Astra
Yayasan AHM Kolaborasi dengan Masyarakat Pekalongan Lestarikan Satwa Owa Jawaornament catur dharma

Kolaborasi Yayasan AHM dan masyarakat Pekalongan menjadi langkah nyata menjaga kelestarian Owa Jawa sebagai satwa endemik Indonesia.

Yayasan AHM Kolaborasi dengan Masyarakat Pekalongan Lestarikan Satwa Owa Jawa

Program Kontribusi Sosial

4 menit membaca

0

Bagikan:

 

Pelestarian satwa liar tidak bisa dilakukan sendiri, karena dibutuhkan kolaborasi antara lembaga, masyarakat, dan lingkungan sekitar agar upaya konservasi benar-benar berkelanjutan. Inilah yang dilakukan oleh Yayasan AHM melalui kolaborasi bersama masyarakat Pekalongan dalam upaya melestarikan satwa Owa Jawa, salah satu primata endemik Indonesia yang kini terancam punah.

Melalui pendekatan berbasis komunitas dan lingkungan, program ini menjadi contoh nyata bagaimana konservasi dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat.

Mengenal Owa Jawa, Satwa Endemik Indonesia yang Terancam Punah


Owa Jawa adalah primata endemik Pulau Jawa yang hidup di kawasan hutan tropis. Satwa ini memilih peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan, terutama sebagai penyebar biji-bijian alami.

Akan tetapi, kini keberadaan Owa Jawa tengah menghadapi berbagai ancaman, seperti:

  • Kerusakan dan fragmentasi habitat
  • Perubahan fungsi kawasan hutan
  • Aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan

Oleh karena itu, pelestarian Owa Jawa menjadi kegiatan yang sangat penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem hutan Jawa.

Program Konservasi Owa Jawa oleh Yayasan AHM


Program konservasi Owa Jawa yang dijalankan Yayasan AHM merupakan inisiatif pelestarian satwa endemik Pulau Jawa melalui pendekatan ekosistem dan keterlibatan masyarakat lokal.

Program ini dikenal dengan nama Program Titian Lestari yang berfokus pada perlindungan habitat, penyediaan koridor satwa, dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi. Tujuan utamanya adalah untuk menjaga keberlangsungan hidup Owa Jawa sekaligus menciptakan keseimbangan antara manusia dan alam.

Program konservasi ini dilakukan di kawasan Hutan Petungkriyono dan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Pada program ini, Yayasan AHM mengangkat tema “Titian Lestari: Koridor Kehidupan untuk Owa Jawa”.

Kawasan Petungkriyono dan Lebakbarang dikenal sebagai rumah bagi sedikitnya lima jenis primata, termasuk Owa Jawa yang merupakan satwa primata endemik Pulau Jawa yang saat ini berstatus Terancam Punah (Endangered).

Sebagai bagian dari peringatan Hari Penanaman Pohon Indonesia yang jatuh pada 28 November, Yayasan AHM juga melakukan aksi penanaman 8.000 pohon berjenis Kayu Sapi (Pometia spp.), Kayu Babi (Cryptorenia sp.), Kepayang (Pangium edule), dan Aren (Arenga pinnata) yang ditujukan untuk memperkuat habitat dan sumber pakan utama Owa Jawa.

Keberadaan aksi kepedulian satwa ini menjadi bentuk konsistensi Yayasan AHM dalam pelestarian habitat flora dan fauna asli Indonesia yang sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.

Kolaborasi Yayasan AHM dengan Masyarakat Lokal


Dalam pelaksanaan Program Titian Lestari, Yayasan AHM menggandeng masyarakat sekitar Hutan Petungkriyono dan Lebakbarang, Pekalongan untuk turut berperan aktif dalam menjaga kelestarian satwa langka.

Peluncuran program ini diselenggarakan pada Sabtu (29/11) dihadiri oleh Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan Pekalongan Timur, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IV Dinas Kehutanan Jawa Tengah dan pimpinan daerah setempat.

Selain itu, untuk penguatan ekonomi bagi masyarakat, Yayasan AHM mengembangkan produk berbasis hasil hutan bukan kayu secara berkelanjutan bersama masyarakat lokal yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT).

“Kami hadir mengajak masyarakat luas dalam menjaga kelestarian satwa endemik Indonesia dan keseimbangan ekosistem hutan. Konservasi tidak hanya tentang menjaga alam, tetapi juga tentang menguatkan peran masyarakat agar dapat tumbuh dan sejahtera secara berkelanjutan bersama lingkungannya,” ujar Ahmad Muhibbuddin, Ketua Yayasan AHM.

Konservasi Owa Jawa oleh Yayasan AHM dan Masyarakat Pekalongan sebagai Wujud Implementasi SDGs


Kolaborasi Yayasan AHM dengan masyarakat Pekalongan dalam melestarikan satwa Owa Jawa menunjukkan bahwa konservasi yang berkelanjutan harus melibatkan manusia dan alam secara seimbang.

Melalui Program Titian Lestari, upaya pelestarian tidak hanya menjaga satwa endemik, tetapi juga memperkuat peran masyarakat sebagai penjaga ekosistem.

Dengan pendekatan yang kolaboratif ini, kamu bisa melihat bagaimana konservasi tidak hanya berfokus pada perlindungan satwa, tetapi juga membangun lingkungan yang lebih lestari untuk generasi mendatang.