Laporan Keuangan Semester I Tahun 2020
Share

Siaran Pers

Laporan Keuangan Semester I Tahun 2020

29 Juli 2020
PT ASTRA INTERNATIONAL TBK (Perseroan atau Astra)
Laporan Keuangan Semester I Tahun 2020

Ikhtisar

  • Laba bersih per saham menurun 44% (belum termasuk keuntungan penjualan saham Bank Permata)

  • Penjualan mobil menurun 45% dan penjualan sepeda motor menurun 40%

  • Penurunan harga batu bara memengaruhi penjualan alat berat dan volume kontraktor penambangan

  • Agribisnis diuntungkan oleh peningkatan harga minyak kelapa sawit

  • Kepemilikan saham pada Bank Permata dijual senilai Rp16,8 triliun

  • Posisi neraca keuangan yang kuat

“Kinerja bisnis dan keuangan Grup Astra (Grup) sangat terdampak secara signifikan akibat pandemi COVID-19, terutama pada kuartal kedua. Langkah-langkah penanggulangan pandemi yang diterapkan di sebagian besar wilayah Indonesia telah berdampak kepada operasi Grup secara substansial, termasuk penutupan sementara kegiatan manufaktur dan distribusi otomotif, serta terdapat peningkatan secara signifikan jumlah pinjaman yang direstrukturisasi dalam bisnis jasa keuangan Grup. Selain itu, penurunan harga batu bara menekan bisnis alat berat, kontraktor penambangan, dan pertambangan. Pandemi ini, dan langkah-langkah yang diambil untuk mengendalikan dampaknya, diperkirakan akan terus memengaruhi kinerja hingga akhir tahun.

Selama masa yang penuh tantangan ini dengan gangguan bisnis dan ketidakpastian, Grup Astra fokus secara khusus pada pengurangan biaya operasional dan belanja modal, pengelolaan modal kerja, dan kepastian likuiditas. Neraca keuangan Grup tetap kuat dengan tersedianya komitmen fasilitas pinjaman senilai Rp38,6 triliun.

Memastikan keselamatan karyawan selama masa pandemi merupakan prioritas utama kami dan Grup Astra telah mengadopsi berbagai tindakan kesehatan dan keselamatan. Kekuatan Grup Astra adalah pada karyawannya, sehingga kami berterima kasih kepada karyawan kami di seluruh Grup yang telah merespon dengan profesionalisme dan dedikasi dalam menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini.”

Djony Bunarto Tjondro

Presiden Direktur

Kinerja Keuangan Konsolidasi

Untuk periode yang berakhir 30 Juni

2020

Rp miliar

2019

Rp miliar

Perubahan

%

Pendapatan bersih

89.795

116.182

(23)

Laba bersih (belum termasuk keuntungan penjualan saham Bank Permata)

5.497

9.803

(44)

Laba bersih

11.378

9.803

16

Rp

Rp

Laba bersih per saham (belum termasuk keuntungan penjualan saham Bank Permata)

137

242

(44)

Laba bersih per saham

281

242

16

30 Juni 2020

Rp miliar

31 Desember 2019

Rp miliar

Perubahan

%

Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk

152.759

147.847

3

Rp

Rp

Nilai aset bersih per saham

3.773

3.652

3

Kinerja keuangan selama enam bulan pertama yang berakhir pada 30 Juni 2020 dan 2019 serta posisi keuangan per 30 Juni 2020 disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia dan tidak diaudit. Posisi keuangan per 31 Desember 2019 disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia dan telah diaudit sesuai dengan standar audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia.

Laporan Presiden Direktur

Kinerja

Pendapatan bersih konsolidasian Grup Astra pada semester pertama 2020 sebesar Rp89,8 triliun, menurun 23% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Laba bersih Grup Astra sebesar Rp11,4 triliun, meningkat 16% dibandingkan dengan semester pertama tahun 2019, termasuk keuntungan dari penjualan saham di Bank Permata. Tanpa memasukkan keuntungan penjualan ini, laba bersih Grup menurun 44% menjadi Rp5,5 triliun, terutama karena penurunan kinerja divisi otomotif, alat berat dan pertambangan, dan jasa keuangan, yang disebabkan oleh dampak pandemi COVID-19 dan langkah-langkah penanggulangannya.

Nilai aset bersih per saham pada 30 Juni 2020 sebesar Rp3.773, meningkat 3% dari nilai aset bersih per saham pada 31 Desember 2019.

Kas bersih, tidak termasuk anak perusahaan jasa keuangan Grup, mencapai Rp1,4 triliun pada 30 Juni 2020, dibandingkan utang bersih sebesar Rp22,2 triliun pada akhir tahun 2019, setelah diterimanya hasil dari penjualan saham di Bank Permata pada bulan Mei. Utang bersih anak perusahaan jasa keuangan Grup Astra meningkat dari Rp45,8 triliun pada akhir tahun 2019 menjadi Rp46,4 triliun pada 30 Juni 2020.

Di setiap bisnis Grup Astra, tingkat utang dan posisi likuiditas dipantau dengan cermat dan langkah-langkah untuk mengurangi risiko operasional dan keuangan dilakukan. Berbagai tindakan juga diambil untuk mengelola biaya dan menjaga tingkat kas, termasuk mengurangi belanja modal dan mengelola modal kerja.

Kegiatan Bisnis

Pada kuartal kedua 2020, operasi Grup Astra mengalami gangguan yang signifikan karena pandemi COVID-19 dan tindakan pengendalian terkait pandemi. Gangguan operasi tersebut termasuk penutupan sementara kantor perusahaan, fasilitas manufaktur dan dealer otomotif. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemegang saham PT Astra International Tbk dari tiap-tiap segmen bisnis adalah sebagai berikut:

Laba Bersih yang Diatribusikan Kepada PT Astra International Tbk

Untuk periode yang berakhir 30 Juni

2020

Rp miliar

2019

Rp miliar

Perubahan

%

Otomotif

716

3.458

(79)

Jasa Keuangan

2.102

2.819

(25)

Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi dan Energi

2.368

3.332

(29)

Agribisnis

312

35

791

Infrastruktur dan Logistik

(88)

83

N/A

Teknologi Informasi

16

44

(64)

Properti

71

32

122

Laba bersih konsolidasian (belum termasuk keuntungan penjualan saham Bank Permata)

5.497

9.803

(44)

Keuntungan penjualan saham Bank Permata

5.881

-

N/A

Laba bersih konsolidasian

11.378

9.803

16

Otomotif

Laba bersih dari divisi otomotif Grup menurun 79% menjadi Rp716 miliar, terutama karena penurunan volume penjualan yang signifikan pada kuartal kedua. Berikut adalah ikhtisarnya:

  • Penjualan mobil nasional menurun 46% menjadi 261.000 unit pada semester pertama tahun 2020 (sumber: Gaikindo). Penjualan mobil Astra menurun 45% menjadi 139.500 unit, dengan pangsa pasar stabil sebesar 53%. Pada kuartal kedua tahun 2020, penjualan mobil Astra menurun 92%, dibandingkan dengan kuartal pertama. 6 model baru dan 10 model revamped telah diluncurkan pada semester pertama tahun 2020.

  • Penjualan sepeda motor secara nasional menurun 42% menjadi 1,9 juta unit pada semester pertama tahun 2020 (sumber: Kementerian Perindustrian). Penjualan sepeda motor Honda Astra menurun 40% menjadi 1,5 juta unit, dengan pangsa pasar meningkat dari 75% menjadi 77%. Pada kuartal kedua tahun 2020, penjualan sepeda motor Astra menurun 80%, dibandingkan dengan kuartal pertama. 3 model baru dan 6 model revamped telah diluncurkan pada semester pertama tahun 2020.

  • Bisnis komponen otomotif Grup dengan kepemilikan 80%, PT Astra Otoparts Tbk (AOP), mencatatkan rugi bersih sebesar Rp296 miliar dibandingkan laba bersih sebesar Rp246 miliar pada semester pertama tahun lalu, terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan dari segmen pabrikan (OEM/original equipment manufacturer) dan pasar suku cadang pengganti (REM/replacement market).

Jasa Keuangan

Laba bersih bisnis jasa keuangan Grup menurun 25% menjadi Rp2,1 triliun selama semester pertama 2020, terutama disebabkan oleh peningkatan provisi untuk menutupi peningkatan kerugian kredit bermasalah pada bisnis pembiayaan konsumen dan alat berat. Berikut adalah ikhtisarnya:

  • Bisnis pembiayaan konsumen Grup mengalami penurunan nilai pembiayaan sebesar 16% menjadi Rp35,3 triliun. Kontribusi laba bersih dari perusahaan yang fokus pada pembiayaan mobil Grup menurun 24% menjadi Rp545 miliar, sementara kontribusi laba bersih dari PT Federal International Finance (FIF) yang fokus pada pembiayaan sepeda motor menurun 25% menjadi Rp918 miliar. Keduanya disebabkan oleh provisi kerugian pinjaman yang lebih tinggi, karena peningkatan kredit bermasalah.

  • Total pembiayaan yang disalurkan oleh unit usaha pembiayaan alat berat Grup turun sebesar 14% menjadi Rp1,8 triliun. Kontribusi laba bersih dari segmen ini menurun 30% menjadi Rp35 miliar.

  • PT Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra), perusahaan asuransi umum Grup, mencatat penurunan laba bersih sebesar 4% menjadi Rp521 miliar, disebabkan penurunan underwriting income. Perusahaan patungan asuransi jiwa Grup, PT Astra Aviva Life (Astra Life) menambah lebih dari 781.000 nasabah baru asuransi jiwa perorangan dan 57.000 nasabah baru asuransi program kesejahteraan karyawan selama semester pertama tahun 2020.

  • Pada bulan Maret 2020, Grup Astra menandatangani perjanjian bersyarat untuk pembelian saham Aviva di perusahaan patungan Astra Life.

  • Pada bulan Mei 2020, Grup Astra menyelesaikan penjualan 44,56% sahamnya di Bank Permata, dengan nilai transaksi bersih Rp16,8 triliun.

Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi dan Energi

Laba bersih Grup dari divisi alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi menurun sebesar 29% menjadi Rp2,4 triliun, terutama disebabkan oleh penjualan alat berat dan volume kontrak penambangan yang lebih rendah, akibat melemahnya harga batu bara. Berikut adalah ikhtisarnya:

  • PT United Tractors Tbk (UT), yang 59,5% sahamnya dimiliki Perseroan, melaporkan penurunan laba bersih sebesar 28% menjadi Rp4,1 triliun.

  • Penjualan alat berat Komatsu menurun 56% menjadi 853 unit, dimana pendapatan dari suku cadang dan jasa pemeliharaan juga menurun.

  • Bisnis kontraktor penambangan, PT Pamapersada Nusantara (PAMA), mencatat penurunan volume pengupasan lapisan tanah (overburden removal) sebesar 10% menjadi 420 juta bank cubic metres dan penurunan produksi batu bara sebesar 8% menjadi 56 juta ton.

  • Anak perusahaan UT di bidang pertambangan melaporkan peningkatan penjualan batu bara sebesar 14% menjadi 5,6 juta ton, termasuk penjualan 869.000 ton coking coal. Namun, kinerja bisnis ini juga terdampak harga batu bara yang lebih rendah.

  • PT Agincourt Resources, anak perusahaan yang 95% sahamnya dimiliki UT, melaporkan penurunan penjualan emas sebesar 4% menjadi 186.000 ons.

  • Perusahaan kontraktor umum yang 50,1% sahamnya dimiliki UT, PT Acset Indonusa Tbk (Acset), melaporkan penurunan rugi bersih sebesar 38% menjadi Rp252 miliar, terutama karena menurunnya biaya pendanaan setelah diterimanya pembayaran yang berhubungan dengan proyek jalan tol Jakarta-Cikampek.

Agribisnis

Laba bersih dari divisi Agribisnis Grup mencapai Rp312 miliar, meningkat secara signifikan dibandingkan laba bersih pada semester pertama tahun 2019, karena harga minyak kelapa sawit yang lebih tinggi. Berikut adalah ikhtisarnya:

  • PT Astra Agro Lestari Tbk (AAL) yang 79,7% sahamnya dimiliki Perseroan, melaporkan peningkatan laba bersih dari Rp44 miliar menjadi Rp392 miliar, terutama disebabkan oleh meningkatnya harga minyak kelapa sawit, khususnya pada kuartal pertama tahun 2020, walaupun harga minyak kelapa sawit menurun pada kuartal kedua.

  • Peningkatan harga rata-rata minyak kelapa sawit sebesar 26% menjadi Rp8.109/kg dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

  • Volume penjualan minyak kelapa sawit dan produk turunannya menurun sebesar 13% menjadi 1.030.000 ton.

Infrastruktur dan Logistik

Divisi infrastruktur dan logistik Grup mencatat rugi bersih Rp88 miliar, dibandingkan dengan laba bersih sebesar Rp83 miliar pada semester pertama tahun 2019, terutama disebabkan penurunan pendapatan jalan tol. Berikut adalah ikhtisarnya:

  • Astra mempunyai kepemilikan saham di 350km ruas jalan tol yang telah beroperasi sepanjang jaringan jalan tol Trans-Jawa dan tol lingkar luar Jakarta.

  • Terjadi penurunan volume lalu lintas sebesar 18% pada konsesi jalan tol Grup Astra.

  • Laba bersih PT Serasi Autoraya (SERA) menurun sebesar 62% menjadi Rp34 miliar, terutama karena marjin operasi yang lebih rendah, walaupun jumlah kontrak sewa kendaraan naik sebesar 3% menjadi 22.900 unit dan penjualan mobil bekas naik sebesar 3% menjadi 15.300 unit.

Teknologi Informasi

Laba bersih dari segmen teknologi informasi Grup menurun 64% menjadi Rp16 miliar, terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan dari bisnis solusi dokumen dan layanan perkantoran PT Astra Graphia Tbk (AG), yang 76,9% sahamnya dimiliki Perseroan.

Properti

Divisi properti Grup melaporkan peningkatan laba bersih dari Rp32 miliar menjadi Rp71 miliar, terutama karena tingkat hunian yang lebih tinggi di Menara Astra dan pengakuan laba dari proyek pengembangan Asya Residences.

People

Bapak Prijono Sugiarto diangkat sebagai Presiden Komisaris pada tanggal 16 Juni 2020. Perseroan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Prijono atas kontribusinya sebagai Presiden Direktur sejak tahun 2010.

Prospek Bisnis

Kinerja bisnis dan keuangan Grup Astra (Grup) sangat terdampak secara signifikan akibat pandemi COVID-19, terutama pada kuartal kedua. Langkah-langkah penanggulangan pandemi yang diterapkan di sebagian besar wilayah Indonesia telah berdampak kepada operasi Grup secara substansial, termasuk penutupan sementara kegiatan manufaktur dan distribusi otomotif, serta terdapat peningkatan secara signifikan jumlah pinjaman yang direstrukturisasi dalam bisnis jasa keuangan Grup. Selain itu, penurunan harga batu bara menekan bisnis alat berat, kontraktor penambangan, dan pertambangan. Pandemi ini, dan langkah-langkah yang diambil untuk mengendalikan dampaknya, diperkirakan akan terus memengaruhi kinerja hingga akhir tahun.

Djony Bunarto Tjondro

Presiden Direktur

29 Juli 2020

Untuk informasi lebih lanjut,mohon hubungi: PT Astra International Tbk

Riza Deliansyah, Chief of Corporate Affairs

Tel: + 62 – 21 – 508-43-888

Tentang Astra

PT Astra International Tbk didirikan di Jakarta pada tahun 1957 sebagai sebuah perusahaan perdagangan umum dengan nama Astra International Inc. Pada tahun 1990, dilakukan perubahan nama menjadi PT Astra International Tbk, dalam rangka penawaran umum perdana saham Perseroan kepada masyarakat, yang dilanjutkan dengan pencatatan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia dengan menggunakan kode saham ASII.

Astra telah mengembangkan bisnisnya dengan menerapkan model bisnis yang berbasis sinergi dan terdiversifikasi pada tujuh segmen usaha, terdiri dari: 1) Otomotif, 2) Jasa Keuangan, 3) Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi & Energi, 4) Agribisnis, 5) Infrastruktur dan Logistik, 6) Teknologi Informasi dan 7) Properti.

Kegiatan operasional bisnis yang tersebar di seluruh Indonesia dikelola melalui lebih dari 235 anak perusahaan, ventura bersama dan entitas asosiasi, serta didukung oleh lebih dari 194.000 karyawan, berdasarkan data per Juni 2020.

Sebagai salah satu grup usaha terbesar nasional saat ini, Astra telah membangun reputasi yang kuat melalui penawaran rangkaian produk dan layanan berkualitas, dengan memperhatikan pelaksanaan tata kelola perusahaan dan tata kelola lingkungan yang baik. Astra senantiasa beraspirasi untuk menjadi perusahaan kebanggaan bangsa yang berperan serta dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Oleh karena itu, kegiatan bisnis Astra berupaya menerapkan perpaduan yang berimbang dalam aspek komersial bisnis dan sumbangsih non-bisnis melalui 9 yayasan yang dibinanya, juga melalui beragam program tanggung jawab sosial berkelanjutan di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan serta pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM).

Astra menginisiasi program Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards yang tahun ini memasuki tahun kesebelas dan telah mengapresiasi 305 anak muda, yang terdiri dari 59 penerima tingkat nasional dan 246 penerima tingkat provinsi di lima bidang, yakni Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan, dan Teknologi. Astra juga membina 87 Kampung Berseri Astra dan 645 Desa Sejahtera Astra di 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.astra.co.id & www.satu-indonesia.com, serta ikuti kegiatan Astra melalui Instagram (@SATU_Indonesia), Youtube (SATU Indonesia), Facebook (Semangat Astra Terpadu) dan Twitter (@SATU_Indonesia).