Infrastruktur & Logistik
Share

ASTRA Infra

Astra terus memantapkan reputasinya sebagai salah satu investor dan pengelola aset-aset infrastruktur terkemuka di tanah air.

Aset Infrastruktur yang sedang dikembangkan dan dioperasikan berada di bawah naungan ASTRA Infra yang sepenuhnya dimiliki oleh PT Astra International Tbk. ASTRA Infra memiliki dua induk perusahaan, yaitu PT Astra Tol Nusantara untuk lini bisnis tol dan PT Astra Nusa Perdana untuk bisnis non tol.

ASTRA Infra adalah mitra yang terpercaya pada sektor infrastruktur di Indonesia, dengan tim manajemen yang berpengalaman dalam mengembangkan dan mengoperasikan aset-aset infrastruktur.

Investasi bisnis infrastruktur tidak hanya bertujuan untuk menyeimbangkan dan melengkapi portofolio rantai usaha bisnis Astra untuk memberi kontribusi pendapatan yang baik dan arus kas yang stabil dalam jangka panjang, namun sekaligus merealisasikan misi Astra untuk tumbuh bersama bangsa melalui peran aset-aset yang strategis dalam memfasilitasi peningkatan aktivitas perekonomian dan kesejahteraan masyarakat secara luas di Indonesia.

ASTRA Infra memiliki reputasi yang kuat dalam pengembangan, pengoperasian dan standar tata kelola perusahaan yang berkualitas tinggi, dan siap mengambil peluang dari pertumbuhan ekonomi dan pengembangan infratruktur Indonesia.

Portofolio investasi saat ini adalah sebagai berikut:

PT Marga Mandalasakti (ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak)

MMS, perusahaan yang 79,3% sahamnya dimiliki oleh Astra Infra, adalah operator jalan tol Tangerang-Merak sepanjang 72,5 km berdasarkan konsesi untuk jangka waktu hingga tahun 2059. Seluruh ruas jalan tol telah beroperasi komersial secara penuh sejak tahun 1996

PT Marga Harjaya Infrastruktur (ASTRA Infra Toll Road Jombang-Mojokerto)

Grup Astra Infra memiliki 100% MHI yang merupakan perusahaan pemegang konsesi pengelolaan Jalan Tol Jombang–Mojokerto di Jawa Timur untuk jangka waktu hingga tahun 2055. Salah satu bagian dari Jaringan Jalan Tol Trans-Jawa, ruas jalan tol sepanjang 40,5km ini dibagi dalam empat seksi.

PT Lintas Marga Sedaya (LMS)

Sebagai salah satu investasi baru dalam portofolio bisnis infrastruktur, Astra Infra melakukan akuisisi atas seluruh saham PT Baskhara Utama Sedaya (BUS), yang memiliki 45% saham LMS, yang merupakan operator ruas jalan tol CikopoPalimanan. Jalan tol yang terbentang sepanjang 116,8km dengan masa konsesi hingga tahun 2041 ini telah beroperasi secara penuh sejak tahun 2015.

PT Trans Marga Jateng (TMJ)

TMJ merupakan perusahaan pengelola Jalan Tol Semarang-Solo yang termasuk dalam jaringan Jalan Tol Trans–Jawa. Memiliki jangka waktu konsesi 45 tahun hingga tahun 2055, ruas jalan tol ini terbentang sepanjang 72,6km dan terbagi menjadi lima seksi jalan.

PT Marga Trans Nusantara (MTN)

MTN, pemegang konsesi pembangunan dan pengelolaan Jalan Tol Kunciran-Serpong hingga tahun 2052, dimiliki oleh Astra Infra (40%) dan PT Jasa Marga Tbk (60%). Ruas jalan tol sepanjang 11,2km yang terbagi menjadi dalam 2 seksi ini merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta tahap 2 (JORR 2).

PT Trans Bumi Serbaraja (TBS)

TBS adalah perusahaan dengan pemegang saham Astra Infra (25%), Bumi Serpong Damai (50%), dan Transindo Karya Investama (25%), yang memenangkan konsesi pembangunan dan pengelolaan Jalan Tol Serpong–Balaraja hingga tahun 2058. Jalan tol sepanjang 39,8km ini akan dikembangkan dalam 3 seksi konstruksi.

PT Pelabuhan Penajam Banua Taka (ASTRA Infra Port Eastkal)

Eastkal merupakan pelabuhan yang terletak di Kabupaten Penajam, Kalimantan Timur yang menyediakan jasa kepelabuhanan untuk kepentingan umum. Selain itu, dengan kelengkapan prasarana dan fasilitas operasional yang dimiliki, Eastkal saat ini dipercaya menyediakan layanan shorebase untuk mendukung kegiatan hulu migas di area Selat Makassar, Kalimantan Timur.

jaringan infrastruktur

Untuk informasi lebih lanjut silahkan klik www.astrainfra.co.id