astraimage

Pertambangan

Untuk kawasan Asia Pasifik, batu bara merupakan sumber energi terbesar dengan tingkat pertumbuhan konsumsi rata-rata sebesar 9% selama beberapa tahun terakhir. Hal ini diharapkan dapat membawa dampak positif pada permintaan maupun harga batu bara. Melihat peluang inilah sejalan dengan prediksi peningkatan permintaan dalam negeri yang pada gilirannya akan memacu bisnis usaha di bidang distributor alat berat dan kontraktor penambangan yang sudah memiliki reputasi baik.

UT terjun ke peluang bisnis pertambangan batu bara dimulai pada tahun 2007 melalui PT Prima Multi Mineral (PMM) yang merupakan anak perusahaan Pama. Untuk mengembangkan bisnis pertambangan batu bara, UT kembali mengakuisi PT Tuah Turangga Agung (TTA) yang berlokasi di Kapuas, Kalimantan Tengah. Melalui Pama dan TTA, bisnis pertambangan batu bara berkembang melalui delapan konsesi pertambangan yang terletak di propinsi Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan dengan total cadangan +/- 300 juta ton batu bara dan kualitas sedang – tinggi. Seiring dengan situasi bisnis pertambangan yang kian kondusif, UT memperkuat bisnisnya dengan mengakuisisi PT Agung Bara Prima, PT Bukit Enim Energi, PT Asmin Bara Bronang, PT Asmin Bara Jaan, PT Duta Sejahtera dan PT Duta Nurcahya.