










Cari tahu manfaat training kerja untuk meningkatkan skill, produktivitas, dan peluang karier di dunia profesional.
Others
5 mins read
0
Bagikan:
Di dunia kerja modern, kemampuan seseorang tidak hanya dinilai dari pendidikan formal, tetapi juga dari bagaimana mereka terus mengembangkan kompetensinya. Perubahan teknologi, transformasi digital, hingga kebutuhan industri yang semakin dinamis membuat perusahaan dan karyawan perlu terus beradaptasi. Inilah yang membuat training kerja jadi salah satu strategi yang penting.
Program pelatihan kerja ini membantu karyawan dalam meningkatkan keterampilan, memahami sistem kerja, hingga mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan industri yang terus berkembang.
Namun, bagaimana strategi yang dilakukan perusahaan untuk mengembangkan kompetensi karyawan? Simak ulasannya dalam artikel ini!
BACA JUGA: Budaya Kerja Positif: Fondasi Tim Kolaboratif dan Berdedikasi
Menurut Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, training kerja adalah segala bentuk kegiatan untuk memperoleh, memberi, meningkatkan dan juga mengembangkan produktivitas, kompetensi kerja, sikap, disiplin, serta etos kerja pada keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan kualifikasi dan jenjang atau pekerjaan.
Umumnya, kegiatan ini memiliki keterkaitan dengan hasil performa kerja karyawan di perusahaan. Artinya, dengan melakukan training kerja, setiap karyawan diharapkan memiliki kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan yang sesuai dengan pekerjaan yang sudah mereka lakukan.
Tentu setiap perusahaan akan selalu membutuhkan tenaga kerja yang berkompeten pada bidangnya untuk meningkatkan profit dan perkembangan bisnis. Oleh karena itulah, pelatihan dan pembinaan karyawan menjadi hal yang penting untuk dilakukan perusahaan.
Berikut ini adalah berbagai tujuan dan manfaat training kerja bagi karyawan yang perlu kamu tahu.
Ketika kamu dibekali dengan metode kerja terbaru atau diajarkan cara menggunakan software yang lebih canggih, proses penyelesaian pekerjaanmu akan menjadi jauh lebih cepat dan akurat. Tingkat kesalahan (human error) dapat ditekan secara signifikan, sehingga kamu bisa menyelesaikan lebih banyak tugas dengan kualitas yang jauh lebih baik.
Salah satu penyebab stres di tempat kerja adalah rasa ketidaktahuan atau ketidakmampuan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan atasan. Dengan mengikuti pelatihan yang komprehensif, kamu akan memiliki penguasaan materi yang kuat. Hal ini secara otomatis akan mendongkrak rasa percaya diri saat kamu harus memimpin proyek, memberikan presentasi, atau mengambil keputusan krusial.
Perusahaan selalu memantau siapa saja karyawan yang menunjukkan antusiasme tinggi untuk belajar dan berkembang. Saat kamu aktif mengikuti berbagai program pelatihan, kemampuan manajerial dan teknismu akan meningkat. Ini menjadikan kamu kandidat yang paling ideal dan siap ketika ada peluang promosi untuk mengisi posisi jabatan yang lebih tinggi.
Pekerjaan tidak melulu soal kemampuan teknis. Banyak program pelatihan yang dirancang khusus untuk mengasah kemampuan komunikasi, negosiasi, manajemen waktu, kerja sama tim, dan kepemimpinan. Soft skill inilah yang sering kali menjadi faktor pembeda antara staf biasa dengan seorang pemimpin hebat.
Setiap kemampuan tentu membutuhkan pendekatan belajar yang berbeda. Oleh sebab itu, divisi Human Resources (HR) biasanya menerapkan berbagai jenis metode pelatihan, antara lain:
BACA JUGA: 5 Cara Menciptakan Lingkungan Kerja yang Baik dan Contohnya
Meski penting, pelaksanaan training kerja juga menghadapi berbagai tantangan, seperti:
Sebagai salah satu perusahaan dengan berbagai lini bisnis, Astra menyadari bahwa training kerja adalah kunci untuk mempertahankan ketahanan model bisnis di tengah perubahan global.
Hal ini sangat selaras dengan landasan filosofis Astra, yaitu Catur Dharma, khususnya pada prinsip "Menghargai Individu dan Membina Kerja Sama". Berikut adalah bukti nyata komitmen Astra dalam membina kompetensi karyawannya.
Menghadapi krisis iklim dan transisi energi, Astra tidak ingin karyawannya gagap terhadap perubahan. Oleh karena itu, Astra mendirikan Astra Sustainability Academy.
Di tahun 2025, akademi ini gencar menyelenggarakan ESG Masterclass (kelas ahli di bidang Environment, Social, and Governance). Melalui program ini, karyawan dari berbagai divisi dilatih untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam proses bisnis sehari-hari agar perusahaan selaras dengan upaya dekarbonisasi nasional.
2. Astra Women Leaders Development Program
Astra menggunakan training kerja sebagai instrumen untuk menciptakan kesetaraan (diversity and inclusion). Pada tahun 2025, melalui program Astra Women Leaders Development Program, perusahaan memberikan pelatihan khusus untuk mempersiapkan dan mendidik talenta perempuan agar tangguh menduduki posisi-posisi kepemimpinan strategis.
Pelatihan di Astra tidak hanya berfokus pada pencetakan laba finansial, tetapi juga perlindungan nyawa. Karyawan, terutama yang berada di lini produksi otomotif dan pertambangan, rutin mendapatkan pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Edukasi dan simulasi yang tanpa henti ini berhasil menumbuhkan kesadaran kolektif, sehingga Astra mencatatkan penurunan tingkat frekuensi kecelakaan kerja (Lost-Time Injury Frequency Rate) menjadi hanya 0,092 pada tahun 2025.
BACA JUGA: Apa Itu Teamwork? Kunci Kolaborasi Efektif dalam Dunia Kerja
Dari penjelasan di atas, bisa dipahami bahwa training kerja adalah investasi esensial bagi perusahaan dan karyawan akan mengubah cara pandangmu saat menerima penugasan pendidikan dari atasan.
Dalam hal ini, Astra telah menunjukkan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan talenta dan budaya belajar berkelanjutan sebagai bagian dari perjalanan transformasi perusahaan.
Kalau kamu ingin melihat lebih jauh bagaimana Astra mengembangkan people development dan sustainability di berbagai lini bisnisnya, kamu bisa mengeksplor langsung melalui Astra Sustainability Report.