Astra Dukung Kolaborasi Indonesia-Jerman Untuk Majukan Vokasi
Share

Siaran Pers

Astra Dukung Kolaborasi Indonesia-Jerman Untuk Majukan Vokasi

JAKARTA: Sebagai tindak lanjut kerjasama Indonesia dan Jerman di bidang pendidikan vokasi, Menteri Ekonomi dan Energi Jerman Peter Altmaier didampingi oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia Airlangga Hartarto dan Managing Director EKONID Jan Rönnfeld pada hari ini (1/11) mengunjungi kantor PT Astra International Tbk dan Politeknik Manufaktur Astra.

Kedatangan Menteri Ekonomi dan Energi Peter Altmaier dan Menteri Airlangga tersebut untuk melihat langsung hasil kerja sama Jerman dengan Indonesia melalui EKONID (Perkumpulan Ekonomi Indonesia-Jerman) di bidang pendidikan vokasi.

Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto yang sekaligus menjabat Chairman EKONID menyambut kedatangan dua menteri ini. “Hubungan Jerman dan Indonesia terjalin kuat dan positif di berbagai sektor. Dengan Astra, tidak hanya urusan perdagangan dan bisnis, kami masih harus banyak belajar dari program pendidikan vokasi Jerman. Harapannya dapat terus berkolaborasi untuk mendidik anak bangsa yang berdaya saing tinggi. ” ujar Prijono dalam sambutannya.

Pada April 2016, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo berkunjung ke Jerman untuk melihat dari dekat pendidikan vokasi di sana, mengingat Jerman sebagai salah satu negara rujukan dalam pendidikan vokasi terbaik di dunia. Dalam kunjungan tersebut, Presiden Joko Widodo bertemu dengan dua instruktur Politeknik Manufaktur Astra, yakni Elroy Fransiskus dan Marco Adribrata didampingi oleh Presiden Direktur Astra Prijono Sugiarto. Dua instruktur Politeknik Manufaktur Astra saat itu menempuh pendidikan di Jerman selama 1 tahun untuk meraih sertifikasi Meister di bidang Perawatan Otomotif di Alfons Kern Schule (AKS) di Pforzheim, Jerman.

Astra mendirikan Yayasan Astra Bina Ilmu (YABI) tahun 1995 untuk menyelenggarakan Politeknik Manufaktur Astra sebagai sebuah lembaga pendidikan tinggi vokasi di bidang teknologi.

Saat ini Politeknik Manufaktur Astra berhasil membina dua instruktur yang meraih sertifikasi Meister dari Jerman pada tahun 2017 dan pada tahun 2018 ini ada 16 mahasiswa meraih sertifikasi DIHK (Deutsche Industrie und Handelskammer) dalam bidang Otomotif Mekatronik sebagai hasil kerja sama dengan AHK-EKONID.

Selama 5 tahun terakhir, sekitar 60% lulusan Polman Astra telah diserap langsung oleh Grup Astra. Keterserapan lulusan ini merupakan salah satu cara mendukung program pemerintah melakukan link and match antara kebutuhan industri dan sekolah vokasi.

Astra meyakini dengan adanya tenaga kerja yang berkualitas, Indonesia akan memiliki masa depan yang lebih cerah. Saat ini Politekni Manufaktur Astra akan membangun kampus baru di tanah seluas 5 hektare di wilayah Cikarang, Jawa Barat, sebagai tempat mendidik anak bangsa di bidang teknologi.

Astra Dukung 16th Asia Pacific Conference of German Business

Menjadi sebuah kehormatan bahwa Indonesia menjadi tuan rumah dari 16th Asia Pacific Conference of German Business (APK), juga hasil kerja sama dengan EKONID, yang akan berlangsung pada 1 hingga 3 November 2018 di Jakarta. Dalam kesempatan ini Astra turut mendukung penyelenggaraan APK.

APK telah digelar sejak tiga dekade lalu dan telah berkembang menjadi ajang berharga di mana perusahaan maupun pimpinan pemerintahan dari Jerman dan Asia Pasifik berkumpul tiap dua tahun sekali. Tema dari APK ke-16 ialah Building a Smart Future yang akan fokus pada digitalisasi sebagai elemen kunci. APK kali ini akan membahas topik-topik terkini seperti Industri 4.0, infrastruktur di Asia, urbanisasi yang berkelanjutan dan sebagainya. Harapannya, akan lahir berbagai ide dan solusi baru dari diskusi-diskusi pada topik di atas.

Semangat Astra mengembangkan pendidikan vokasi sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa.

Untuk informasi lebih lanjut, mohon dihubungi:

Boy Kelana Soebroto

Head of Corporate Communications

PT Astra International Tbk

Phone: 021-652 2555

Tentang PT Astra International Tbk:

PT Astra International Tbk didirikan di Jakarta pada tahun 1957 sebagai sebuah perusahaan perdagangan umum dengan nama Astra International Inc. Pada tahun 1990, dilakukan perubahan nama menjadi PT Astra International Tbk, dalam rangka penawaran umum perdana saham Perseroan kepada masyarakat, yang dilanjutkan dengan pencatatan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia dengan menggunakan ticker ASII.

Astra telah mengembangkan bisnisnya dengan menerapkan model bisnis yang berbasis sinergi dan terdiversifikasi pada tujuh segmen usaha, terdiri dari: 1) Otomotif, 2) Jasa Keuangan, 3) Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi & Energi, 4) Agribisnis, 5) Infrastruktur dan Logistik, 6) Teknologi Informasi dan 7) Properti.

Kegiatan operasional bisnis yang tersebar di seluruh Indonesia dikelola melalui 224 anak perusahaan, ventura bersama serta entitas asosiasi, didukung oleh 225.935 karyawan, berdasarkan data September 2018.

Sebagai salah satu grup usaha terbesar nasional saat ini, Astra telah membangun reputasi yang kuat melalui penawaran rangkaian produk dan layanan berkualitas, dengan memperhatikan pelaksanaan tata kelola perusahaan dan tata kelola lingkungan yang baik. Astra senantiasa beraspirasi untuk menjadi perusahaan kebanggaan bangsa yang berperan serta dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, kegiatan bisnis Astra berupaya menerapkan perpaduan yang berimbang dalam aspek komersial bisnis dan sumbangsih non-bisnis melalui 9 yayasan yang dibinanya, juga melalui beragam program tanggung jawab sosial berkelanjutan di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan serta pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM).