Astra
AstraSATU Indonesia
 7 Jenis Bank dan Fungsinya dalam Sistem Keuangan

Cari tahu jenis-jenis bank di Indonesia, perbedaannya, serta layanan yang ditawarkan untuk kebutuhan finansial sehari-hari.

7 Jenis Bank dan Fungsinya dalam Sistem Keuangan

Lainnya

6 menit membaca

0

Bagikan:

Bank memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga roda perekonomian. Namun, tidak semua bank memiliki fungsi yang sama. Di Indonesia, terdapat berbagai jenis-jenis bank yang dibedakan berdasarkan fungsi, kegiatan usaha, kepemilikan, hingga prinsip operasionalnya.

Masing-masing memiliki peran tersendiri dalam mendukung sistem keuangan nasional. Dengan memahami jenis bank dan karakteristiknya, kamu dapat memilih layanan perbankan yang paling sesuai dengan kebutuhan finansial, baik untuk menabung, berinvestasi, mengembangkan bisnis, maupun memperoleh pembiayaan.

Lalu, apa saja jenis bank berdasarkan fungsinya? Simak pembahasan lengkapnya dalam artikel ini!

BACA JUGA: Pembayaran Digital: Pendorong Transformasi Ekonomi Digital

Pengertian Bank


Bank adalah lembaga keuangan yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit atau layanan keuangan lainnya untuk mendukung kegiatan ekonomi.

Selain sebagai tempat menyimpan uang, bank juga menyediakan berbagai layanan, seperti tabungan, giro, deposito, transfer dana, kredit dan pembiayaan, hingga layanan digital banking.

Melalui berbagai layanan tersebut, bank berperan sebagai perantara keuangan (financial intermediary) yang menghubungkan pihak yang memiliki dana dengan pihak yang membutuhkan pembiayaan.

Jenis Bank Berdasarkan Fungsinya


Setiap jenis bank memiliki peran berbeda dalam sistem keuangan. Berikut ini adalah penjelasan selengkapnya.

1. Bank Sentral


Bank Sentral merupakan lembaga yang bertugas menjaga stabilitas sistem keuangan dan nilai mata uang suatu negara. Di Indonesia, fungsi ini dijalankan oleh Bank Indonesia (BI). Beberapa tugas utamanya meliputi:

  • Menetapkan kebijakan moneter
  • Menjaga stabilitas nilai rupiah
  • Mengatur sistem pembayaran nasional
  • Menjaga stabilitas sistem keuangan
  • Mengelola cadangan devisa negara


Berbeda dengan bank lainnya, Bank Indonesia tidak melayani tabungan atau kredit bagi masyarakat secara langsung.

2. Bank Umum


Bank Umum adalah bank yang memberikan layanan keuangan secara luas kepada masyarakat. Inilah jenis bank yang paling sering digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Layanannya meliputi tabungan, giro, deposito, transfer, mobile banking, internet banking, kredit, kartu debit dan kartu kredit, serta investasi. Sebagian besar bank yang dikenal masyarakat termasuk ke dalam kategori Bank Umum.

3. Bank Perkreditan Rakyat (BPR)


Bank Perkreditan Rakyat atau BPR merupakan jenis bank yang fokus melayani masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Umumnya, layanan BPR meliputi tabungan, deposito, kredit mikro, dan pembiayaan usaha kecil.

Berbeda dengan Bank Umum, BPR tidak menyediakan layanan, seperti giro, valuta asing, kartu kredit, ataupun sistem pembayaran skala besar. Keberadaan BPR tentunya memiliki peranan penting dalam meningkatkan akses pembiayaan bagi masyarakat di daerah.

4. Bank Umum Syariah


Bank Umum Syariah menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah Islam. Dalam operasionalnya, bank syariah tidak menggunakan sistem bunga, melainkan akad sesuai syariat, seperti mudharabah, musyarakah, murabahah, ijarah, dan wadiah.

Saat ini produk yang tersedia di Bank Umum Syariah juga cukup beragam, mulai dari tabungan syariah, deposito syariah, pembiayaan rumah, pembiayaan kendaraan, dan pembiayaan usaha. Hal inilah yang menjadikan Bank syariah sebagai pilihan bagi masyarakat yang ingin menggunakan layanan keuangan sesuai prinsip syariah.

5. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS)


BPRS memiliki fungsi yang hampir sama dengan BPR, tetapi seluruh kegiatan operasionalnya menggunakan prinsip syariah. Fokus utamanya adalah memberikan pembiayaan kepada UMKM, pelaku usaha lokal, dan masyarakat di daerah. Selain itu, BPRS juga tidak menyediakan layanan pembayaran seperti giro maupun transaksi valuta asing.

6. Bank Pemerintah


Selain berdasarkan fungsi, jenis bank juga dapat dibedakan berdasarkan kepemilikannya. Bank Pemerintah adalah bank yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Beberapa karakteristik Bank Pemerintah antara lain mendukung program pembangunan nasional, menyalurkan berbagai program pembiayaan pemerintah, dan memiliki jaringan yang luas. Selain itu, Bank Pemerintah juga berperan penting dalam mendukung inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

7. Bank Swasta


Bank swasta merupakan bank yang kepemilikan sahamnya dimiliki oleh pihak swasta, baik nasional maupun asing. Jenis bank ini umumnya menawarkan berbagai inovasi layanan, seperti digital banking, mobile banking, wealth management, produk investasi, kredit konsumtif, hingga kredit bisnis.

Persaingan antarbank swasta yang kini semakin ketat juga turut mendorong lahirnya berbagai inovasi layanan yang semakin memudahkan masyarakat.

BACA JUGA: Mengenal Finansial dan Pentingnya dalam Pengelolaan Ekonomi

Peran Bank dalam Sistem Keuangan


Selain menghimpun dan menyalurkan dana, bank memiliki berbagai peran strategis dalam perekonomian, seperti:

  • Menghimpun Dana Masyarakat: Bank menyediakan berbagai produk simpanan untuk membantu masyarakat menyimpan dana dengan aman.
  • Menyalurkan Kredit: Dana yang dihimpun kemudian disalurkan kembali dalam bentuk kredit kepada individu maupun pelaku usaha.
  • Memperlancar Sistem Pembayaran: Bank menyediakan berbagai layanan transaksi seperti transfer, QRIS, kartu debit, mobile banking, hingga pembayaran tagihan.
  • Mendukung Pertumbuhan Ekonomi: Melalui pembiayaan kepada sektor produktif, bank membantu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan investasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
  • Meningkatkan Inklusi Keuangan: Perkembangan layanan digital membuat akses terhadap layanan perbankan semakin mudah dijangkau oleh masyarakat di berbagai wilayah.

Cara Memilih Jenis Bank yang Tepat untuk Kebutuhanmu


Agar kamu tidak salah pilih, berikut beberapa pertimbangan yang bisa membantu proses pengambilan keputusan.

1. Identifikasi Kebutuhan Utama: Apakah kamu membutuhkan layanan transaksi harian, tabungan jangka panjang, atau pembiayaan usaha?

2. Pertimbangkan Kemudahan Akses: Jika kamu lebih sering bertransaksi secara online, bank digital bisa menjadi pilihan yang lebih efisien dibandingkan bank konvensional dengan kantor cabang terbatas.

3. Bandingkan Biaya Administrasi: Setiap bank memiliki struktur biaya yang berbeda, mulai dari biaya bulanan, biaya transfer, hingga biaya penarikan tunai.

4. Sesuaikan dengan Prinsip Finansial: Jika kamu mengutamakan prinsip syariah dalam bertransaksi, pastikan memilih bank syariah yang sudah terverifikasi dan diawasi oleh otoritas terkait.

5. Perhatikan Reputasi dan Keamanan: Pastikan bank yang kamu pilih terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjamin keamanan dana yang kamu simpan.


Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, kamu bisa memilih jenis bank yang tidak hanya sesuai dengan kebutuhan saat ini, tetapi juga mendukung rencana finansial jangka panjangmu.

Mengapa Bank Digital Semakin Diminati Masyarakat Indonesia?


Bank digital semakin diminati karena menawarkan kemudahan akses tanpa perlu mengunjungi kantor cabang, proses pembukaan rekening yang cepat, biaya administrasi yang lebih kompetitif, serta fitur-fitur inovatif yang mendukung gaya hidup masyarakat urban yang serba digital.

Tren perbankan digital di Indonesia terus berkembang pesat seiring meningkatnya penetrasi internet dan smartphone. Beberapa alasan mengapa masyarakat, khususnya generasi muda, semakin beralih ke bank digital antara lain:

  • Proses Pembukaan Rekening yang Instan: Kamu tidak perlu antre di kantor cabang, cukup melalui aplikasi dan verifikasi data secara online.
  • Fitur Transaksi yang Lengkap dan Terintegrasi: Mulai dari transfer, pembayaran tagihan, hingga investasi, semuanya dapat diakses dalam satu aplikasi.
  • Biaya Administrasi lebih Rendah: Karena tidak memerlukan biaya operasional kantor cabang fisik, bank digital umumnya menawarkan biaya yang lebih kompetitif bagi nasabah.
  • Kemudahan Pemantauan Keuangan: Fitur seperti kategorisasi transaksi dan laporan keuangan otomatis membantu kamu mengelola anggaran dengan lebih baik.


BACA JUGA: Jenis Investasi: Pilihan Instrumen untuk Beragam Profil Risiko

Kelola Keuangan Lebih Praktis dan Transparan dengan Layanan Digital dari Bank Saqu


Memahami jenis-jenis bank akan membantumu mengenali peran setiap lembaga keuangan dalam sistem ekonomi. Mulai dari Bank Sentral, Bank Umum, BPR, hingga Bank Syariah, masing-masing memiliki fungsi yang berbeda namun saling melengkapi dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.

Di era digital, kebutuhan akan layanan perbankan yang mudah, fleksibel, dan sesuai gaya hidup semakin meningkat. Bank Saqu, bagian dari PT Astra International Tbk, menghadirkan solusi perbankan digital yang membantu kamu mengelola keuangan dengan lebih praktis. 

Mulai dari menabung, mengatur pengeluaran, hingga menikmati berbagai fitur keuangan digital, semuanya dapat dilakukan melalui satu aplikasi yang dirancang untuk mendukung kebutuhan finansial sehari-hari. Yuk, pelajari lebih lanjut mengenai layanan Bank Saqu hanya di sini!