










Ingin sukses tanpa stres? Terapkan tips work life balance agar karier tetap berkembang dan kehidupan pribadi tetap harmonis setiap hari.
Lainnya
8 menit membaca
0
Bagikan:
Dalam dunia kerja modern yang kini semakin dinamis, work life balance menjadi istilah yang sering dibicarakan. Walaupun sering terdengar, nyatanya tidak semua orang benar-benar memahami apa arti dari istilah ini dan bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Menariknya, kini semakin banyak perusahaan yang menaruh perhatian besar pada isu ini. Mereka menyadari bahwa karyawan yang seimbang dalam hidupnya cenderung lebih sehat, loyal, dan produktif. Buatmu yang tertarik untuk tahu lebih banyak tentang istilah tersebut, simak artikel ini sampai akhir, ya.
BACA JUGA: 7 Prosedur Keselamatan Kerja, Langkah untuk Keamanan
Secara sederhana, work life balance adalah istilah yang menggambarkan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Tentunya kehidupan yang seimbang tidak hanya tentang kerja dan keluarga, tapi juga mencakup diri sendiri dan kehidupan sosial.
Dengan kata lain, istilah merujuk pada kondisi di mana seorang pekerja bisa mengatur dan membagi waktu antara tanggung jawab pekerjaan dengan kehidupan pribadinya. Apabila konsep ini diterapkan dengan baik, maka kamu bisa lebih produktif di tempat kerja.
Bukan hanya itu saja, kamu juga tetap bisa menikmati waktu luang bersama orang terdekat dan untuk diri sendiri. Termasuk waktu untuk menekuni hobi saat sudah mencapai work life balance.
Kamu mungkin bertanya-tanya mengapa work life balance itu penting. Jadi, dalam beberapa dekade terakhir, terjadi perubahan pola kerja, dimana kehadiran teknologi membuat para pekerja selalu terhubung dengan pekerjaan, termasuk di luar jam kerja.
Adanya tekanan untuk selalu produktif ini justru bisa menimbulkan stres, kelelahan, hingga menurunnya kesehatan mental. Apabila dibiarkan, tentu saja ketidakseimbangan ini akan berdampak buruk.
Menilik dari sisi individu, kamu bisa merasa cepat lelah, kehilangan motivasi, hingga mengalami burnout. Sedangkan dari sisi perusahaan, kondisi ini dapat menurunkan kinerja tim, meningkatkan turnover karyawan, sekaligus mengurangi daya saing perusahaan.
Di sinilah kemudian konsep work life balance memainkan peran penting. Dengan adanya keseimbangan, kamu bisa tetap produktif di tempat kerja tanpa mengorbankan waktu untuk keluarga, kesehatan, dan kehidupan pribadi.
Selain itu, kini banyak juga penelitian yang menunjukkan bahwa perusahaan yang mendukung keseimbangan kerja dan hidup karyawan biasanya memiliki tingkat retensi yang lebih tinggi dan reputasi yang lebih baik.
Bagaimana kamu tahu bahwa work life balance sudah tercapai? Berikut indikator utamanya.
Sering kali, kamu tidak sadar bahwa work life balance belum tercapai. Berikut adalah beberapa tanda yang perlu kamu waspadai.
Jika kamu mengalami beberapa tanda ini, bisa jadi sudah waktunya untuk mengevaluasi keseimbangan antara hidup dan pekerjaan.
Bicara soal contoh work life balance, kamu bisa melihat berbagai praktik yang dilakukan oleh perusahaan besar di dunia maupun di Indonesia, seperti:
Sebenarnya, keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari dalam diri maupun lingkungan eksternal. Adapun berbagai faktor internal dan eksternal yang dapat memengaruhi work life balance seseorang adalah sebagai berikut.
Berikut ini adalah berbagai cara untuk mewujudkan work life balance yang bisa kamu terapkan.
Kurangnya kontrol dalam pekerjaan adalah salah satu yang work life balance jadi tidak bisa tercapai. Oleh karena itu, salah satu kunci utama yang bisa diterapkan adalah menetapkan daftar prioritas tugas atau kegiatan yang perlu dilakukan.
Dalam hal ini, kamu bisa mencatat dan mendahulukan pekerjaan yang penting. Namun, jika pekerjaan yang diterima dirasa terlalu banyak dan melampaui batas kemampuan, tidak apa-apa bersikap realistis dengan meminta bantuan rekan kerja lain atau minta tambahan waktu untuk menyelesaikannya.
Ketika kamu terbiasa menunda-nunda pekerjaan, maka tugas akan terasa menumpuk di pikiran hingga begitu sulit dikerjakan. Adapun solusi yang bisa dilakukan adalah mulai dengan tugas yang mudah dan sederhana terlebih dahulu.
Jadi, kamu bisa selesaikan satu per satu sebelum lanjut ke tugas selanjutnya. Agar tidak bosan, kamu juga bisa memberi jeda waktu istirahat sekitar lima menit saat bekerja.
Satu yang perlu diingat adalah menunda pekerjaan tidak membuat pekerjaan tersebut selesai dengan sendirinya. Jadi, makin cepat kerjaan selesai, makin banyak juga waktu yang bisa dihabiskan untuk istirahat atau berkumpul bersama teman dan keluarga.
Banyak pekerja yang memberikan seluruh energinya pada pekerjaan hingga tidak kenal waktu. Kondisi ini terjadi karena adanya tuntutan pekerjaan yang begitu berat atau tekanan untuk tetap bekerja setiap waktu, termasuk akhir pekan atau hari libur.
Akhirnya, energi pun habis dan kamu tidak punya waktu untuk menjalani kehidupan pribadi. Jika kamu sedang merasakan hal yang sama, cobalah berhenti, matikan notifikasi email kantor, dan luangkan waktu untuk merenung, "Apakah ini adalah cara menjalani hidup yang terbaik?".
Dengan begitu, kamu akan tahu kapan harus berhenti. Sebab, tidak semua pekerjaan harus diselesaikan di satu waktu yang sama.
Cara selanjutnya adalah jangan lupa untuk tetap memprioritaskan waktu bersama dengan orang-orang terdekat, seperti keluarga, teman, atau pasangan. Disadari atau tidak, hal ini bisa menjadi salah satu cara yang efektif untuk rehat sebentar dari pekerjaan agar tidak stres dan burnout.
Tidak ada hal yang lebih penting dari kesehatan mental dan fisik diri sendiri. Jangan sampai kamu justru mengorbankan kesehatan hanya karena pekerjaan yang sebenarnya bisa ditunda.
Jadi, kamu perlu menjalani hidup sehat dengan olahraga secara rutin, tidur yang cukup dan teratur, konsumsi makanan sehat, serta menghindari konsumsi minuman beralkohol.
Selain tanggung jawab individu, perusahaan juga berperan besar dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung work life balance. Beberapa cara yang bisa dilakukan perusahaan, antara lain:
BACA JUGA: Mengenal K3, Kunci Keselamatan di Dunia Kerja
Pada akhirnya, work life balance adalah kunci untuk menciptakan hidup yang lebih sehat, bahagia, dan produktif. Dengan adanya keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, kamu dapat mengurangi stres, menjaga kesehatan mental, sekaligus memiliki waktu berkualitas bersama keluarga dan diri sendiri.
Kini, banyak perusahaan mulai memberikan perhatian serius pada isu ini karena mereka menyadari bahwa keseimbangan hidup karyawan berbanding lurus dengan kinerja dan loyalitas. Tentunya menerapkan keseimbangan ini bukan hanya tanggung jawab perusahaan, tetapi juga dirimu sendiri.
Dengan kesadaran dan langkah kecil yang konsisten, kamu bisa membangun work life balance yang lebih baik untuk masa depan lebih seimbang.
PT Astra International Tbk melalui berbagai inisiatifnya, seperti Astra Women Leaders Development Program, menjadi bukti nyata contoh work life balance yang bisa kamu lihat langsung dari perusahaan besar di Indonesia. Jika tertarik ingin tahu lebih dalam tentang program tersebut, dapatkan informasinya hanya di halaman Laporan Berkelanjutan Astra.