Di tengah tantangan perubahan iklim, urbanisasi, dan kebutuhan pembangunan yang terus meningkat, konsep infrastruktur berkelanjutan kini semakin menjadi perhatian. Hal inilah yang membuat infrastruktur tidak lagi sekadar soal membangun jalan, gedung, atau fasilitas publik.
Namun, juga tentang bagaimana pembangunan tersebut memberi manfaat jangka panjang bagi lingkungan, masyarakat, dan ekonomi. Di sinilah peran sektor swasta, termasuk Astra, menjadi penting dalam mendorong praktik pembangunan yang lebih bertanggung jawab.
Definisi Infrastruktur Berkelanjutan
Secara umum, infrastruktur berkelanjutan merupakan konsep infrastruktur yang memberi manfaat ekonomi, sosial, dan juga lingkungan dalam jangka panjang. Konsep ini sangat penting diterapkan demi mencapai target iklim global dan Sustainable Development Goals (SDGs).
Tidak hanya itu saja, upaya ini juga dilakukan untuk menumbuhkan perekonomian global. Sebab, seiring dengan bertambahnya populasi global, keseimbangan ekonomi, sosial, dan lingkungan bisa rusak, sehingga infrastruktur harus didesain dengan cermat agar setiap orang bisa merasakan kesempatan dan fasilitas yang sama.
Dengan kata lain, konsep ini hadir sebagai solusi wilayah kota yang lebih padu, berkelanjutan, dan pastinya tangguh terhadap perubahan iklim. Hal ini tidak terlepas dengan penerapannya yang mengacu pada kebutuhan pembangkit energi, jalan, jembatan, dan lain sebagainya sesuai dengan prinsip-prinsip berkelanjutan.
Pentingnya Infrastruktur Berkelanjutan
Pembangunan infrastruktur konvensional sering kali menimbulkan dampak lingkungan yang besar. Berbeda halnya dengan pendekatan berkelanjutan yang justru bisa menjadikan infrastruktur sebagai bagian dari solusi.
Adapun berbagai alasan mengenai pentingnya infrastruktur berkelanjutan, antara lain:
-
Mengurangi dampak perubahan iklim melalui efisiensi energi dan penurunan emisi gas rumah kaca.
-
Meningkatkan ketahanan lingkungan, terutama di wilayah rawan banjir, kekeringan, atau bencana.
-
Memberikan manfaat sosial jangka panjang, seperti akses transportasi yang aman dan terjangkau.
-
Mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan karena biaya operasional jangka panjang akan lebih efisien.
-
Meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui infrastruktur yang sehat, aman, dan inklusif.
4 Dimensi dalam Infrastruktur Berkelanjutan
Dalam penerapannya, infrastruktur berkelanjutan mempunyai karakteristik yang memperhatikan empat dimensi utama berkelanjutan. Berikut adalah penjelasannya.
1. Ekonomi
Penerapan konsep infrastruktur berkelanjutan tentu harus berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan dan layak secara ekonomi dalam jangka panjang. Berbagai upaya pun bisa dilakukan, seperti mendukung efisiensi penggunaan sumber daya finansial serta mendorong inovasi penciptaan lapangan kerja dan teknologi.
2. Sosial
Bicara dari dimensi sosial, konsep ini mendukung inklusi dan kesetaraan. Jadi, setiap orang harus bisa mengakses infrastruktur dan layanan dasar yang mereka butuhkan.
Adapun beberapa hal yang bisa dilakukan adalah membuka lapangan kerja lokal, meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar, dan memastikan aksesibilitas bagi para disabilitas. Selain itu, mempertimbangkan masukan dari masyarakat dalam perencanaan dan penentuan keputusan pembangunan juga menjadi hal yang tak kalah penting.
3. Lingkungan
Infrastruktur berkelanjutan dilakukan untuk mengurangi dampak lingkungan dan mendukung konservasi sumber daya alam. Termasuk juga upaya untuk mengurangi emisi gas kaca, menerapkan efisiensi energi, mengelola limbah dengan bijak, dan juga melakukan konservasi keanekaragaman hayati.
4. Tata Kelola
Terakhir, konsep pembangunan ini harus mendukung keberlanjutan manajemen serta pengembangan infrastruktur. Hal ini tentunya perlu didukung dengan kerangka kerja tata kelola yang kuat, transparansi, dan akuntabilitas.
Prinsip Utama Infrastruktur Berkelanjutan
Agar sebuah proyek dapat dikategorikan sebagai infrastruktur berkelanjutan, ada beberapa prinsip utama yang perlu diterapkan, yaitu:
-
Efisiensi Energi dan Sumber Daya: Infrastruktur berkelanjutan memanfaatkan energi secara optimal, termasuk juga penggunaan energi terbarukan seperti panel surya dan pengelolaan air yang efisien.
-
Ramah Lingkungan: Penggunaan material rendah emisi, pengurangan limbah konstruksi, dan perlindungan ekosistem sekitar menjadi bagian penting dari desain.
-
Tangguh terhadap Risiko Iklim: Infrastruktur dirancang agar tetap berfungsi dalam kondisi ekstrem, seperti kenaikan suhu atau curah hujan tinggi.
-
Inklusif dan Berorientasi Sosial: Pembangunan harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, termasuk juga penciptaan lapangan kerja dan akses yang adil.
-
Tata Kelola yang Bertanggung Jawab: Transparansi, kepatuhan terhadap regulasi, hingga pelaporan berkelanjutan menjadi fondasi penting.
Manfaat Infrastruktur Berkelanjutan
Penerapan infrastruktur berkelanjutan tentu saja memberi sejumlah manfaat, di antaranya:
1. Meningkatkan Keberlanjutan Lingkungan
Infrastruktur ini dibangun untuk meminimalisasi dampak buruk pada lingkungan. Adapun dalam hal ini, pelaksana proyek perlu mengurangi emisi gas kaca, melaksanakan konservasi ekosistem, dan juga menggunakan sumber daya dengan efisien.
2. Meningkatkan Kualitas Hidup
Infrastruktur berkelanjutan dapat menyediakan layanan-layanan penting, seperti sanitasi, transportasi, energi, dan air bersih. Oleh karena itu, adanya infrastruktur ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan memastikan tiap individu mempunyai akses terhadap layanan dasar.
3. Menghemat Biaya
Sering kali penerapan infrastruktur ini lebih efisien dalam menggunakan energi dan sumber daya. Dengan begitu, pengerjaannya bisa lebih hemat biaya dalam jangka panjang, khususnya terkait dengan biaya perawatan.
Selain itu, pelaku infrastruktur juga bisa mendapat keuntungan dari layanan lingkungan dan jasa energi terbarukan.
4. Membuka Lapangan Pekerjaan
Proses operasional dan konstruksi pada konsep ini dapat membuka lapangan kerja baru di berbagai sektor. Hal ini tentu bisa meningkatkan ekonomi wilayah tersebut secara tidak langsung sekaligus membangun ekonomi yang lebih kuat dan beragam.
5. Beradaptasi dengan Lingkungan
Infrastruktur ini cenderung lebih tangguh dalam menghadapi bencana alam dan cuaca buruk. Pasalnya, setiap infrastruktur dirancang untuk menahan dan pulih kembali dari bencana secara efektif. Jadi, kerugian material dan jiwa dapat ditekan.
Contoh Infrastruktur Berkelanjutan di Indonesia
Berikut adalah beberapa contoh infrastruktur berkelanjutan yang relevan di Indonesia.
1. Jalan Tol Berkelanjutan
Jalan tol modern tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tapi juga menerapkan sistem drainase ramah lingkungan, efisien energi untuk penerapan, dan sistem drainase ramah lingkungan. Melalui lini bisnis infrastrukturnya, Astra juga telah mengintegrasikan aspek keselamatan, lingkungan, dan efisien dalam pengelolaan jalan tol.
2. Green Building dan Gedung Perkantoran Ramah Lingkungan
Gedung dengan sertifikasi hijau menerapkan efisiensi energi, pengelolaan limbah yang baik, dan sistem pendingin hemat energi. Menara Astra menjadi salah satu contoh bangunan perkantoran yang menerapkan prinsip berkelanjutan melalui desain hemat energi dan pemanfaatan energi terbarukan.
3. Infrastruktur Energi Terbarukan
Pembangunan fasilitas energi surya dan/atau sistem kelistrikan berbasis energi bersih juga menjadi bagian penting dari transisi energi nasional.
4. Infrastruktur Digital
Pemanfaatan teknologi digital digunakan untuk memantau konsumsi energi dan kinerja infrastruktur demi terciptanya peningkatan efisiensi dan transparansi.
5. Rehabilitasi Ekosistem Pesisir
Infrastruktur berbasis alam, seperti rehabilitasi mangrove yang dilakukan Astra, berperan untuk melindungi garis pantai dan juga menyerap karbon.
Peran Astra dalam Mendukung Infrastruktur Berkelanjutan
Astra secara konsisten menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang. Oleh karena itu, tidak heran jika ada banyak praktik infrastruktur berkelanjutan dengan pendekatan terintegrasi yang telah dilakukan Astra.
Di sektor infrastruktur, Astra menekankan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, efisiensi energi, dan peningkatan keselamatan. Misalnya, penggunaan teknologi ramah lingkungan, penerapan sistem manajemen lingkungan di proyek infrastruktur, sampai dengan pengembangan bangunan hijau, seperti Menara Astra.
Selain itu, Astra juga mengaitkan pembangunan infrastruktur dengan kontribusi sosial melalui program pemberdayaan masyarakat, pendidikan, serta pengembangan ekonomi lokal. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan bahwa pembangunan tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga pada kesejahteraan manusia.
Optimalkan Infrastruktur Berkelanjutan untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Infrastruktur berkelanjutan adalah fondasi penting bagi pembangunan masa depan Indonesia. Dengan menggabungkan efisiensi energi, perlindungan lingkungan, dan juga manfaat sosial, infrastruktur dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan yang inklusif dan bertanggung jawab.
Adapun berbagai contoh infrastruktur di atas telah menunjukkan bahwa pembangunan dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan. Komitmen Astra melalui berbagai inisiatif berkelanjutan yang bisa dilihat dalam
Astra Sustainability Report menjadi bukti bahwa dunia usaha memiliki peran strategis dalam menciptakan dampak positif jangka panjang.