Astra
26 Februari 2026 PT ASTRA INTERNATIONAL TBK (“Perseroan” atau “Astra”) Laporan Keuangan Tahun 2025catur-dharma

26 Februari 2026 PT ASTRA INTERNATIONAL TBK (“Perseroan” atau “Astra”) Laporan Keuangan Tahun 2025

10 menit membaca

0

Bagikan:

26 Februari 2026
PT ASTRA INTERNATIONAL TBK (“Perseroan” atau “Astra”)
Laporan Keuangan Tahun 2025

 

Ikhtisar

  • Laba bersih per saham lebih rendah 3% menjadi Rp810
  • Kinerja secara keseluruhan terpengaruh oleh harga batu bara yang lebih rendah dan lemahnya pasar mobil baru, yang diimbangi oleh kontribusi yang lebih tinggi dari bisnis-bisnis lainnya
  • Dividen final diusulkan sebesar Rp292 per saham
  • Tahap kedua program pembelian kembali saham (share buyback) telah diselesaikan
  • Tinjauan strategis komprehensif masih berlangsung dan direncanakan akan diumumkan di penghujung semester pertama tahun 2026

“Pada tahun 2025, laba Grup mengalami penurunan terutama disebabkan harga batu bara yang lebih rendah dan lemahnya pasar mobil baru. Namun, kinerja bisnis Grup tetap resilien didukung oleh kontribusi yang baik dari bisnis-bisnis lainnya.

Ke depan, meskipun kondisi operasional pada beberapa bisnis kami masih tetap menantang, kami memperkirakan sentimen konsumen secara keseluruhan akan membaik. Astra akan tetap berfokus pada keunggulan operasional dan alokasi modal yang disiplin, dengan memanfaatkan posisi neraca Astra yang kuat untuk mendukung penciptaan nilai yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan.”

Djony Bunarto Tjondro
Presiden Direktur

 

Kinerja Keuangan Konsolidasi Grup Astra (“Grup”)

  Untuk tahun yang berakhir 31 Desember
2025
Rp miliar
2024**
Rp miliar
Perubahan
%
Pendapatan bersih 323.392 328.480 (2)
Laba bersih* 32.769 33.901 (3)
  Rp Rp  
Laba bersih per saham* 810 837 (3)
  31 Desember 2025
Rp miliar
31 Desember 2024**
Rp miliar
Perubahan
%
Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk 228.906 213.676 7
  Rp Rp  
Nilai aset bersih per saham 5.692 5.278 8

*Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
**Penyesuaian kembali sehubungan dengan penerapan PSAK 117: Kontrak Asuransi

Kinerja keuangan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan 2024 serta posisi keuangan per 31 Desember 2025 dan 2024 telah disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia dan telah diaudit sesuai dengan standar audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia.

LAPORAN PRESIDEN DIREKTUR

Kinerja
Pendapatan bersih konsolidasian Grup pada tahun 2025 adalah sebesar Rp323,4 triliun, 2% lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2024. Laba bersih Grup mencapai Rp32,8 triliun, 3% lebih rendah dibandingkan tahun 2024. Hal ini terutama disebabkan oleh penurunan kontribusi dari bisnis jasa penambangan dan pertambangan batu bara serta bisnis mobil baru, yang diimbangi oleh kinerja yang lebih baik dari bisnis pertambangan emas, jasa keuangan dan bisnis sepeda motor.

Nilai aset bersih per saham pada 31 Desember 2025 naik sebesar 8% menjadi Rp5.692.

Kas bersih, tidak termasuk anak perusahaan Jasa Keuangan Grup, mencapai Rp7,2 triliun pada 31 Desember 2025, menurun dibandingkan Rp8,0 triliun pada 31 Desember 2024. Utang bersih anak perusahaan Jasa Keuangan Grup mencapai Rp64,9 triliun pada 31 Desember 2025, meningkat dibandingkan Rp60,2 triliun pada 31 Desember 2024.

Dividen final sebesar Rp292 per saham (2024: Rp308 per saham) akan diusulkan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan pada bulan April 2026. Dividen final yang akan diusulkan tersebut, ditambah dengan dividen interim sebesar Rp98 per saham (2024: Rp98 per saham) yang telah dibagikan pada bulan Oktober 2025, akan menjadikan total dividen yang diusulkan untuk tahun 2025 sebesar Rp390 per saham (2024: Rp406 per saham), dengan rasio pembayaran dividen sebesar 48%.

Kegiatan Bisnis
Laba bersih Grup berdasarkan divisi bisnis pada tahun 2025, dibandingkan dengan tahun 2024 dimuat dalam tabel di bawah:

  Laba Bersih Berdasarkan Divisi
Untuk tahun yang berakhir 31 Desember
2025
Rp miliar
2024**
Rp miliar
Perubahan
%
Otomotif & Mobilitas 11.365 11.401 (0)
Jasa Keuangan 8.952 8.200 9
Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi dan Energi 9.095 11.995 (24)
Agribisnis 1.172 914 28
Infrastruktur 1.258 1.013 24
Teknologi Informasi 208 156 33
Properti 719 222 224
Laba bersih* 32.769 33.901 (3)

* Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
** Laba bersih Jasa Keuangan 2024 telah disesuaikan kembali sehubungan dengan penerapan PSAK 117: Kontrak Asuransi

Otomotif & Mobilitas
Laba bersih divisi Otomotif & Mobilitas Grup tetap stabil sebesar Rp11,4 triliun, didukung oleh kinerja bisnis sepeda motor dan komponen, meskipun volume penjualan mobil yang lebih rendah di tengah lemahnya pasar nasional.

  • Penjualan mobil secara nasional menurun 7% menjadi 804.000 unit pada tahun 2025, mencerminkan penurunan daya beli pada segmen entry-level. Namun demikian, di tengah persaingan yang semakin ketat, pangsa pasar Astra dapat mencapai 51%.
  • Penjualan sepeda motor secara nasional meningkat 1% menjadi 6,4 juta unit pada tahun 2025. Pangsa pasar PT Astra Honda Motor masih tetap stabil sebesar 78%.
  • Kontribusi laba bersih bisnis komponen otomotif Grup, PT Astra Otoparts Tbk, meningkat sebesar 18% menjadi Rp1,8 triliun pada tahun 2025, dengan peningkatan kontribusi dari semua segmen.
  • PT Serasi Autoraya, bisnis solusi transportasi dan logistik Grup, mencatat jumlah unit kontrak meningkat 3% menjadi 28.400 unit.
  • OLXmobbi, bisnis mobil bekas Grup, membukukan penjualan mobil bekas yang meningkat 21% menjadi 33.100 unit.

Jasa Keuangan
Laba bersih divisi Jasa Keuangan Grup meningkat 9% menjadi Rp9,0 triliun, disebabkan oleh peningkatan kontribusi dari bisnis pembiayaan konsumen dengan nilai portofolio pembiayaan yang meningkat.

  • Nilai pembiayaan baru bisnis pembiayaan konsumen Grup meningkat 5% menjadi Rp112,3 triliun (tidak termasuk dealer financing), terutama mencerminkan pertumbuhan pada pembiayaan multiguna. Kontribusi laba bersih dari perusahaan pembiayaan Grup yang fokus pada pembiayaan mobil meningkat 3% menjadi Rp2,5 triliun. Kontribusi laba bersih dari perusahaan pembiayaan Grup yang fokus pada pembiayaan sepeda motor, PT Federal International Finance, meningkat 5% menjadi Rp4,7 triliun.
  • Nilai pembiayaan baru yang disalurkan oleh perusahaan pembiayaan Grup yang fokus pada pembiayaan alat berat meningkat sebesar 11% menjadi Rp13,9 triliun. Kontribusi laba bersih dari segmen ini meningkat 5% menjadi Rp223 miliar.
  • PT Asuransi Astra Buana, perusahaan asuransi umum Grup, mencatat peningkatan kontribusi laba bersih sebesar 9% menjadi Rp1,6 triliun, disebabkan terutama oleh peningkatan pendapatan underwriting dan hasil investasi. Perusahaan asuransi jiwa Grup, PT Asuransi Jiwa Astra, mencatatkan peningkatan laba bersih menjadi Rp126 miliar.

Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi dan Energi
Laba bersih divisi Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi & Energi menurun 24% menjadi Rp9,1 triliun. Penurunan kinerja bisnis jasa penambangan dan pertambangan batu bara diimbangi sebagian oleh kinerja yang lebih tinggi dari bisnis pertambangan emas.

  • Penjualan alat berat Komatsu meningkat 2% menjadi 4.500 unit, terutama didorong oleh peningkatan permintaan dari sektor kehutanan dan perkebunan.
  • Penyedia jasa penambangan, PT Pamapersada Nusantara, mencatatkan pengupasan lapisan tanah yang lebih rendah 10% menjadi 1,1 miliar bank cubic metres, terutama disebabkan oleh curah hujan yang lebih tinggi serta penurunan stripping ratio dari sebagian kontrak pelanggan.
  • Anak perusahaan UT di bidang pertambangan batu bara melaporkan penjualan batu bara miliknya sebesar 11,6 juta ton (termasuk 3,7 juta ton batu bara metalurgi), meningkat dibandingkan dengan 10,2 juta ton (termasuk 3,2 juta ton batu bara metalurgi) pada tahun 2024. Namun demikian, pendapatan dari bisnis ini terdampak oleh harga batu bara yang lebih rendah.
  • Bisnis pertambangan emas UT diuntungkan oleh kenaikan harga jual rata-rata emas sebesar 40%, meskipun volume penjualan emas turun 2% menjadi 227.000 oz.
  • Bisnis pertambangan nikel UT terdiri dari PT Stargate Pasific Resources, yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh UT, dan Nickel Industries Limited (“NIC”) yang 20,1% sahamnya dimiliki oleh UT. Sehubungan dengan perbedaan waktu rilis kinerja NIC, UT membukukan bagian pendapatan ekuitas NIC untuk periode 12 bulan berdasarkan rilis kinerja NIC kuartal terakhir tahun 2024 dan 9 bulan pertama tahun 2025.

 

Agribisnis
Laba bersih divisi Agribisnis Grup meningkat 28% menjadi Rp1,2 triliun.

  • Harga minyak kelapa sawit (“CPO”) meningkat 11% menjadi Rp14.316/kg.
  • Volume penjualan CPO dan produk turunannya meningkat 13% menjadi 1,8 juta ton.

Infrastruktur
Divisi Infrastruktur Grup mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 24% menjadi Rp1,3 triliun, disebabkan oleh tarif jalan tol yang lebih tinggi dan peningkatan volume lalu lintas. Konsesi jalan tol Grup mencatatkan peningkatan pendapatan harian sebesar 8%.

Teknologi Informasi
Divisi Teknologi Informasi Grup mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 33% menjadi Rp208 miliar, disebabkan oleh pendapatan yang lebih tinggi dari bisnis solusi teknologi informasi serta peningkatan marjin usaha.

Properti
Divisi Properti Grup melaporkan peningkatan laba bersih sebesar 224% menjadi Rp719 miliar, terutama berasal dari aset-aset gudang industri yang baru diakuisisi serta pengakuan goodwill negatif dari akuisisi PT Mega Manunggal Property Tbk.

Aksi Korporasi
Manajemen Astra sedang melakukan tinjauan strategis komprehensif berkelanjutan atas portofolio bisnisnya, dan hasil dari tinjauan strategis tersebut diharapkan akan selesai di penghujung semester pertama tahun 2026.

Pada tahun 2025, Grup melaksanakan berbagai inisiatif strategis sebagai berikut:

  • Toyota Motor Asia (Singapore) Pte. Ltd. (“TMA”) membeli 40% saham di PT Astra Digital Mobil (“ADMO”), yang memiliki bisnis mobil bekas online-to-offline OLXmobbi. Setelah transaksi, Grup tetap memiliki kontrol atas ADMO dengan kepemilikan saham sebesar 60%. Kolaborasi ini memperkuat kemitraan antara Astra dan TMA yang telah terjalin selama ini, dan bertujuan untuk memodernisasi sektor mobil bekas dan memperluas akses pelanggan dalam mendapatkan kendaraan berkualitas dan layanan terkait lainnya di seluruh Indonesia.
  • Grup mengakuisisi 83,7% saham PT Mega Manunggal Property Tbk (“MMP”), perusahaan pengembang properti industri dan logistik yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Grup kemudian meningkatkan kepemilikannya menjadi 91,4% setelah penyelesaian penawaran tender wajib.
  • Grup meningkatkan kepemilikannya di PT Polinasi Iddea Investama (“Halodoc”) dari 21,0% menjadi 31,3%. Halodoc merupakan platform layanan kesehatan terkemuka di Indonesia. Selanjutnya, Grup meningkatkan kepemilikannya di PT Medikaloka Hermina Tbk (“Hermina”) dari 7,39% di tahun 2024 menjadi 20,2%. Hermina merupakan salah satu jaringan rumah sakit swasta terbesar di Indonesia.

Pada bulan Januari 2026, Astra telah menyelesaikan program share buyback dengan nilai Rp2 triliun. Selanjutnya, Astra melakukan program share buyback tahap kedua, yang telah diselesaikan pada 25 Februari 2026, dengan nilai keseluruhan Rp685 miliar. Pada program tersebut, saham telah dibeli kembali sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan terkait pembelian kembali saham dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

Program-program ini mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek Grup dan kemampuannya dalam menghasilkan arus kas yang berkelanjutan, serta mendukung pemerintah dalam menjaga stabilitas pasar modal.

Pada bulan Februari 2026, Grup menyelesaikan 100% akuisisi PT Arafura Surya Alam, perusahaan tambang emas yang berlokasi di Sulawesi Utara.

 

Prospek Bisnis
Pada tahun 2025, laba Grup mengalami penurunan terutama disebabkan harga batu bara yang lebih rendah dan lemahnya pasar mobil baru. Namun, kinerja bisnis Grup tetap resilien didukung oleh kontribusi yang baik dari bisnis-bisnis lainnya.

Ke depan, meskipun kondisi operasional pada beberapa bisnis kami masih tetap menantang, kami memperkirakan sentimen konsumen secara keseluruhan akan membaik. Astra akan tetap berfokus pada keunggulan operasional dan alokasi modal yang disiplin, dengan memanfaatkan posisi neraca Astra yang kuat untuk mendukung penciptaan nilai yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan.

 

Djony Bunarto Tjondro
Presiden Direktur
26 Februari 2026

 

Untuk informasi lebih lanjut,
mohon hubungi: PT Astra International Tbk
Boy Kelana Soebroto, Chief of Corporate Affairs
Tel: +62 - 21 - 5084 3888

 

-selesai-

 

Tentang Astra
Astra adalah salah satu perusahaan publik terbesar di Indonesia, yang terdiri dari 321 anak perusahaan, ventura bersama serta entitas asosiasi, didukung lebih dari 190.000 karyawan. Model bisnis perusahaan yang terdiversifikasi menciptakan sinergi dan peluang di seluruh sektor industri termasuk Otomotif & Mobilitas, Jasa Keuangan, Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi & Energi, Agribisnis, Infrastruktur, Teknologi Informasi, dan Properti. Astra mempunyai kerangka sustainability yang di dalamnya terdapat Astra 2030 Sustainability Aspirations untuk memandu perjalanan transisi Grup Astra dalam menjadi perusahaan yang lebih sustainable pada tahun 2030 dan seterusnya. Astra berkeinginan untuk berkontribusi dalam memperkuat ketahanan perekonomian Indonesia yang mendukung masyarakat yang inklusif dan sejahtera.

Astra memiliki rekam jejak kontribusi publik dan sosial yang baik melalui empat pilar, yang terdiri dari kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan serta sembilan yayasan yang turut berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia sekaligus mendukung masyarakat yang inklusif dan sejahtera. Dilaksanakan pertama kali pada tahun 2010, program Astra Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards, telah mengapresiasi 792 pemuda di tingkat nasional dan provinsi di seluruh Indonesia. Program SATU Indonesia Awards dikolaborasikan dengan berbagai kegiatan komunitas Astra melalui lebih dari 1.500 Desa Sejahtera Astra dan Kampung Berseri Astra di 35 provinsi di seluruh Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.astra.co.id, serta ikuti kegiatan Astra melalui Instagram @satu_indonesia, TikTok @satu_indonesia, YouTube SATU Indonesia, X (Twitter) @satu_indonesia, LinkedIn PT Astra International Tbk, dan Facebook Semangat Astra Terpadu.

 

 

 

 

 

Berita Lainnya: