Cerita Unik Dari Waduk Manggar
Share

Siaran Pers

Cerita Unik Dari Waduk Manggar

BALIKPAPAN: Suasana mendung di jembatan panjang kokoh dan menawan di atas Waduk Manggar pada Minggu (21/5) pagi itu berbeda dari biasanya. Di tengah jembatan yang membelah Waduk Manggar, satu per satu terlihat 300 pesepeda yang mengayuh dengan semangat.

Jembatan yang kokoh dan menawan itu bernama Jembatan Panjang DAS Manggar. Itu adalah jembatan ketiga sepanjang 160 meter dengan lebar 2 meter dan membelah RT 25 dan RT 26, KM 14 & KM 15, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan, setelah jembatan kayu kedua dan jembatan beton pertama terendam air dengan kedalaman 4-5 meter dari Waduk Manggar.

“Sebelum Jembatan Panjang ini selesai pada tahun 2015, Selama 8 tahun, warga di sini menggunakan perahu jika ingin menyeberang dari satu RT ke RT lainnya. Bisa makan waktu 30 menit menggunakan perahu dayung. Kalau penuh enceng gondok dan sampah lebih sulit lagi. Kami bersyukur kehadiran Astra di sini membuat desa dan jembatan ini menjadi lebih bersih,” ujar Ketua RT 25 Suparno, seusai Astra Gowes Berseri, pagi ini.

Waduk Manggar yang merupakan kawasan Kampung Berseri Astra (KBA) dipilih sebagai lokasi perhentian akhir lomba Astra Gowes Berseri, yaitu aktivitas bersepeda sehat sebagai salah satu rangkaian kegiatan dalam perayaan HUT 60 Astra selama 3 hari (19-21 Mei 2017) di kota Balikpapan. Rute ini sengaja dipilih untuk mengenalkan KBA lebih jauh kepada masyarakat umum.

Di antara 300 pesepeda yang mengikuti Astra Gowes Berseri, ada Suprapto (65) yang merupakan pesepeda paling senior. Dia aktif mengikuti lomba gowes selama 4 tahun terakhir ini.

“Selama 4 tahun ini, saya belum pernah mengikuti lomba gowes yang rutenya melalui jembatan di atas waduk. Baru kali ini saya melalui rute seperti ini. Makanya saya menyempatkan selfie di atas Jembatan Panjang Manggar ini,” tuturnya.

Jembatan Panjang Manggar dipilih sebagai rute Astra Gowes Berseri karena masih merupakan area Kampung Berseri Astra, salah satu program Astra yang secara konsisten dijalani bersama dengan masyarakat untuk mewujudkan wilayah yang sehat, bersih, cerdas, dan produktif dalam bentuk pembinaan dan pemberdayaan.

Selain itu, Waduk Manggar juga memegang peran penting dalam kehidupan masyarakat Balikpapan. Waduk Manggar ini menjadi sumber air yang mengalirkan kebutuhan air untuk kota Balikpapan. Karena itulah, warga Desa Pati dituntut untuk menjaga kebersihan desa dan waduknya.

“Tidak banyak jenis usaha yang diizinkan masuk ke Desa Pati. Usaha-usaha yang sekiranya dapat menyebabkan sampah limbah ke sumber air tidak diperkenankan masuk ke sini,” Ketua RT 26 M. Tadi menambahkan. Akibatnya, pilihan pekerjaan untuk warga pun menjadi terbatas. Kebanyakan warga bekerja sebagai petani sayur-mayur. “Karena itulah, saat Astra menawarkan untuk membantu pembinaan di desa kami, warga sangat senang. Setidaknya, penawaran ini membantu membangkitkan semangat warga untuk berusaha lebih giat lagi,” jelas M. Tadi.

Desa Pati dipilih sebagai desa pengembangan Kampung Berseri Astra karena memiliki karakter penting untuk pengembangan daerah yaitu, nuansa paguyuban, gotong royong serta memiliki program pemberdayaan warga yang sesuai dengan 4 pilar CSR Astra yaitu, Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan dan Kewirausahaan.

Pengembangan KBA Pati mencakup 4 pilar CSR seperti donasi untuk 5 posyandu yang ada di 5 RT Kelurahan Karang Joang (Kesehatan), pembangunan Rumah Pintar dan Sekolah Adiwiyata, pemberian beasiswa untuk anak-anak SD, SMP dan SMA (Pendidikan), perbaikan dan penataan Waduk Manggar sehingga lebih cantik dan bersih (Lingkungan) serta pembinaan UMKM bagi warga, seperti sentra sayur dan buah di samping membina pembuatan kain majun yang dibeli oleh Grup Astra (Kewirausahaan).

“Ketika Desa Pati ditunjuk menjadi KBA, salah satu hal penting yang dilakukan Astra adalah mempercantik jembatan yang menghubungkan Waduk Manggar. Selain membersihkan waduk untuk memastikan sumber air tetap terjaga, waduk kami juga sekarang terlihat cantik sehingga banyak orang datang ke sini, memajukan pariwisata Desa Pati,” jelas M. Tadi.

Di sini sekarang, katanya, banyak digunakan sebagai tempat pre-wedding bagi kalangan yang mau menikah serta lokasi foto alam yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dan Balikpapan pada umumnya. Pokoknya lokasi ini sangat menarik dan unik bagi masyarakat.

"Sekarang jembatan ini tempat multiguna," ujar M. Tadi sambil menambahkan bahwa di lokasi ini Astra juga memberikan pembinaan usaha bagi warga. Bukan hanya pembinaan, tapi juga mencarikan pasar sehingga warga dapat menjual produk hasil perkebunan mereka dan meningkatkan ekonomi warga.

Kampung Percontohan

Walikota Balikpapan Rizal Effendi menyatakan kegembiraannya dengan kehadiran KBA di desa tersebut. “Saya sangat senang sekali dengan kehadiran KBA dan saya berharap desa ini dapat menjadi kampung percontohan di Balikpapan.”

Beliau juga meminta semua pihak untuk memelihara KBA di waktu mendatang agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Balikpapan, selain menjaga keberlanjutannya sebagai penyuplai air di kota tersebut.

Tentang Kampung Berseri Astra

Kampung Berseri Astra (KBA) merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) Astra yang diimplementasikan kepada masyarakat dengan konsep pengembangan yang mengintegrasikan 4 pilar program CSR, yaitu Pendidikan, Kewirausahaan, Lingkungan, dan Kesehatan. Melalui program KBA masyarakat dan perusahaan dapat berkolaborasi untuk bersama mewujudkan wilayah yang bersih, sehat, cerdas dan produktif.

Sejak tahun 2013 lalu, PT Astra International Tbk telah memiliki 49 KBA yang tersebar di 17 provinsi dan diharapkan pada tahun 2018 sudah tersebar di 34 provinsi di Indonesia.