kami tetap optimistis terhadap kekuatan Core Businesses Astra dan akan terus meningkatkan efisiensi operasional, menjaga posisi neraca yang kuat, serta mengejar peluang pertumbuhan secara selektif. Astra akan terus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia sekaligus menciptakan nilai bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan.

 

Rudy
Presiden Direktur
28 Oktober 2026

Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:
PT Astra International Tbk
Boy Gemino Kalauserang, Executive in Charge
Tel: +62 - 21 - 5084 3888

 

-selesai-

 

Tentang Astra
Astra adalah salah satu perusahaan publik terbesar di Indonesia, yang terdiri dari 323 anak perusahaan, ventura bersama serta entitas asosiasi, didukung lebih dari 190.000 karyawan. Portofolio bisnis Astra yang terdiversifikasi didukung oleh tiga Core Businesses, yaitu Otomotif, Jasa Keuangan, Solusi Pertambangan & Alat Berat, dan beberapa perusahaan dalam Wider Businesses.

Astra mempunyai kerangka sustainability yang di dalamnya terdapat Astra 2030 Sustainability Aspirations untuk memandu perjalanan transisi Grup Astra dalam menjadi perusahaan yang lebih sustainable pada tahun 2030 dan seterusnya. Astra berkeinginan untuk berkontribusi dalam memperkuat ketahanan perekonomian Indonesia yang mendukung masyarakat yang inklusif dan sejahtera.

Astra memiliki kontribusi sosial berkelanjutan yang berfokus pada pengembangan dan penguatan desa melalui program Desa Sejahtera Astra yang telah mencapai lebih dari 1.500 Desa Sejahtera Astra yang tersebar di 35 provinsi di seluruh Indonesia. Program Desa Sejahtera Astra terdiri dari empat bidang utama yang terdiri dari kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan serta didukung oleh sembilan yayasan yang turut berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia sekaligus mendukung masyarakat yang inklusif dan sejahtera.

Selaras dengan program Desa Sejahtera Astra, program Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards hadir untuk mengapresiasi pada inovator muda serta Desa Sejahtera Astra dan penggerak desa terbaik binaan Astra. Sejak diluncurkan pada tahun 2010, SATU Indonesia Awards telah mengapresiasi 792 pemuda Indonesia yang aktif berkolaborasi dengan Desa Sejahtera Astra.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.astra.co.id, serta ikuti kegiatan Astra melalui Instagram @satu_indonesia, TikTok @satu_indonesia, YouTube SATU Indonesia, X (Twitter) @satu_indonesia, LinkedIn PT Astra International Tbk, dan Facebook Semangat Astra Terpadu.

Berita Lainnya: