
26 Februari 2026
PT ASTRA INTERNATIONAL TBK (“Perseroan” atau “Astra”)
Laporan Keuangan Tahun 2025
Ikhtisar
“Pada tahun 2025, laba Grup mengalami penurunan terutama disebabkan harga batu bara yang lebih rendah dan lemahnya pasar mobil baru. Namun, kinerja bisnis Grup tetap resilien didukung oleh kontribusi yang baik dari bisnis-bisnis lainnya.
Ke depan, meskipun kondisi operasional pada beberapa bisnis kami masih tetap menantang, kami memperkirakan sentimen konsumen secara keseluruhan akan membaik. Astra akan tetap berfokus pada keunggulan operasional dan alokasi modal yang disiplin, dengan memanfaatkan posisi neraca Astra yang kuat untuk mendukung penciptaan nilai yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan.”
Djony Bunarto Tjondro
Presiden Direktur
Kinerja Keuangan Konsolidasi Grup Astra (“Grup”)
| Untuk tahun yang berakhir 31 Desember | |||
| 2025 Rp miliar |
2024** Rp miliar |
Perubahan % |
|
| Pendapatan bersih | 323.392 | 328.480 | (2) |
| Laba bersih* | 32.769 | 33.901 | (3) |
| Rp | Rp | ||
| Laba bersih per saham* | 810 | 837 | (3) |
| 31 Desember 2025 Rp miliar |
31 Desember 2024** Rp miliar |
Perubahan % |
|
| Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk | 228.906 | 213.676 | 7 |
| Rp | Rp | ||
| Nilai aset bersih per saham | 5.692 | 5.278 | 8 |
*Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
**Penyesuaian kembali sehubungan dengan penerapan PSAK 117: Kontrak Asuransi
Kinerja keuangan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan 2024 serta posisi keuangan per 31 Desember 2025 dan 2024 telah disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia dan telah diaudit sesuai dengan standar audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia.
LAPORAN PRESIDEN DIREKTUR
Kinerja
Pendapatan bersih konsolidasian Grup pada tahun 2025 adalah sebesar Rp323,4 triliun, 2% lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2024. Laba bersih Grup mencapai Rp32,8 triliun, 3% lebih rendah dibandingkan tahun 2024. Hal ini terutama disebabkan oleh penurunan kontribusi dari bisnis jasa penambangan dan pertambangan batu bara serta bisnis mobil baru, yang diimbangi oleh kinerja yang lebih baik dari bisnis pertambangan emas, jasa keuangan dan bisnis sepeda motor.
Nilai aset bersih per saham pada 31 Desember 2025 naik sebesar 8% menjadi Rp5.692.
Kas bersih, tidak termasuk anak perusahaan Jasa Keuangan Grup, mencapai Rp7,2 triliun pada 31 Desember 2025, menurun dibandingkan Rp8,0 triliun pada 31 Desember 2024. Utang bersih anak perusahaan Jasa Keuangan Grup mencapai Rp64,9 triliun pada 31 Desember 2025, meningkat dibandingkan Rp60,2 triliun pada 31 Desember 2024.
Dividen final sebesar Rp292 per saham (2024: Rp308 per saham) akan diusulkan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan pada bulan April 2026. Dividen final yang akan diusulkan tersebut, ditambah dengan dividen interim sebesar Rp98 per saham (2024: Rp98 per saham) yang telah dibagikan pada bulan Oktober 2025, akan menjadikan total dividen yang diusulkan untuk tahun 2025 sebesar Rp390 per saham (2024: Rp406 per saham), dengan rasio pembayaran dividen sebesar 48%.
Kegiatan Bisnis
Laba bersih Grup berdasarkan divisi bisnis pada tahun 2025, dibandingkan dengan tahun 2024 dimuat dalam tabel di bawah:
| Laba Bersih Berdasarkan Divisi | |||
| Untuk tahun yang berakhir 31 Desember | |||
| 2025 Rp miliar |
2024** Rp miliar |
Perubahan % |
|
| Otomotif & Mobilitas | 11.365 | 11.401 | (0) |
| Jasa Keuangan | 8.952 | 8.200 | 9 |
| Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi dan Energi | 9.095 | 11.995 | (24) |
| Agribisnis | 1.172 | 914 | 28 |
| Infrastruktur | 1.258 | 1.013 | 24 |
| Teknologi Informasi | 208 | 156 | 33 |
| Properti | 719 | 222 | 224 |
| Laba bersih* | 32.769 | 33.901 | (3) |
* Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
** Laba bersih Jasa Keuangan 2024 telah disesuaikan kembali sehubungan dengan penerapan PSAK 117: Kontrak Asuransi
Otomotif & Mobilitas
Laba bersih divisi Otomotif & Mobilitas Grup tetap stabil sebesar Rp11,4 triliun, didukung oleh kinerja bisnis sepeda motor dan komponen, meskipun volume penjualan mobil yang lebih rendah di tengah lemahnya pasar nasional.
Jasa Keuangan
Laba bersih divisi Jasa Keuangan Grup meningkat 9% menjadi Rp9,0 triliun, disebabkan oleh peningkatan kontribusi dari bisnis pembiayaan konsumen dengan nilai portofolio pembiayaan yang meningkat.
Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi dan Energi
Laba bersih divisi Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi & Energi menurun 24% menjadi Rp9,1 triliun. Penurunan kinerja bisnis jasa penambangan dan pertambangan batu bara diimbangi sebagian oleh kinerja yang lebih tinggi dari bisnis pertambangan emas.
Agribisnis
Laba bersih divisi Agribisnis Grup meningkat 28% menjadi Rp1,2 triliun.
Infrastruktur
Divisi Infrastruktur Grup mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 24% menjadi Rp1,3 triliun, disebabkan oleh tarif jalan tol yang lebih tinggi dan peningkatan volume lalu lintas. Konsesi jalan tol Grup mencatatkan peningkatan pendapatan harian sebesar 8%.
Teknologi Informasi
Divisi Teknologi Informasi Grup mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 33% menjadi Rp208 miliar, disebabkan oleh pendapatan yang lebih tinggi dari bisnis solusi teknologi informasi serta peningkatan marjin usaha.
Properti
Divisi Properti Grup melaporkan peningkatan laba bersih sebesar 224% menjadi Rp719 miliar, terutama berasal dari aset-aset gudang industri yang baru diakuisisi serta pengakuan goodwill negatif dari akuisisi PT Mega Manunggal Property Tbk.
Aksi Korporasi
Manajemen Astra sedang melakukan tinjauan strategis komprehensif berkelanjutan atas portofolio bisnisnya, dan hasil dari tinjauan strategis tersebut diharapkan akan selesai di penghujung semester pertama tahun 2026.
Pada tahun 2025, Grup melaksanakan berbagai inisiatif strategis sebagai berikut:
Pada bulan Januari 2026, Astra telah menyelesaikan program share buyback dengan nilai Rp2 triliun. Selanjutnya, Astra melakukan program share buyback tahap kedua, yang telah diselesaikan pada 25 Februari 2026, dengan nilai keseluruhan Rp685 miliar. Pada program tersebut, saham telah dibeli kembali sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan terkait pembelian kembali saham dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.
Program-program ini mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek Grup dan kemampuannya dalam menghasilkan arus kas yang berkelanjutan, serta mendukung pemerintah dalam menjaga stabilitas pasar modal.
Pada bulan Februari 2026, Grup menyelesaikan 100% akuisisi PT Arafura Surya Alam, perusahaan tambang emas yang berlokasi di Sulawesi Utara.
Prospek Bisnis
Pada tahun 2025, laba Grup mengalami penurunan terutama disebabkan harga batu bara yang lebih rendah dan lemahnya pasar mobil baru. Namun, kinerja bisnis Grup tetap resilien didukung oleh kontribusi yang baik dari bisnis-bisnis lainnya.
Ke depan, meskipun kondisi operasional pada beberapa bisnis kami masih tetap menantang, kami memperkirakan sentimen konsumen secara keseluruhan akan membaik. Astra akan tetap berfokus pada keunggulan operasional dan alokasi modal yang disiplin, dengan memanfaatkan posisi neraca Astra yang kuat untuk mendukung penciptaan nilai yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan.
Djony Bunarto Tjondro
Presiden Direktur
26 Februari 2026
Untuk informasi lebih lanjut,
mohon hubungi: PT Astra International Tbk
Boy Kelana Soebroto, Chief of Corporate Affairs
Tel: +62 - 21 - 5084 3888
-selesai-
Tentang Astra
Astra adalah salah satu perusahaan publik terbesar di Indonesia, yang terdiri dari 321 anak perusahaan, ventura bersama serta entitas asosiasi, didukung lebih dari 190.000 karyawan. Model bisnis perusahaan yang terdiversifikasi menciptakan sinergi dan peluang di seluruh sektor industri termasuk Otomotif & Mobilitas, Jasa Keuangan, Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi & Energi, Agribisnis, Infrastruktur, Teknologi Informasi, dan Properti. Astra mempunyai kerangka sustainability yang di dalamnya terdapat Astra 2030 Sustainability Aspirations untuk memandu perjalanan transisi Grup Astra dalam menjadi perusahaan yang lebih sustainable pada tahun 2030 dan seterusnya. Astra berkeinginan untuk berkontribusi dalam memperkuat ketahanan perekonomian Indonesia yang mendukung masyarakat yang inklusif dan sejahtera.
Astra memiliki rekam jejak kontribusi publik dan sosial yang baik melalui empat pilar, yang terdiri dari kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan serta sembilan yayasan yang turut berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia sekaligus mendukung masyarakat yang inklusif dan sejahtera. Dilaksanakan pertama kali pada tahun 2010, program Astra Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards, telah mengapresiasi 792 pemuda di tingkat nasional dan provinsi di seluruh Indonesia. Program SATU Indonesia Awards dikolaborasikan dengan berbagai kegiatan komunitas Astra melalui lebih dari 1.500 Desa Sejahtera Astra dan Kampung Berseri Astra di 35 provinsi di seluruh Indonesia.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.astra.co.id, serta ikuti kegiatan Astra melalui Instagram @satu_indonesia, TikTok @satu_indonesia, YouTube SATU Indonesia, X (Twitter) @satu_indonesia, LinkedIn PT Astra International Tbk, dan Facebook Semangat Astra Terpadu.