Astra Sumbang SMKN 1 Leuwiliang Senilai Rp27 Miliar, Cetak Ahli Agribisnis
Share

Siaran Pers

Astra Sumbang SMKN 1 Leuwiliang Senilai Rp27 Miliar, Cetak Ahli Agribisnis

Bogor: Sebagai wujud komitmen di bidang pendidikan, PT Astra International Tbk melalui Yayasan Pendidikan Astra – Michael D. Ruslim (YPA-MDR) pada hari ini (12/7) meresmikan dan menyerahkan gedung SMKN 1 Leuwiliang beserta seluruh sarana pendukungnya di Kec. Leuwiliang, Kab. Bogor, yang pembangunan serta pembinaannya menelan total biaya sekitar Rp27 miliar.

Biaya Rp 27 miliar tersebut merupakan bagian dari Rp 47 miliar (khusus untuk pembangunan dan pembinaan di Leuwiliang atau sekitar 40% dari total biaya pembangunan dan renovasi sekolah secara nasional yang dilakukan YPA-MDR (salah satu dari 9 yayasan dalam Grup Astra) yang mencapai Rp187 miliar. Dengan demikian, SMKN 1 Leuwiliang merupakan satu dari sekolah menengah kejuruan dengan fasilitas terlengkap dan terbaik di Indonesia.

Gedung SMKN 1 Leuwiliang diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. Selanjutnya, Direktur Astra International Paulus Bambang Widjanarko menyerahkan Gedung SMKN 1 Leuwiliang kepada Bupati Kab. Bogor Hj. Nurhayanti, S.H., M.M., M. Si., dan diteruskan dengan penyerahan aset oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor kepada Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Dr. Ir. H. Ahmad Hadadi, M.Si., di gedung baru SMKN 1 Leuwiliang, Bogor, pada hari ini (12/7).

“Kami bangga terhadap Yayasan Pendidikan Astra-Michael D. Ruslim yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kualitas pendidikan agar sejalan dengan program pemerintah dalam memeratakan pendidikan berkualitas. SMKN 1 Leuwiliang merupakan salah satu sekolah terbaik dan dapat menjadi model dalam program revitalisasi SMK di Indonesia,” tutur Menteri Muhadjir dalam pidato sambutannya hari ini.

SMKN 1 Leuwiliang ini, dengan keahlian Agribisnis, Pengolahan Hasil Pertanian, tuturnya, sesuai dengan program pemerintah yang fokus pada SMK di 4 sektor unggulan, yakni pertanian, pariwisata, kelautan dan industry kreatif.

Bupati Nurhayanti menambahkan dengan bantuan Astra, SMKN 1 Leuwiliang diharapkan dapat mencetak siswa yang akan mengharumkan dan memajukan Bogor. Hadirnya jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap aspek pendidikan, tetapi juga turut berperan dalam pembangunan ekonomi daerah binaan Astra.

“SMKN 1 Leuwiliang ini merupakan sekolah terkeren dan termegah dan sekaligus menjadi solusi bagi Kabupaten Bogor untuk memberikan pendidikan dengan kualitas terbaik,” ujarnya dalam sambutannya.

Sejak tahun 2006, Astra melalui YPA-MDR, yang fokus membina pendidikan dan sekolah di wilayah prasejahtera, merintis dan membina di Kecamatan Leuwiliang, yang diawali dengan 5 SD negeri. Kemudian, merintis SMPN 4 Leuwiliang pada tahun 2007 dan selanjutnya merintis SMKN 1 Leuwiliang pada tahun 2011 dengan Kompetensi Keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) di atas lahan SMPN 4 Leuwiliang, sesuai dengan potensi wilayah Leuwiliang yaitu, pertanian. Total biaya yang pembangunan dan pembinaan sekolah di Leuwiliang mencapai Rp47 miliar.

“Kami berharap dengan berdirinya gedung SMKN 1 Leuwiliang dengan semua kelengkapan yang diberikan oleh Astra ini dapat memberi kesempatan siswa untuk terus mengembangkan diri untuk membangun daerahnya, sekaligus menjadi penggerak pembangunan Indonesia,” ujar Paulus Bambang Widjanarko sebelum prosesi penyerahan kembali gedung SMKN 1 Leuwiliang kepada Pemerintah Kabupaten Bogor.

Bersama dengan YPA-MDR sebagai pengelola bantuan, Astra telah membantu dan membina 61 sekolah negeri, yaitu 48 SD, 9 SMP dan 4 SMK yang terletak di Kabupaten Bogor, Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Bantul, Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Serang dan Kabupaten Kupang. Jumlah guru yang dilayani sebanyak 842 orang dan jumlah siswa sebanyak 13.094 orang.

Total Biaya Rp27 Miliar
Pembangunan SMKN 1 Leuwiliang memanfaatkan 75% dari luas tanah 10.000 m2 yang telah disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor. Total biaya pembangunan SMKN 1 Leuwiliang dan pengadaan sarananya mencapai Rp24 miliar. Selain itu ada biaya pembinaan untuk guru dan murid senilai Rp 3 miliar, sehingga total untuk SMKN 1 ini Astra mengeluarkan Rp 27 miliar.

Dengan luas khusus bangunan sekitar 3.600 m2, SMKN 1 Leuwiliang memiliki 6 ruang teori, 6 workshop, 3 laboratorium IPA, laboratorium komputer, laboratorium bahasa, ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang tata usaha, ruang bimbingan dan konseling, koperasi, perpustakaan, aula, mushola, UKS, toilet siswa, toilet guru, pantry, gudang, ruang genset, ruang penjaga, kantin sekolah. Selain itu, SMKN 1 ini dilengkapi dengan fasilitas pendukung lainnya seperti meubelair dan perlengkapan sekolah. Seluruh pembangunan ini bertujuan untuk memberikan fasilitas terbaik agar menjadi penunjang keberhasilan Guru dan Siswa di sekolah.

Ke depan, SMKN 1 Leuwiliang Jurusan APHP akan disiapkan untuk mengikuti Program Teaching Factory (TeFa) yang merupakan program pengembangan kemampuan kewirausahaan siswa dan mempersiapkan diri untuk memiliki usaha kecil menengah (UKM) yang bertujuan untuk memberikan dampak positif terhadap aspek pendidikan namun juga turut berperan dalam pembangunan ekonomi daerah binaan.

Di bidang mutu manajemen, SMKN 1 Leuwiliang menerapkan ISO 9001 yang merupakan standar internasional tentang sistem manajemen mutu, yang telah terbukti sebagai sebuah sistem yang secara efektif dan efisien dapat menjaga serta meningkatkan mutu sekolah.

Sekolah Berbasis ICT
Disamping itu, SMKN 1 Leuwiliang juga dipersiapkan menjadi Information Communication Technology (ICT) Based School dimana pemanfaatan teknologi berbasis IT akan diterapkan dalam kurikulum sekolah. Sebagai penunjang, Astra berkolaborasi dengan PT Astra Graphia Information Technology (AGIT) dan Politeknik Manufaktur Astra dalam hal pengadaan dan instalasi sarana. Sarana yang diberikan berupa peralatan komputer untuk laboratorium komputer dan bahasa beserta software.

Pada prinsipnya, di mana pun Astra berada harus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya, sesuai dengan butir pertama filosofi Catur Dharma, yaitu “Menjadi Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara.” Astra, sepanjang perjalanannya sejak tahun 1957 senantiasa mendedikasikan karyanya untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Sekilas Tentang Yayasan Pendidikan Astra – Michael D. Ruslim (YPA-MDR)
Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim (YPA-MDR) secara khusus didirikan oleh PT Astra International Tbk untuk melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat di bidang pendidikan di daerah prasejahtera.

Sesuai dengan butir pertama filosofi Astra, Catur Dharma, yaitu “Menjadi Milik yang bermanfaat bagi Bangsa dan Negara,” YPA-MDR memiliki visi untuk menjadi lembaga sosial yang terkemuka dan kredibel di bidang pendidikan, khususnya di daerah agar seluruh elemen pendidikan mampu meningkatkan kualitas dari segi akademik, intelektual dan kompetensi kecakapan hidup, seni
budaya serta memiliki karakter yang didasarkan pada nilai luhur Bangsa Indonesia yang majemuk sebagai bagian dari Sistem Pendidikan Nasional.

YPA-MDR berperan aktif sebagai agent of change dan agent of development dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah dengan membantu pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas, pengembangan kurikulum dan manajemen sekolah serta penyediaan sarana prasarana sekolah sesuai Standar Mutu Pendidikan Nasional.

Pola Pembinaan YPA-MDR
YPA-MDR meningkatan kualitas pendidikan di daerah prasejahtera melalui empat pilar pembinaan yaitu akademis, karakter, kecakapan hidup dan seni budaya sehingga menjadi Sekolah Swapraja menuju Sekolah Unggul.

Sejak tahun 2006, YPA-MDR membina 61 sekolah negeri, 842 guru dan 13.094 siswa. Yang terdiri dari: 48 SD, 9 SMP dan 4 SMK yang terletak di Bogor, Gunungkidul, Bantul, Lampung Selatan, Pacitan, Kutai Barat, Kupang, dan Serang.

Program bantuan yang diberikan oleh YPA-MDR kepada sekolah-sekolah binaan meliputi:
- Pembinaan yang meliputi empat pilar yakni: pembinaan akademis, pendidikan karakter, kecakapan hidup dan seni budaya menuju kepada sekolah Swapraja.
- Sarana penunjang pendidikan seperti buku pelajaran untuk siswa, buku pegangan untuk guru, buku perpustakaan, perangkat UKS serta alat peraga dan media pembelajaran.
- Penambahan prasarana ruangan dan renovasi gedung sekolah berikut mebel agar kegiatan belajar mengajar dapat terlaksana dengan baik dan berkualitas.