










Infrastruktur berkelanjutan adalah kunci pembangunan ramah lingkungan, efisien, dan berdampak jangka panjang bagi ekonomi dan masyarakat.
Keberlanjutan
8 menit membaca
0
Bagikan:
Di tengah tantangan perubahan iklim, urbanisasi, dan kebutuhan pembangunan yang terus meningkat, konsep infrastruktur berkelanjutan kini semakin menjadi perhatian. Hal inilah yang membuat infrastruktur tidak lagi sekadar soal membangun jalan, gedung, atau fasilitas publik.
Namun, juga tentang bagaimana pembangunan tersebut memberi manfaat jangka panjang bagi lingkungan, masyarakat, dan ekonomi. Di sinilah peran sektor swasta, termasuk PT Astra International Tbk, menjadi penting dalam mendorong praktik pembangunan yang lebih bertanggung jawab.
BACA JUGA: Memahami Sustainability Framework Astra Menuju Keberlanjutan
Secara umum, infrastruktur berkelanjutan merupakan konsep infrastruktur yang memberi manfaat ekonomi, sosial, dan juga lingkungan dalam jangka panjang. Konsep ini sangat penting diterapkan demi mencapai target iklim global dan Sustainable Development Goals (SDGs).
Tidak hanya itu saja, upaya ini juga dilakukan untuk menumbuhkan perekonomian global. Sebab, seiring dengan bertambahnya populasi global, keseimbangan ekonomi, sosial, dan lingkungan bisa rusak, sehingga infrastruktur harus didesain dengan cermat agar setiap orang bisa merasakan kesempatan dan fasilitas yang sama.
Dengan kata lain, konsep ini hadir sebagai solusi wilayah kota yang lebih padu, berkelanjutan, dan pastinya tangguh terhadap perubahan iklim. Hal ini tidak terlepas dengan penerapannya yang mengacu pada kebutuhan pembangkit energi, jalan, jembatan, dan lain sebagainya sesuai dengan prinsip-prinsip berkelanjutan.
Pembangunan infrastruktur konvensional sering kali menimbulkan dampak lingkungan yang besar. Berbeda halnya dengan pendekatan berkelanjutan yang justru bisa menjadikan infrastruktur sebagai bagian dari solusi.
Adapun berbagai alasan mengenai pentingnya infrastruktur berkelanjutan, antara lain:
Dalam penerapannya, infrastruktur berkelanjutan mempunyai karakteristik yang memperhatikan empat dimensi utama berkelanjutan. Berikut adalah penjelasannya.
Penerapan konsep infrastruktur berkelanjutan tentu harus berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan dan layak secara ekonomi dalam jangka panjang. Berbagai upaya pun bisa dilakukan, seperti mendukung efisiensi penggunaan sumber daya finansial serta mendorong inovasi penciptaan lapangan kerja dan teknologi.
Bicara dari dimensi sosial, konsep ini mendukung inklusi dan kesetaraan. Jadi, setiap orang harus bisa mengakses infrastruktur dan layanan dasar yang mereka butuhkan.
Adapun beberapa hal yang bisa dilakukan adalah membuka lapangan kerja lokal, meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar, dan memastikan aksesibilitas bagi para disabilitas. Selain itu, mempertimbangkan masukan dari masyarakat dalam perencanaan dan penentuan keputusan pembangunan juga menjadi hal yang tak kalah penting.
Infrastruktur berkelanjutan dilakukan untuk mengurangi dampak lingkungan dan mendukung konservasi sumber daya alam. Termasuk juga upaya untuk mengurangi emisi gas kaca, menerapkan efisiensi energi, mengelola limbah dengan bijak, dan juga melakukan konservasi keanekaragaman hayati.
Terakhir, konsep pembangunan ini harus mendukung keberlanjutan manajemen serta pengembangan infrastruktur. Hal ini tentunya perlu didukung dengan kerangka kerja tata kelola yang kuat, transparansi, dan akuntabilitas.
BACA JUGA: Mengenal Perbedaan Sustainability, ESG, dan CSR Lengkap
Agar sebuah proyek dapat dikategorikan sebagai infrastruktur berkelanjutan, ada beberapa prinsip utama yang perlu diterapkan, yaitu:
Membangun infrastruktur berkelanjutan bukan hanya tentang proses konstruksi. Seluruh siklus hidup proyek harus dirancang agar memberikan manfaat yang optimal dengan dampak lingkungan seminimal mungkin.
Secara umum, terdapat lima tahapan utama dalam membangun infrastruktur berkelanjutan, yaitu:
Tahap awal dimulai dengan mengidentifikasi kebutuhan masyarakat serta melakukan studi kelayakan. Pada tahap ini biasanya dilakukan analisis dampak lingkungan (AMDAL), analisis risiko perubahan iklim, konsultasi dengan masyarakat, perencanaan penggunaan lahan, dan perhitungan biaya siklus hidup proyek.
Perencanaan yang matang ini nantinya akan membantu mengurangi potensi masalah selama pembangunan berlangsung.
Setelah perencanaan selesai, proyek akan memasuki tahap desain. Pada tahap ini berbagai aspek keberlanjutan mulai diintegrasikan, seperti desain hemat energi, sistem pencahayaan alami, ventilasi yang efisien, penggunaan material rendah karbon, sistem konservasi air, dan ruang terbuka hijau.
Tahap konstruksi juga memiliki peran besar dalam mendukung keberlanjutan. Beberapa praktik yang umum diterapkan meliputi:
Langkah-langkah tersebut membantu meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan maupun masyarakat sekitar.
Setelah selesai dibangun, infrastruktur harus dikelola secara optimal agar tetap berfungsi dalam jangka panjang. Misalnya, melalui pemantauan konsumsi energi, inspeksi berkala, penggunaan sistem digital untuk monitoring, dan pemeliharaan preventif. Dengan pemeliharaan yang baik, umur infrastruktur dapat lebih panjang sekaligus mengurangi biaya perbaikan di masa depan.
Tahap terakhir adalah melakukan evaluasi terhadap kinerja infrastruktur. Beberapa indikator yang biasanya dipantau antara lain efisiensi energi, penggunaan air, emisi karbon, biaya operasional, hingga tingkat kepuasan pengguna. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar untuk melakukan peningkatan maupun inovasi pada proyek berikutnya.
Penerapan infrastruktur berkelanjutan tentu saja memberi sejumlah manfaat, di antaranya:
Infrastruktur ini dibangun untuk meminimalisasi dampak buruk pada lingkungan. Adapun dalam hal ini, pelaksana proyek perlu mengurangi emisi gas kaca, melaksanakan konservasi ekosistem, dan juga menggunakan sumber daya dengan efisien.
Infrastruktur berkelanjutan dapat menyediakan layanan-layanan penting, seperti sanitasi, transportasi, energi, dan air bersih. Oleh karena itu, adanya infrastruktur ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan memastikan tiap individu mempunyai akses terhadap layanan dasar.
Sering kali penerapan infrastruktur ini lebih efisien dalam menggunakan energi dan sumber daya. Dengan begitu, pengerjaannya bisa lebih hemat biaya dalam jangka panjang, khususnya terkait dengan biaya perawatan.
Selain itu, pelaku infrastruktur juga bisa mendapat keuntungan dari layanan lingkungan dan jasa energi terbarukan.
Proses operasional dan konstruksi pada konsep ini dapat membuka lapangan kerja baru di berbagai sektor. Hal ini tentu bisa meningkatkan ekonomi wilayah tersebut secara tidak langsung sekaligus membangun ekonomi yang lebih kuat dan beragam.
Infrastruktur ini cenderung lebih tangguh dalam menghadapi bencana alam dan cuaca buruk. Pasalnya, setiap infrastruktur dirancang untuk menahan dan pulih kembali dari bencana secara efektif. Jadi, kerugian material dan jiwa dapat ditekan.
Berikut adalah beberapa contoh infrastruktur berkelanjutan yang relevan di Indonesia.
Jalan tol modern tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tapi juga menerapkan sistem drainase ramah lingkungan, efisien energi untuk penerapan, dan sistem drainase ramah lingkungan. Melalui lini bisnis infrastrukturnya, PT Astra International Tbk juga telah mengintegrasikan aspek keselamatan, lingkungan, dan efisien dalam pengelolaan jalan tol.
Gedung dengan sertifikasi hijau menerapkan efisiensi energi, pengelolaan limbah yang baik, dan sistem pendingin hemat energi. Menara Astra menjadi salah satu contoh bangunan perkantoran yang menerapkan prinsip berkelanjutan melalui desain hemat energi dan pemanfaatan energi terbarukan.
Pembangunan fasilitas energi surya dan/atau sistem kelistrikan berbasis energi bersih juga menjadi bagian penting dari transisi energi nasional.
Pemanfaatan teknologi digital digunakan untuk memantau konsumsi energi dan kinerja infrastruktur demi terciptanya peningkatan efisiensi dan transparansi.
Infrastruktur berbasis alam, seperti rehabilitasi mangrove yang dilakukan PT Astra International Tbk, berperan untuk melindungi garis pantai dan juga menyerap karbon.
PT Astra International Tbk secara konsisten menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang. Oleh karena itu, tidak heran jika ada banyak praktik infrastruktur berkelanjutan dengan pendekatan terintegrasi yang telah dilakukan PT Astra International Tbk.
Di sektor infrastruktur, PT Astra International Tbk menekankan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, efisiensi energi, dan peningkatan keselamatan. Misalnya, penggunaan teknologi ramah lingkungan, penerapan sistem manajemen lingkungan di proyek infrastruktur, sampai dengan pengembangan bangunan hijau, seperti Menara Astra.
Selain itu, PT Astra International Tbk juga mengaitkan pembangunan infrastruktur dengan kontribusi sosial melalui program pemberdayaan masyarakat, pendidikan, serta pengembangan ekonomi lokal. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan bahwa pembangunan tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga pada kesejahteraan manusia.
BACA JUGA: Environmental Sustainability: Pilar Program Keberlanjutan Astra
Infrastruktur berkelanjutan adalah fondasi penting bagi pembangunan masa depan Indonesia. Dengan menggabungkan efisiensi energi, perlindungan lingkungan, dan juga manfaat sosial, infrastruktur dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan yang inklusif dan bertanggung jawab.
Adapun berbagai contoh infrastruktur di atas telah menunjukkan bahwa pembangunan dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan. Komitmen PT Astra International Tbk melalui berbagai inisiatif berkelanjutan yang bisa dilihat dalam Astra Sustainability Report menjadi bukti bahwa dunia usaha memiliki peran strategis dalam menciptakan dampak positif jangka panjang.