Ruang Media
Siaran Pers
JAKARTA: PT Astra International Tbk dan anak perusahaannya (“Astra” atau “Perseroan”) pada hari ini, Kamis, 25 Februari 2010, mengumumkan bahwa kinerja Perseroan sepanjang tahun 2009 menunjukkan hasil yang sangat baik, meski kondisi perekonomian Indonesia terpengaruh oleh resesi ekonomi global yang mulai terjadi sejak kuartal ke empat tahun 2008.
Pendapatan bersih Perseroan sepanjang tahun 2009 mencapai Rp 98,526 triliun, sedikit lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2008, yakni Rp 97,064 triliun.
Sementara laba usaha Perseroan naik 7% menjadi Rp 12,756 triliun pada tahun 2009 dibandingkan Rp 11,876 triliun pada tahun 2008.
Dengan demikian laba bersih Perseroan sepanjang tahun 2009 mencatat rekor sebesar Rp 10,040 triliun, atau meningkat 9% dari tahun 2008 senilai Rp 9,191 triliun. Angka ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah Perusahaan. Laba bersih per saham naik 9% menjadi Rp 2.480 dari sebelumnya Rp 2.270.
”Grup Astra membukukan kinerja yang sangat baik di tahun 2009 di tengah berlangsungnya resesi ekonomi global. Diperkirakan pertumbuhan ekonomi 2010 masih akan tetap positif seiring dengan semakin membaiknya kondisi ekonomi menyusul dikeluarkannya berbagai stimulus ekonomi untuk meningkatkan permintaan domestik,” ungkap Pelaksana Tugas Presiden Direktur Astra Prijono Sugiarto.
Lebih lanjut, menurut Prijono Sugiarto, pertumbuhan perekonomian Indonesia 2009 yang mencapai 4,5% memberi kesempatan Astra membukukan rekor laba bersih Perseroan dengan menikmati membaiknya permintaan konsumen domestik dari kuartal ke kuartal sepanjang 2009. “Hal ini didukung oleh konsistensi penerapan berbagai program improvement yang digulirkan semasa kepemimpinan almarhum Bapak Michael D. Ruslim sebagai Presiden Direktur Astra,” tambah Pelaksana Tugas Presiden Direktur Astra.
Otomotif dan Jasa Keuangan
Laba usaha dari bidang Otomotif dan Jasa Keuangan, di luar perusahaan asosiasi dan patungan, pada tahun 2009 meningkat 7% menjadi Rp 4,1 triliun dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan bagian atas hasil bersih perusahaan asosiasi dan patungan pada bidang ini mencapai Rp 2,5 triliun, atau naik 6% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Total penjualan mobil nasional sepanjang tahun 2009 mencapai 486.000 unit, atau turun 20% dibandingkan tahun 2008 sebesar 607.805 unit. Porsi penjualan mobil Grup Astra, yang terdiri dari merek Toyota, Daihatsu, Isuzu, Nissan Diesel dan Peugeot, turun 12% menjadi sekitar 281.000 unit, dengan pangsa pasar sebesar 58%, naik dari periode sebelumnya 52%. Penjualan tahun 2009 didukung oleh peluncuran model baru pada kuartal ke empat, yaitu Toyota Avanza 1.3 G AT dan Daihatsu Luxio White Premier, Xenia 1.3 AT dan Terios White Cruiser. Secara keseluruhan, grup otomotif roda empat mendapat keuntungan dari membaiknya nilai tukar rupiah terhadap US$ dan berbagai program penghematan biaya produksi yang dilakukan Grup Perseroan.
Sementara itu, penjualan sepeda motor nasional sepanjang tahun 2009 menurun 6% menjadi sekitar 5,9 juta unit dibanding periode yang sama tahun 2008 sebanyak 6,2 juta unit. PT Astra Honda Motor (AHM) membukukan penjualan sepeda motor Honda sebanyak sekitar 2,7 juta unit, turun dibandingkan tahun 2008 yang mencapai 2,9 juta unit. Penurunan ini sejalan dengan penurunan pangsa pasar akibat kompetisi pasar yang semakin ketat, sehingga pangsa pasar Honda tetap mencapai 46%. Sepanjang tahun 2009, AHM meluncurkan model baru yaitu Absolute Revo dan Vario Techno.
Sementara itu Laba bersih PT Astra Otoparts Tbk (AOP), anak perusahaan perseroan yang bergerak di bidang komponen kendaraan roda dua dan roda empat, naik 36% menjadi Rp 768 miliar, akibat dilakukannya sejumlah perbaikan di berbagai aktifitas bisnisnya.
Sementara itu kontribusi dari aktivitas Divisi Jasa Keuangan meningkat seiring dengan pertumbuhan pinjaman pembiayaan kepada konsumen. Pada tahun 2009 nilai pembiayaan PT Federal International Finance dan Astra Credit Companies relatif tidak berubah senilai Rp 27,2 triliun.
Laba bersih PT Bank Permata Tbk (BP), anak perusahaan yang 45% sahamnya dimiliki Astra, meningkat 6% menjadi Rp 480 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya karena adanya kenaikan laba usaha.
Sumber Daya Alam dan Lain-lain
Laba usaha dari bidang Sumber Daya Alam dan bisnis lainnya, yang terdiri dari agribisnis, alat berat, usaha penambangan, teknologi informasi dan infrastruktur, meningkat 7% menjadi Rp 8,5 triliun dari tahun sebelumnya Rp 7,6 triliun. Peningkatan ini terjadi, terutama akibat menguatnya kinerja PT Pamapersada Nusantara.
Laba bersih PT Astra Agro Lestari Tbk (AAL), anak perusahaan yang 80% sahamnya dimiliki Perseroan yang bergerak di bidang agribisnis, menurun 37% menjadi Rp 1,7 triliun dari sebelumnya Rp 2,6 triliun sebagai akibat dari penurunan harga minyak sawit rata-rata 13% dari tahun sebelumnya. Namun, produksi minyak sawit AAL meningkat sebesar 10% mencapai 1,1 juta ton.
PT United Tractors Tbk (UT), anak perusahaan Perseroan yang bergerak di bidang alat berat dengan kepemilikan saham 60%, menghasilkan laba bersih sebesar Rp 3,8 triliun meningkat 43% dibandingkan periode yang sama tahun 2008 sebesar Rp 2,7 triliun.
Penjualan alat berat Komatsu turun 28% menjadi lebih dari 3.100 unit dari sebelumnya lebih dari 4.300 unit, namun hal ini dapat dikompensasikan dari peningkatan pendapatan dari penjualan spare parts dan jasa perbaikan.
Anak perusahaan UT yang bergerak dalam bidang kontraktor penambangan, PT Pamapersada Nusantara (PAMA), terus melakukan ekspansi produksi batubara di Indonesia.
Selama tahun 2009 ekstraksi batubara meningkat sebesar 15% mencapai 68 juta ton batubara dari sebelumnya 59 juta ton batubara, sementara overburden removed meningkat 35% menjadi 598 juta bcm dari tahun sebelumnya sebesar 442 juta bcm. Dari tambang sendiri. Penjualan hasil tambang yang dimiliki UT sendiri mencapai lebih dari 2 juta ton.
PT Astra Graphia Tbk (AG) yang 77% sahamnya dimiliki Astra, membukukan laba bersih sebesar Rp 67 miliar atau meningkat 7% dari Rp 62,49 miliar pada tahun sebelumnya karena adanya kenaikan pendapatan dari anak perusahaannya, PT Astra Graphia Information Technology.
Sementara itu investasi Astra di bidang infrastruktur memperlihatkan kinerja yang memuaskan. PAM Lyonnaise Jaya, dengan kepemilikan saham 30%, mengoperasikan sistem pengolahan dan distribusi air bersih di bagian barat Jakarta berhasil meningkatkan penjualan air sebesar 2% menjadi 138 juta meter kubik dari 135 juta meter kubik tahun sebelumnya. Sementara itu, kepemilikan saham grup usaha Perseroan atas pengelola jalan tol, PT Marga Mandalasakti, meningkat menjadi 79,31%
pada bulan November 2009 dari sebelumnya 62,62%.
Sumber Daya Manusia
Grup Astra masih berada dalam masa duka cita atas meninggalnya Presiden Direktur Astra Michael D. Ruslim pada tanggal 20 Januari 2010 karena sakit. Sebagai pemimpin dan sahabat yang sangat baik dan dipercaya oleh rekan-rekannya, kepergian Michael sangat mengejutkan bagi kami semua. Pertama kali bergabung dengan Astra pada tahun 1983, Michael dikenal sebagai pemimpin yang penuh inspirasi menyusul penunjukannya sebagai Presiden Direktur Astra pada tahun 2005. Pencapaiannya yang luar biasa dan sumbangsihnya yang besar bagi Indonesia akan selalu dikenang.
“Atas nama Dewan Direksi saya mengucapkan terima kasih kepada lebih dari 126.700 karyawan Grup Astra di seluruh Indonesia. Kinerja Astra yang sangat baik ini tidak terlepas dari kerja keras dan dedikasi para karyawan. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada para pelanggan, pemegang saham dan rekan usaha atas kepercayaan dan dukungannya selama ini,” ujar Prijono Sugiarto.
Nilai ekuitas Perseroan meningkat 21% dari Rp 33,1 triliun pada 31 Desember 2008 menjadi Rp 39,9 triliun pada akhir Desember 2009, sehingga nilai aktiva bersih per lembar saham menjadi sebesar Rp 9.854 naik 21% dari Rp 8.171 tahun sebelumnya.
Final dividen sebesar Rp 830 per lembar saham (2008: Rp 570 per saham) akan diajukan kepada pemegang saham saat Rapat Umum Pemegang Saham pada bulan Mei 2010. Apabila disetujui, bersama dividen interim sebesar Rp 290 per lembar saham (2008: Rp 300 per saham) yang telah dibayar bulan November 2009, total dividen menjadi sebesar Rp 1.120 per lembar saham (2008: Rp 870 per saham) atau mengalami kenaikan sebesar 29%.
Jakarta, 25 Februari 2010
PT Astra International Tbk
Arief Istanto
Chief of Corporate Communications
55 Tahun Astra Berbagi Bersama Bangsa Selengkapnya
Astra Resmikan “Astra Biz-Center” di Bandung Selengkapnya
Press Release Kinerja Astra Kuartal Ketiga 2011 Selengkapnya
Peringati Sumpah Pemuda, Astra Gelar “Apresiasi Astra Untuk Anak Bangsa” Selengkapnya
Astra Mendapat Penghargaan dari Kemenkop dan UKM RI Selengkapnya
Astra Serahkan Sarana Pendidikan dan Kesehatan ke Bupati Magelang Selengkapnya
Astratel Akuisisi 95% Saham Perusahaan Jalan Tol Kertosono-Mojokerto Selengkapnya
Grup Astra Terima Kunjungan 66 Anggota PASKIBRAKA 2011 Selengkapnya
Astra Luncurkan Program: Apresiasi Astra Untuk Anak Bangsa Selengkapnya
Laporan Keuangan Semester I Th 2011 PT Astra International Tbk Selengkapnya
Astra Serahkan Gedung dan Sarana SMK Negeri 1 Leuwiliang, Kab Bogor Total Bantuan Astra di 3 Provinsi Mencapai Rp 22 Miliar Selengkapnya
Astra Bersama Kemenkes Berkampanye Untuk Kesehatan Ibu dan Anak Selengkapnya
Serukan Gerakan Cinta Lingkungan Astra Mengajak Masyarakat Stop Nyampah di Kali Selengkapnya
Astra Resmikan Gedung Penunjang Belajar SDN 05 dan 06 Sungai Bambu, Rehabilitasi PAUD dan Beasiswa Lestari Selengkapnya
RUPST Astra 2011 Selengkapnya
Laba Bersih Astra Kuartal Pertama 2011 Meningkat 43 Persen menjadi Rp 4,303 triliun Selengkapnya
Astra Serahkan Renovasi 8 Sekolah di Bantul dan gunung Kidul Total Bantuan di 3 Provinsi Rp 18 M Selengkapnya
Grup Astra Bantu Korban Bencana Gunung Merapi Selengkapnya
InnovAstra-27, Inovasi Astra untuk Konsumen Selengkapnya
Laba Bersih Astra 2010 Selengkapnya
54 Tahun Astra Berinovasi Bagi Bangsa Selengkapnya
Laba Bersih Astra per September 2010 Naik 46% Menjadi Rp 10,4 Triliun Selengkapnya
Laba Bersih Astra Semester I - 2010 Naik 52% Menjadi Rp 6,4 Triliun Selengkapnya
Laba Bersih Astra Kuartal Pertama 2010 Naik 61% menjadi Rp 3,014 Triliun Selengkapnya
Laba Bersih Astra Tahun 2009 Naik 9% menjadi Rp 10 triliun Selengkapnya
Laba Bersih Astra untuk Sembilan Bulan Pertama 2009 mencapai Rp 7,1 triliun Selengkapnya
Laba Bersih Astra Semester I 2009 Capai Rp 4,2 Triliun, Turun 11% Selengkapnya
Laba Bersih Astra di Kuartal Pertama 2009 Turun 17% menjadi Rp 1,88 triliun Selengkapnya
- © 2012 PT ASTRA International Tbk
- |
- Powered by Fresh Creative
