
30 Juli 2019
PT ASTRA INTERNATIONAL TBK (Grup Astra atau Perseroan)
Laporan Keuangan Semester I Tahun 2019
Ikhtisar
“Kinerja Grup Astra pada semester pertama tahun 2019 dipengaruhi oleh lesunya konsumsi domestik dan tren penurunan harga-harga komoditas, tetapi juga diuntungkan oleh peningkatan kinerja bisnis jasa keuangan dan kontribusi dari tambang emas yang baru diakuisisi. Prospek hingga akhir tahun ini masih menantang karena kondisi-kondisi tersebut dapat berlanjut.”
Prijono Sugiarto
Presiden Direktur
Kinerja Keuangan Konsolidasi
|
|
6 bulan yang berakhir 30 Juni |
||
|
2019 Rp miliar |
2018 Rp miliar |
Perubahan % |
|
|
Pendapatan Bersih |
116.182 |
112.554 |
3 |
|
Laba bersih* |
9.803 |
10.384 |
(6) |
|
|
Rp |
Rp |
|
|
Laba bersih per saham |
242 |
257 |
(6) |
|
|
30 Juni 2019 Rp miliar |
31 Desember 2018 Rp miliar |
Perubahan % |
|
Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk** |
139.441 |
136.947 |
2 |
|
|
Rp |
Rp |
|
|
Nilai aset bersih per saham** |
3.444 |
3.383 |
2 |
* Laba bersih adalah laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk, yaitu pemegang saham Astra International.
** Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan nilai aset bersih per saham didasarkan pada ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
Kinerja keuangan selama enam bulan pertama yang berakhir pada 30 Juni 2019 dan 30 Juni 2018 serta posisi keuangan per 30 Juni 2019 disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia dan tidak diaudit. Posisi keuangan per 31 Desember 2018 disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia dan telah diaudit sesuai dengan standar audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia.
Laporan Presiden Direktur
Tinjauan Kinerja
Laba bersih Grup menurun 6% pada semester pertama 2019, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, hal ini terutama disebabkan penurunan kontribusi dari divisi otomotif dan agribisnis, yang penurunannya lebih besar dari peningkatan kontribusi dari divisi jasa keuangan, infrastruktur dan logistik, serta alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi.
Kinerja
Pendapatan bersih konsolidasian Grup selama periode ini meningkat 3% menjadi Rp116,2 triliun, yang terutama disebabkan oleh peningkatan pendapatan dari divisi alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi serta divisi jasa keuangan.
Laba bersih Grup mencapai Rp9,8 triliun, menurun 6% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Nilai aset bersih per saham Grup tercatat sebesar Rp3.444 pada 30 Juni 2019, 2% lebih tinggi dibandingkan posisi akhir tahun 2018.
Utang bersih, di luar Grup anak perusahaan jasa keuangan, mencapai Rp23,3 triliun pada 30 Juni 2019, dibandingkan dengan utang bersih sebesar Rp13,0 triliun pada akhir tahun 2018, hal ini terutama disebabkan oleh investasi Grup pada jalan tol Surabaya – Mojokerto dan Gojek serta belanja modal pada bisnis kontraktor penambangan. Anak perusahaan Grup segmen jasa keuangan mencatat utang bersih sebesar Rp47,8 triliun pada 30 Juni 2019, relatif stabil dibandingkan dengan utang bersih pada akhir tahun 2018.
Kegiatan Bisnis
Laba bersih yang diatribusikan kepada pemegang saham PT Astra International Tbk dari masing-masing segmen bisnis adalah sebagai berikut:
|
|
Laba Bersih yang Diatribusikan Kepada PT Astra International Tbk |
||
|
6 bulan yang berakhir 30 Juni |
|||
|
2019 Rp miliar |
2018 Rp miliar |
Perubahan % |
|
|
Otomotif |
3.458 |
4.215 |
(18) |
|
Jasa Keuangan |
2.819 |
2.142 |
32 |
|
Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi dan Energi |
3.332 |
3.282 |
2 |
|
Agribisnis |
35 |
625 |
(94) |
|
Infrastruktur dan Logistik |
83 |
4 |
1.975 |
|
Teknologi Informasi |
44 |
68 |
(35) |
|
Properti |
32 |
48 |
(33) |
|
Laba bersih konsolidasian |
9.803 |
10.384 |
(6) |
Otomotif
Laba bersih dari divisi otomotif Grup menurun 18% menjadi Rp3,5 triliun, terutama disebabkan oleh penurunan volume penjualan mobil dan meningkatnya biaya material pada aktivitas manufaktur. Berikut adalah ikhtisarnya:
Jasa Keuangan
Laba bersih bisnis jasa keuangan Grup meningkat 32% menjadi Rp2,8 triliun, terutama disebabkan oleh pemulihan kredit bermasalah, provisi kerugian kredit yang lebih rendah, dan portofolio pembiayaan yang lebih besar. Berikut adalah ikhtisarnya:
Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi dan Energi
Laba bersih Grup dari divisi alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi meningkat sebesar 2% menjadi Rp3,3 triliun, terutama disebabkan oleh kontribusi dari kegiatan operasional tambang emas dan peningkatan volume aktifitas penambangan yang sebagian diimbangi oleh penurunan penjualan alat berat serta efek dari translasi mata uang asing. Berikut adalah ikhtisarnya:
Agribisnis
Laba bersih dari divisi Agribisnis Grup turun 94% menjadi Rp35 miliar. Berikut adalah ikhtisarnya:
Infrastruktur dan Logistik
Divisi infrastruktur dan logistik Grup mencatat laba bersih Rp83 miliar, meningkat secara signifikan dibandingkan laba bersih pada semester pertama tahun 2018. Hal ini terutama disebabkan oleh peningkatan pendapatan dari jalan-jalan tol yang telah beroperasi. Berikut adalah ikhtisarnya:
Teknologi Informasi
Laba bersih dari segmen teknologi informasi Grup menurun 35% menjadi Rp44 miliar.
PT Astra Graphia Tbk (AG), yang 76,9% sahamnya dimiliki Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp57 miliar, 35% lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2018, yang disebabkan oleh penurunan pendapatan dari bisnis solusi TI dan layanan perkantoran, serta meningkatnya biaya operasi.
Properti
Divisi properti Grup melaporkan laba bersih sebesar Rp32 miliar, 33% lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2018, terutama disebabkan oleh berkurangnya pengakuan laba dari pengembangan proyek Anandamaya Residences yang telah selesai pada tahun 2018.
Proyek-proyek Grup lainnya, termasuk diantaranya adalah Arumaya di Jakarta Selatan, Asya di Jakarta Timur (yang keduanya merupakan proyek residensial) serta 3 hektar lahan pengembangan residensial dan komersial yang berlokasi di pusat bisnis Jakarta.
Prospek Bisnis
Kinerja Grup Astra pada semester pertama tahun 2019 dipengaruhi oleh lesunya konsumsi domestik dan tren penurunan harga-harga komoditas, tetapi juga diuntungkan oleh peningkatan kinerja bisnis jasa keuangan dan kontribusi dari tambang emas yang baru diakuisisi. Prospek hingga akhir tahun ini masih menantang karena kondisi-kondisi tersebut dapat berlanjut.
Prijono Sugiarto
Presiden Direktur
30 Juli 2019
Untuk informasi lebih lanjut,mohon hubungi:
Pongki Pamungkas
Chief of Corporate Affairs
PT Astra International Tbk
Tel: + 62 – 21 – 508-43-888
Tentang Astra
PT Astra International Tbk didirikan di Jakarta pada tahun 1957 sebagai sebuah perusahaan perdagangan umum dengan nama Astra International Inc. Pada tahun 1990, dilakukan perubahan nama menjadi PT Astra International Tbk, dalam rangka penawaran umum perdana saham Perseroan kepada masyarakat, yang dilanjutkan dengan pencatatan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia dengan menggunakan kode saham ASII.
Astra telah mengembangkan bisnisnya dengan menerapkan model bisnis yang berbasis sinergi dan terdiversifikasi pada tujuh segmen usaha, terdiri dari: 1) Otomotif, 2) Jasa Keuangan, 3) Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi & Energi, 4) Agribisnis, 5) Infrastruktur dan Logistik, 6) Teknologi Informasi dan 7) Properti.
Kegiatan operasional bisnis yang tersebar di seluruh Indonesia dikelola melalui lebih dari 230 anak perusahaan, ventura bersama dan entitas asosiasi, serta didukung oleh lebih dari 225.000 karyawan, berdasarkan data per Juni 2019.
Sebagai salah satu grup usaha terbesar nasional saat ini, Astra telah membangun reputasi yang kuat melalui penawaran rangkaian produk dan layanan berkualitas, dengan memperhatikan pelaksanaan tata kelola perusahaan dan tata kelola lingkungan yang baik. Astra senantiasa beraspirasi untuk menjadi perusahaan kebanggaan bangsa yang berperan serta dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Oleh karena itu, kegiatan bisnis Astra berupaya menerapkan perpaduan yang berimbang dalam aspek komersial bisnis dan sumbangsih non-bisnis melalui 9 yayasan yang dibinanya, juga melalui beragam program tanggung jawab sosial berkelanjutan di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan serta pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM).Astra menginisiasi program Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards yang tahun ini memasuki satu dasawarsa dan telah mengapresiasi 245 anak muda, yang terdiri dari 53 penerima tingkat nasional dan 192 penerima tingkat provinsi di lima bidang, yakni Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan, dan Teknologi. Astra juga membina 81 Kampung Berseri Astra dan 645 Desa Sejahtera Astra di 34 provinsi di seluruh Indonesia.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.astra.co.id & www.satu-indonesia.com.