Pembangunan desa tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Tentu dibutuhkan kolaborasi antara masyarakat, pemangku kepentingan, dan sektor swasta agar dampaknya benar-benar terasa. Melalui inisiatif Astra Bergerak Bersama Anak Bangsa, Astra menegaskan komitmennya untuk membangun kesejahteraan desa dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan selaras dengan tujuan pembangunan nasional.
Program ini tidak hanya berbicara tentang bantuan jangka pendek, tetapi juga berfokus pada strategis untuk membuat desa bisa tumbuh mandiri dengan kekuatan sumber daya manusia lokal. Di sinilah peran anak bangsa menjadi kunci utama.
Mengenal Program Astra Bergerak Bersama Anak Bangsa dan Tujuannya
Astra Bergerak Bersama Anak Bangsa adalah inisiatif sosial Astra yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program kontribusi sosial. Tujuannya adalah menciptakan dampak nyata dan berkelanjutan bagi komunitas, khususnya di wilayah desa, dengan melibatkan tokoh-tokoh lokal sebagai penggerak perubahan.
Melalui pendekatan ini, Astra tidak hanya datang untuk memberikan bantuan semata, tetapi juga sebagai mitra yang tumbuh bersama masyarakat desa. Secara umum, tujuan dari adanya program ini, antara lain:
- Meningkatkan kesejahteraan desa melalui pemberdayaan masyarakat
- Mendorong peran aktif anak bangsa sebagai agen perubahan
- Mengembangkan potensi lokal agar mempunyai nilai tambah ekonomi
- Mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia
Dengan tujuan tersebut, Astra ingin memastikan bahwa pembangunan tidak hanya terpusat di kota, tetapi juga merata hingga ke pelosok negeri.
Empat Pilar Kontribusi Sosial Astra dalam Program Astra Bergerak Bersama Anak Bangsa
Melalui empat pilar kontribusi sosial, yaitu Kesehatan, Pendidikan, Kewirausahaan, dan Lingkungan yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia, Astra memperkuat langkah anak bangsa dalam meningkatkan kualitas hidup, memperluas akses pendidikan dan membuka peluang ekonomi masyarakat desa, serta menjaga keberlanjutan alam sekitarnya.
“Indonesia memiliki anak-anak bangsa yang bekerja dalam diam tanpa sorotan, namun mengubah kehidupan banyak orang. Mereka adalah bukti bahwa daya juang Indonesia lahir dari desa-desa, dari kepedulian yang tidak pernah padam. Astra merasa bangga menjadi bagian dari perjalanan mereka dalam memperkuat pengembangan kontribusi sosial berkelanjutan di daerah pedesaan untuk dapat memperluas inisiasi dalam memberikan dampak positif kepada masyarakat sekitarnya. Astra berharap semangat ini menggugah lebih banyak anak bangsa untuk ikut bergerak bersama membangun hari ini dan masa depan Indonesia," ujar Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro.
Sinergi Program Sosial Astra untuk Desa
Sejak tahun 2010, Astra menginisiasi Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia (SATU) Awards sebagai apresiasi bagi generasi muda yang menghadirkan kontribusi positif bagi lingkungan dan komunitasnya. Program ini telah menemukan 792 pemuda inspiratif bangsa dan bersinergi dengan lebih dari 1.500 Kampung Berseri Astra dan Desa Sejahtera Astra di 35 provinsi.
Sinergi tiga program unggulan tersebut telah melahirkan kolaborasi yang dijalankan antara Tokoh Penggerak yang memberikan perubahan bagi bangsa. Hingga tahun 2024, rangkaian kontribusi sosial Astra telah menjangkau 2,63 juta penerima manfaat yang tersebar di berbagai daerah.
Pada periode 2020–2024, valuasi ekspor Desa Sejahtera Astra mencapai Rp349 miliar, menandai peningkatan daya saing produk desa di pasar global. Capaian ini tentu tidak terlepas dari dedikasi para Tokoh Penggerak yang menjadi motor utama pemberdayaan di daerahnya.
Tokoh Penggerak dari Berbagai Penjuru Negeri
Di balik setiap perubahan, ada sosok-sosok yang memilih untuk tidak berpangku tangan. Mereka kembali ke akar, merawat tanah kelahiran, dan menyalakan harapan bagi banyak orang di sekitarnya.
Berikut ini adalah daftar tokoh penggerak yang tersebar dari berbagai penjuru negeri.
1. Petronela Merauje, Penjaga Hutan Perempuan, Enggros, Papua
Dikenal sebagai Mama Nela, ia menjaga warisan leluhur, yaitu Hutan Perempuan, dengan keberanian yang lembut namun tegas. Ia memimpin para ibu membersihkan sampah, menanam mangrove, dan memulihkan hutan adat serta menjadi sumber pangan dan penghasilan.
2. Bernard “Oday” Langoday, Penggerak Ekosistem Kopi Cikajang, Garut
Sosok coffee sociopreneur yang membangun ekosistem kopi dari hulu ke hilir. Ia menggerakkan lebih dari 4.000 warga, menaikkan produktivitas petani, memperluas pasar, dan menjadikan kopi desa sebagai kebanggaan baru.
3. Priska Yeniriatno, Pencipta Ruang Kedua bagi Perempuan dan Anak Muda, Singkawang
Priska Yeniriatno meninggalkan karier untuk membangun rumah batik. Modal awalnya sederhana, yakni tabungan dan keberanian. Kini, ia mengelola tiga kampung wisata batik, memberdayakan ibu rumah tangga, hingga pemuda putus sekolah.
4. Zainal Abidin, Penjaga Bentang Alam Karst Rammang-Rammang, Sulawesi Selatan
Ia terketuk untuk kembali ke kampung halamannya setelah menjadi orang pertama di kampungnya yang berhasil mengenyam pendidikan hingga program doktoral. Ia melihat peluang di kampung halamannya dengan mengajak warga mengunggah keindahan alam karst di media sosial dan kini Rammang-Rammang menjadi destinasi yang dikenal dunia.
Seiring dengan pertumbuhan desanya, ia turut menjaga lingkungannya dengan memproduksi pupuk organik ramah lingkungan yang berasal dari kotoran kelelawar, serta turut memantau kesehatan masyarakat dengan rutin berkeliling bersama dokter menggunakan perahu jolloro untuk memastikan kesehatan masyarakat sekitar.
5. Ritno Kurniawan, Perintis Wisata Nyarai, Sumatra Barat
Ritno adalah tokoh yang berhasil mengubah hutan lindung bekas pembalakan dan kini menjadi magnet wisata alam yang mendunia dan telah menarik ratusan ribu wisatawan. Dari hanya lima pemandu pada awalnya, sekarang telah berkembang menjadi 150 pemandu, termasuk pemandu bersertifikasi internasional.
6. Dian Banunu, Guru yang Menembus Batas, Takari, Kupang
Setiap pagi ia menumpang truk dengan durasi perjalanan 2 jam demi sampai di sekolah guna mencerdaskan anak-anak bangsa dari di daerah Oesusu, Kupang. Ia telah berhasil mencetak lulusan-lulusan yang saat ini sudah mampu hidup secara mandiri dengan menjadi pekerja profesional dan wirausahawan.
Astra Bergerak Bersama Anak Bangsa untuk Membangun Kesejahteraan Desa di Masa Depan
Astra Bergerak Bersama Anak Bangsa bukan sekadar program sosial, tetapi sebuah gerakan kolaboratif untuk membangun kesejahteraan desa dari akar komunitas. Komitmen Astra untuk terus bergerak bersama para Tokoh Penggerak bangsa di berbagai pelosok negeri ini tentu sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.
Dengan melibatkan anak bangsa sebagai penggerak utama, Astra membuktikan bahwa pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan dapat diwujudkan melalui sinergi, kepercayaan, dan pemberdayaan masyarakat.