Nurani Astra Distribusikan Bantuan Tahap Awal Rp2 Miliar Untuk Korban Tsunami Banten dan Lampung
Share

Siaran Pers

Nurani Astra Distribusikan Bantuan Tahap Awal Rp2 Miliar Untuk Korban Tsunami Banten dan Lampung

JAKARTA: PT Astra International Tbk bersama perusahaan-perusahaan Grup Astra melalui program Nurani Astra hingga hari ini (25/12) telah mendistribusikan bantuan tahap awal senilai Rp2 miliar ke enam lokasi pengungsian korban tsunami di Banten dan Lampung.

“Kami berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan agar bantuan dari Astra dan perusahaan-perusahaan Grup Astra dapat diterima secara langsung oleh para korban bencana tsunami di Banten dan Lampung. Semoga Tuhan melindungi kita semua,” ujar Pongki Pamungkas, Chief of Corporate Communications, Social Responsibility & Security PT Astra International Tbk, pada hari ini (25/12).

Sehari setelah kejadian tsunami pada Sabtu malam (22/12), berbagai perusahaan Grup Astra telah mengerahkan personil dan barang bantuan langsung ke lokasi bencana.

Berikut bantuan Nurani Astra yang didistribusikan ke lokasi terdampak tsunami:

1. PT Astra International Tbk:

a. 1 Mobil rescue dan 5 anggota.

b. Bantuan logistik tahap 1 seperti biskuit 70 dus, energen 3 dus, susu siap minum 131 dus, mie instan 254 dus, air mineral 50 dus, beras 50 Kg, kornet 2 dus, kopi 5 dus, Gula 10 dus, minyak goreng 20 dus, pembalut 1 dus serta obat-obatan.

2. PT United Tractors Tbk & PT Pamapersada Nusantara:

a. 1 Mobil rescue dan tim personil.

b. 3 Unit alat berat PC 200 dan truk lowboy di Banten.

c. 2 Unit PC 50, 1 unit dumptruck dan 1 truk lowboy di Lampung.

d. 2 Emergency response team (tiap tim terdiri dari 5 personil dan 1 tenaga medis) di Lampung & Banten.

3. PT Astra Agro Lestari Tbk:

a. Bantuan alat berat.

b. Bantuan logistik berupa karpet, selimut dan air mineral.

4. PT Marga Mandala Sakti:

a. Tim survei & 5 personil emergency response team.

b. Bantuan logistik tahap 1 berupa selimut 180 buah dan teh kotak 25 dus.

5. Grup Astra Banten & Lampung:

a. Bantuan logistik berupa mie instan 25 dus, makanan ringan 6 dus dan air mineral 36 dus.

Hingga kemarin sore, bantuan tersebut telah didistribusikan ke enam lokasi pengungsian, yakni di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cinangka, Desa Galaya, Desa Kokosan dan Desa Salaparang Provinsi Banten, serta Desa Way Muli dan Desa Sukaraja, Lampung Selatan.

Data sementara yang berhasil dihimpun posko Badan Nasional Penanggulangan Bencana hingga Senin (24/12) pukul 17.00 WIB, tercatat 373 orang meninggal dunia, 1.459 orang luka-luka, 128 orang hilang, dan 5.665 orang mengungsi. Kerugian fisik akibat tsunami meliputi 681 unit rumah rusak, 69 unit hotel dan villa rusak, 420 unit perahu dan kapal rusak, 60 unit warung dan toko rusak, dan puluhan kendaraan rusak.

Korban dan kerusakan ini terdapat di 5 kabupaten terdampak yaitu Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Tanggamus dan Pesawaran. Jadi wilayah di Provinsi Banten dan Lampung yang berada di Selat Sunda. Daerah pesisir di Kabupaten Pandeglang adalah daerah yang paling banyak jumlah korban dan kerusakannya dibandingkan daerah lain.

Posko Nurani Astra di Banten dibuka di kantor Marga Mandalasakti yaitu di Gerbang Tol Serang Timur dan di Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Sumur oleh Grup Pama Banten. Untuk Posko Nurani Astra di Lampung terletak di Kantor Auto2000 Kalianda, Jl Trans Sumatera, Kelurahan Way Urang, Lampung Selatan dan di Kantor Bupati Lampung Selatan oleh Grup Pama Lampung.

Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Banten dan Lampung. Pada prinsipnya, apapun kegiatan yang dilakukan Astra harus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Hal ini sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa.

Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:

Boy Kelana Soebroto

Head of Corporate Communications

PT Astra International Tbk

Telp. 021-652 2555

Tentang PT Astra International Tbk:

PT Astra International Tbk didirikan di Jakarta pada tahun 1957 sebagai sebuah perusahaan perdagangan umum dengan nama Astra International Inc. Pada tahun 1990, dilakukan perubahan nama menjadi PT Astra International Tbk, dalam rangka penawaran umum perdana saham Perseroan kepada masyarakat, yang dilanjutkan dengan pencatatan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia dengan menggunakan ticker ASII.

Astra telah mengembangkan bisnisnya dengan menerapkan model bisnis yang berbasis sinergi dan terdiversifikasi pada tujuh segmen usaha, terdiri dari: 1) Otomotif, 2) Jasa Keuangan, 3) Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi & Energi, 4) Agribisnis, 5) Infrastruktur dan Logistik, 6) Teknologi Informasi dan 7) Properti.

Kegiatan operasional bisnis yang tersebar di seluruh Indonesia dikelola melalui 224 anak perusahaan, ventura bersama serta entitas asosiasi, didukung oleh 225.935 karyawan, berdasarkan data September 2018.

Sebagai salah satu grup usaha terbesar nasional saat ini, Astra telah membangun reputasi yang kuat melalui penawaran rangkaian produk dan layanan berkualitas, dengan memperhatikan pelaksanaan tata kelola perusahaan dan tata kelola lingkungan yang baik. Astra senantiasa beraspirasi untuk menjadi perusahaan kebanggaan bangsa yang berperan serta dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, kegiatan bisnis Astra berupaya menerapkan perpaduan yang berimbang dalam aspek komersial bisnis dan sumbangsih non-bisnis melalui 9 yayasan yang dibinanya, juga melalui beragam program tanggung jawab sosial berkelanjutan di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan serta pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM).